Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

MENGANDUNG BAKTERI BERBAHAYA, BENIH JAGUNG ASAL INDIA DIMUSNAHKAN

Posted on

Ali Jamil PhD didampingi pejabat dari Direktorat Perbenihan,Ditjen Tanaman Pangan dan instansi terkait di Instalasi Karantina Hewan Bandara Soekarno Hatta (Foto: Humas Kementan)

Sebanyak 3,1 ton benih jagung
asal India ini dimusnahkan Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian
Tanjung Priok. Setelah melewati pemeriksaan laboratorium Balai Besar Karantina
Pertanian Tanjung Priok, benih jagung tersebut positif mengandung bakteri Pantoea ananatis.

Bakteri ini termasuk dalam kategori
Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A2 Golongan 1 artinya bakteri
tidak dapat diberi perlakuan, sehingga harus dimusnahkan. “Benih ini
sangat berbahaya, bisa mengancam pertumbuhan maupun produksi  jagung nasional kita. Sesuai prosedur kita
musnahkan,” kata Ali Jamil PhD, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan)
saat lakukan pemusnahan di Instalasi Karantina Hewan Soekarno Hatta di Tanggerang,
Banten, Rabu (31/7).
Pemusnahan benih berbakteri ini
dilakukan dengan cara dibakar menggunakan alat bersuhu tinggi, incenerator.
“Harus kita pastikan benih ex-impor yang tidak memenuhi quarantine requirements ini musnah.
Sangat beresiko, karena ada kemungkinan membawa patogen tular benih atau seed borne disease,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Karantina
Pertanian Tanjung Priok, Purwo Widiarto, menyampaikan bahwa  pemeriksaan fisik terhadap benih impor ini
dilakukan di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) CDC Banda, Tanjung Priok
pada tanggal 1 Juli 2019. 
Komoditas impor ini masuk dalam 3
varietas masing-masing Drogon 66, Bond dan Dragon 77 sementara  pengujian dilakukan dengan menggunakan teknik
PCR. “Terbukti tidak memenuhi persyaratan teknis Sanitary and Phytosanitary, SPS, dengan mengandung bakteri berbahaya
benih ini kemudian direkomendasikan untuk dimusnahkan,” jelas Purwo.
Berdasarkan data tindakan
pengawasan dan penindakan di Karantina Pertanian Tanjung Priok hal yang sama
juga dilakukan pemusnahan benih jagung ex India sebanyak 6,1 ton pada Maret
2019 lalu. Sementara tindakan penahanan, penolakan dan pemusnahan periode
Januari hingga Juni 2019 diseluruh Karantina Pertanian Indonesia masing-masing
adalah penahanan sejumlah 1.201 kali, penolakan sejumlah 644 kali dan
pemusnahan sejumlah 688 kali.
Tindakan pemusnahan kali ini
turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh seluruh jajaran instansi terkait
dan pemilik barang, PT Masco Agro Genetics.
Barantan segera melayangkan
notifikasi ketidaksesuaian atau notification
of non-compliance
, NNC kepada otoritas karantina di India selaku NPPO focal.
Hal yang sama juga akan dilakukan
negara mitra dagang, jika produk pertanian yang diekspor dengan berbekal PC
dari Barantan selaku otoritas Karantina Pertanian namun tidak memenuhi
persyaratan SPS, akan ditolak masuk bahkan juga dimusnahkan.
Sejalan dengan kebijakan Menteri
Pertanian untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun
2045, penguatan sistem perkarantinaan termasuk laboratorium menjadi fokus kebijakan
strategis di Barantan.”Sebagai fasilitator perdagangan komoditas
pertanian, membangun trust mitra
dagang sangat penting. Pemeriksaan karantina yang cepat, tepat dan akurat
sangat menentukan agar produk kita dapat diterima di pasar global,” tandas
Jamil. (Rilis/INF)

Agribiz Network

Post Terkait:

  • Meningkatkan Kualitas Benih dalam Pertanian Dalam dunia pertanian, peningkatan kualitas benih adalah perbincangan yang tak pernah pudar. Benih adalah fondasi segala keberhasilan di lapangan. Dari kebun sayuran hingga sawah padi,…
  • Meningkatkan Produktivitas Jagung dalam Agribisnis Dalam dunia agribisnis, perbincangan tentang peningkatan produktivitas jagung selalu mengundang rasa penasaran. Jagung, dengan segala potensinya, menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan pangan global. Dari…
  • LUAR BIASA, NILAI EKSPOR OBAT HEWAN INDONESIA CAPAI… JAKARTA, 5 April 2017. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, yaitu tahun 2015 dan 2016 Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Tentang AGP (Antibiotic Growth Promoter) dan Antikoksidia Tanggal 6 Mei 2017 lalu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandatangani Permentan no 14/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Dalam peraturan ini tercantum pelarangan antibiotika imbuhan…
  • BEGINI UPAYA KEMENTAN WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN ASAL TERNAK Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional terutama mewujudkan pencapaian ketahanan pangan, pembangunan peternakan baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota bertujuan untuk mencapai…
  • CEGAH PENYEBARAN ANTHRAX, DITJEN PKH KEMENTAN GERAK… JAKARTA, Dalam rangka membantu upaya pencegahan dan pengendalian kasus penyakit Anthrax di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istemewa Yogyakarta, terutama terkait adanya kematian ternak akibat Anthrax…
  • SINERGI PEMERINTAH DALAM OPTIMALISASI… Dalam rangka mengoptimalkan sumber daya lokal (sapi-sapi lokal), terutama untuk mewujudkan pencapaian swasembada daging sapi di dalam negeri, Dewan Ketahanan Nasional bersama dengan Kementerian Pertanian…
  • MENTAN HARAPKAN PROGRAM DITJEN PKH BERMANFAAT LEBIH… Kegiatan arahan Mentan untuk pejabat struktural Ditjen PKH (Foto: Humas Kementan)   Memberikan arahan kepada seluruh pejabat struktural Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH),…
  • Penguatan Pengawasan Karantina Menuju Kalimantan… Rapat koordinasi rabies regional Kalimantan Barat 2018.(Foto: Karantina)Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit menular ganas  yang disebabkan oleh virus yang dapat menyerang susunan syaraf…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Meningkatkan Kualitas Benih dalam Pertanian by Allen Dalam dunia pertanian, peningkatan kualitas benih adalah perbincangan yang tak pernah pudar. Benih adalah fondasi segala keberhasilan di lapangan. Dari kebun sayuran hingga sawah padi,…
  • Meningkatkan Produktivitas Jagung dalam Agribisnis by Allen Dalam dunia agribisnis, perbincangan tentang peningkatan produktivitas jagung selalu mengundang rasa penasaran. Jagung, dengan segala potensinya, menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan pangan global. Dari…
  • LUAR BIASA, NILAI EKSPOR OBAT HEWAN INDONESIA CAPAI… by Agribisnis JAKARTA, 5 April 2017. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, yaitu tahun 2015 dan 2016 Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP by Agribisnis Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Tentang AGP (Antibiotic Growth Promoter) dan Antikoksidia by Agribisnis Tanggal 6 Mei 2017 lalu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandatangani Permentan no 14/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Dalam peraturan ini tercantum pelarangan antibiotika imbuhan…

  • 1,203,042
  • 606,886
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI