NTB Scientific Veterinary Expo 2018

 

Pose bersama para pembicara NTB SVE 2018 bersama Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan panitia penyelenggara. (Foto: Heru)


Nusa Tenggara Barat Scientific Veterinary Expo (NTB SVE) sukses diselenggarakan pada 20-22 Juli 2018, di Hotel Jakakarta Senggigi Lombok.

Kegiatan ini diikuti oleh 75 orang peserta yang mewakili dokter hewan dari berbagai dinas yang membidangi kesehatan hewan dan peternakan dari berbagai kota dan provinsi diantaranya Marauke Papua, Medan, Bandung, Palembang, Bengkulu, Surabaya, Lombok, NTT, Kalimatan Timur dan Jakarta.

Selama tiga hari, event ini menghadirkan para pakar yang ahli di bidangnya, seperti Dr Drh H. Mustofa Helmi Effendi dari Pusat Halal Unair, Direktur Kesmavet Ditjen PKH Kementan Drh Syamsul Maarif, Prof Dr Drh Fedik Abdul Rantam dan Prof Dr Drh Bambang Sektiari dari FKH Unair, Prof Dr Deni Noviana dari FKH IPB, Drh Agung Budiyanto dari FKH UGM, Drh Chaindraprasto dari Asosiasi Dokter Hewan Kuda Indonesia, serta Kabid Keswan dan Kesmavet Disnakkeswan Kabupaten Lombok Timur Drh Heru Rachmadi yang juga ahli bedah sesar sapi. Pada sesi seminar dilaksanakan menjadi dua minat, yaitu 45 orang mengikuti seminar hewan besar dan 30 orang mengikuti seminar hewan kecil.

Menurut Ketua Panitia NTB SVE 2018, Drh Muhammad Munawaroh, kegiatan ini mengangkat tema “Peranan Dokter Hewan dalam Penyediaan Pangan Halal Nasional dan Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Profesional”.

“Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini dapat memberikan masukkan khususnya kepada pemerintah, serta memberikan pencerahan kepada dokter hewan untuk dapat mewujudkan penyediaan pangan halal untuk kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner secara professional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan penyediaan pangan halal nasional untuk masyarakat, khususnya masyarakat muslim di Indonesia yang menjadi tugas bersama. “Dokter hewan secara profesi mempunyai peranan penting untuk menyediakan pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Penyediaan pangan halal dimulai dari proses penyembelihan, penyimpanan, pengemasan dan pengolahan menjadi makanan siap saji. Dalam proses tersebut dokter hewan dituntut mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat dan pengawasan untuk menjamin pangan tidak melanggar proses kehalalan,” tambahnya.

Sementara pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner berperanan menyediakan regulasi untuk pemenuhan standar internasional dan halal dalam proses penyembelihan di RPH maupun RPU di Indonesia.

Kegiatan NTB SVE 2018 ini diinisasi oleh Forum Sain Veteriner Unair atas kerjasama antara FKH Unair dan FKH UNTB dengan dukungan Halal Center Unair dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang NTB I. Semoga terselenggaranya NTB SVE 2018 dapat menambah bekal para peserta dalam menjalankan tugas dan profesinya, sehingga acara ini dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat. (Heru Rachmadi)

Similar Posts:

Baca Juga:   Monitoring Pakan Pasca Pelarangan AGP, Jaminan Mutu dan Keamanan Pakan

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.