Kontrol Suhu dan Kelembaban Saat Brooding

 

 

Peran brooder sangat penting untuk menjaga suhu dalam kandang saat masa brooding, agar ayam nyaman dan pertumbuhannya bisa optimal.

Untuk mencapai sukses pada periode awal pemeliharaan ayam (periode starter), apakah ayam bibit (breeder), ayam pedaging (broiler) atau ayam petelur (layer), kontrol suhu dan kelembaban sekitar anak ayam (DOC) sangat penting dilakukan di samping kualitas pakan, air minum dan ventilasi udara. Sistem thermoregulator ayam atau sistem pengaturan suhu tubuh ayam yang bersifat hometermik (suhu tubuh bersifat relatif stabil) berada pada kisaran tetentu yaitu suhu 40-41C. Namun saat ayam berumur 0-5 hari, ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri, karena pertumbuhan bulu sebagai salah satu kelengkapan pengatur suhu tubuh belum lengkap. Ayam baru mulai mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri secara optimal sejak umur dua minggu. Oleh karena itu, peranan brooder (pemanas) sangatlah penting untuk menjaga suhu kandang tetap dalam zona nyaman, seperti yang disajikan pada Tabel 1 berikut:

Tabel 1: Suhu dan
Kelembaban Udara
yang Nyaman Bagi Ayam

Sumber: Ross Manual Management (2009) & ISA Brown Manual Management
(2007).



Di samping suhu, kelembaban udara (kadar air yang terikat di dalam udara) juga perlu diperhatikan, karena akan memengaruhi suhu yang dirasakan ayam, yang ada kaitannya dengan pengeluaran suhu tubuh pada ayam adalah melalui painting (membuka mulut), di mana semakin tinggi kelembaban udara, maka suhu efektif yang dirasakan ayam akan semakin tinggi pula. Sebaliknya ayam akan merasakan suhu yang lebih dingin dibanding suhu lingkungan saat kelembaban rendah, seperti pada Tabel 2 berikut:


Tabel 2: Pengaruh
Kelembaban Terhadap Suhu
yang Dirasakan Ayam

Suhu efektif yang dirasakan ayam (oC)
Kelembaban kandang pada Thermohygrome-ter (%)
Suhu kandang pada Thermo-hygrometer (oC)

Sumber: Ross Manual Management (2009).

Pengaruh Terhadap Produktivitas

Disaat kondisi suhu dan kelembaban tidak nyaman, maka ayam akan merespon/bereaksi dengan berbagai cara, diantaranya:

Saat Suhu Terlalu Dingin: Otak ayam akan merespon dengan meningkatkan metabolisme untuk menghasilkan panas tubuh. Efek suhu dingin ini terhadap anak ayam (DOC) pada masa brooding, jelas lebih tampak dibanding ayam remaja/dewasa, karena sistem thermoregulator-nya belum optimal. Suhu dingin ini bisa disebabkan berbagai faktor, antara lain suhu brooding yang terlalu rendah, litter yang dingin karena basah atau air minum yang terlalu dingin. Sebagai peternak dapat mengamati dan menganalisa penyebab suhu dingin ini dari tingkah laku ayam, di mana bila DOC berkerumun di bawah brooder, ayam berdiam diri, meringkuk, serta kondisi kaki yang basah, berarti suhu brooder terlalu rendah dan perlu dinaikkan, atau kemungkinan litter basah dan dingin. Secara alamiah bila ayam (DOC) nyaman dengan suhu kandang, maka dalam waktu 15 detik setelah disebar di bawah brooder, akan terjadi aktivitas biologis selanjutnya seperti bergerak/berlari, makan dan minum.

Saat Suhu Terlalu Panas: Pada kondisi ini ayam akan terlihat painting sebagai usaha tubuh mengeluarkan panas yang berlebih. Sebelumnya ayam akan berusaha dengan melakukan perluasan area permukaan tubuh (melebarkan/menggantungkan sayap) dan melakukan peripheral vasodilatation, yaitu meningkatkan aliran darah perifer terutama di jengger, pial dan kaki. Efek lanjutan pada kondisi ini ialah konsumsi pakan menurun dari biasanya sedang konsumsi air minum meningkat tajam, sehingga terjadi mencret (kotoran berair) dan pertambahan bobot badan terhambat akibat dari asupan nutrisi tidak terpenuhi dan metabolisme tubuh terganggu. Bila painting tidak mampu menurunkan suhu tubuh, maka ayam akan mengalami kematian mendadak.

Perlunya Database Suhu dan Kelembaban

Database suhu dan kelembaban di dalam kandang perlu dibuat, berupa pencatatan tentang kedua unsur tersebut baik kondisi pagi hari, siang, sore dan malam atau dini hari terutama mengingat Indonesia yang beriklim tropis. Catat juga respon ayam apakah ada painting, dan berdasarkan recording ini peternak bisa cepat bertindak apabila terjadi sesuatu di luar kondisi normal dan ideal.

Dalam satu kandang, minimal ada 3-5 titik untuk mengukur suhu dan kelembaban, yaitu bagian depan, tengah, belakang, atas (dekat genting) dan lantai kandang, dengan menempatkan alat otomatik (Thermohygrometer) di tiap kandang. Untuk kandang brooder, alat Thermohygrometer digantungkan di chick guard (pembatas lingkaran brooder), sedang pada kandang postal tanpa brooder bisa di tempatkan di bagian tengah kandang dengan ketinggian 40-60 cm.

Manajemen suhu dan kelembaban ini, juga harus melibatkan, 1) Pengaturan kepadatan. 2) Pemberian vitamin dan elektrolit. 3) Manajemen buka tutup tirai. 4) Penambahan kipas angin. 5) Sistem hujan/kabut buata. 6) Modifikasi konstruksi kandang. 7) Penggunaan closed house (kandang tertutup) jika ayam berjumlah ratusan ribu sampai jutaan ekor.

Semoga ulasan ini dapat membantu peternak untuk memberikan kondisi lingkungan yang nyaman bagi ayam, agar produktivitas ternak bisa tercapai secara optimal. (Sjamsirul. A)

 

Baca Juga:   Peternak Mandiri Minta Pengawasan Pasokan DOC Diperketat

Similar Posts:

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.