Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Praktisi Perunggasan dan AI di Indonesia

Posted on

Fokus edisi 169 Agustus 2008

Praktisi Perunggasan dan AI di Indonesia

(( Memang pantas dicatat, sangat sedikit praktisi perunggasan yang dapat menyeimbangkan antara peran sebagai pedagang obat/vaksin dengan moral keilmuan. ))

Begitu banyak praktisi perunggasan yang Salah tidak dapat dilepaskan dengan upaya penanggulangan penyakit AI di Indonesia. Salah satunya adalah adalah Drh Hadi Wibowo yang rajin berkeliling ke seluruh pelosok Nusantara. Bukan saja dengan alasan untuk mempromosikan obat dari perusahaannya, namun juga oleh karena dirinya merasa tertantang dan terpanggil untuk ikut berperan serta mencari solusi.
Infovet yang sering diajak Hadi bersama tim-nya, harus mengakui bahwa ada semangat besar dan keinginan kuat dari dalam dirinya untuk, mengambil peran nyata. Tidak sekadar berada dibelakang meja, dan main atur anak buahnya.
Hadi secara nyata terjun langsung dan aktif bergerak di lapangan. Di Banyumas, Semarang, Solo dan Blitar juga daerah lainnya yang diikuti Infovet, Hadi dan Tim nya aktif menggelar seminar dan kemudian masuk keluar kandang para peternak, mencari masukan penting sekaligus menawarkan solusi dalam mengatasi AI.
Begitu kasus wabah AI di Indonesia belum lama ini kembali terulang, maka email dan puluhan Layanan Pesan Singkat atau SMS (Short Message Service) masuk ke telepon genggam Drh Hadi Wibowo, lelaki yang kenyang asam garam perunggasan nasional ini. Begitu juga tidak ketinggalan Infovet Biro Yogyakarta mendapat ucapan yang rada mirip, baik secara langsung ketika ketemu maupun telepon serta lewat SMS
Contohnya kala itu di bulan kedua di tahun 2005 sudah muncul adanya indikasi kuat mewabahnya AI di Sukabumi dan Sidrap Sulawesi Selatan SMS terkesan nakal mencoba menjahili Hadi. Dan akhirnya benar juga, begitu meledak dan di”blow up“ oleh media cetak dan elektronik nasional, kasus menghebohkan itu membuat semua pihak seperti tersengat, mengingat belum genap setahun luka itu masih menganga.
Kala itu muncul pertanyaan liar, apakah prediksi Drh Hadi Wibowo yang kala itu secara eksklusif hanya dimuat oleh Infovet, atas dasar profesional keilmuan atau interest sebagai pedagang obat.
Sebab, seperti diketahui Drh Hadi Wibowo, mantan orang yang lama hidup kandang ayam itu, 6 tahun terakhir ini terjun menjadi profesional di sebuah perusahaan distributor obat hewan. Tepatnya menduduki jabatan Product Manager. Sehingga tidak heran, ketika prediksi, tentang AI saat itu (2004) lebih banyak pihak-pihak yang mencibirnya.
Meski demikian, tidak semua, karena ada juga yang memberikan apresiasi atas pemikirannya yang maju. Salah satunya adalah Drh I Wayan Teguh Wibawan MSc PhD, dosen FKH IPB Bogor. Kala itu kepada Infovet, Wayan memberikan acungan jempol atas prediksinya.
Komentar salut bukan tanpa alasan, karena Hadi mengungkapkan prediksinya atas dasar kaidah ilmiah yang sangat simpel alias sederhana. Meski sangat-sangat sederhana, namun sangat jauh dan terlepas dari aspek bisnis atau tidak berkaitan dengan posisinya sebagai eksekutif di sebuah perusahaan obat.
Kala itu pertengahan tahun 2004 di Blitar dalam sebuah seminar internal yang dihadiri para peternak dan praktisi regional JAwa Timur, seorang Hadi mencoba memberikan peringatan dini tentang kasus wabah penyakit AI tidak hanya berhenti sampai disini. Sebuah kemungkinan besar, bahwa di tahun-tahun mendatang sangat besar akan muncul lagi dalam kawasan yang sama, tetapi juga bisa terjadi di kawasan lain dengan dampak yang tidak kalah buruk.
Terlepas dari profesinya sebagai eksekutif sebuah perusahaan, ia mencoba meneropong, bahwa program vaksinasi akan banyak mengalami kegagalan, terutama jika tidak ada pendekatan baru.
Kala itu, ia sudah nyaring berteriak saat sebagai penjual sebuah produk, bahwa jika program vaksinasi saat ini masih saja dilaksanakan seperti dahulu, maka sudah pasti kegagalan tidak bisa dielakkan. Menurutnya kegagalan vaksinasi memang banyak, namun khusus untuk AI ia mencoba membuka wawasan peternak dan praktisi, bahwa penyakit AI jangan dipandang enteng.
Vaksinasi bukan jawaban tuntas, namun harus ada pendekatan baru agar langkah vaksinasi konvensional itu sudah mulai dipikirkan efektifitasnya. “Saya sebenarnya tidak ingin secara vulgar menawarkan produk perusahaan saya kepada para peternak, namun bagaimana lagi jika tidak demikian mereka akan menjadi korban AI,” ujarnya kepada Infovet kala itu.
Meski demikian lanjut Hadi, akhirnya ia harus berkompromi antara sebagai eksekutif di sebuah perusahaan dengan posisinya sebagai konsultan profesional yang berhamba pada keilmuan.
Memang pantas dicatat, sangat sedikit praktisi perunggasan yang dapat menyeimbangkan antara peran sebagai pedagang obat/vaksin dengan moral keilmuan. Dan, Hadi salah satu yang pantas untuk disebut profesional yang secara umum punya kredibilitas. (iyo)

Post Terkait:

  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Unjuk Rasa Pedagang Ayam Menolak Berlakunya Perda… Siang itu sekitar 2.000 pedagang ayam dan mahasiswa memblokir Jalan Kebon Sirih dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Mereka menuntut pembatalan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun…
  • ”SERGAPAN KEPALA BENGKAK” | Majalah Infovet I… Edisi 163 FebruariBANYAK peternak menamai penyakit yang satu ini dengan ”kepala bengkak”. Oleh karena memang manifestasi yang paling spesifik adalah bagian depan kepala ayam yang…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Cacingan dan Pengobatannya | Majalah Infovet I… Edisi 167 Juni 2008Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND…
  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…
  • Catatan Menyongsong MUNAS VI ASOHI Munas VI ASOHI 2010 sudah diambang pintu. Rakornas ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) yang diselenggarakan berurutan dengan peresmian gedung ASOHI, malam gathering perayaan ulang tahun…
  • Sumber Multivita Gandeng FKH IPB Update Info AI Terkini Sumber Multivita Gandeng FKH IPB Update Info AI TerkiniPagi itu, Jumat 17 Oktober 2008, Infovet telah bergabung bersama Tim Sumber Multivita dari Jakarta untuk bertolak…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… by Agribisnis Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN by Agribisnis GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Unjuk Rasa Pedagang Ayam Menolak Berlakunya Perda… by Agribisnis Siang itu sekitar 2.000 pedagang ayam dan mahasiswa memblokir Jalan Kebon Sirih dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Mereka menuntut pembatalan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun…
  • ”SERGAPAN KEPALA BENGKAK” | Majalah Infovet I… by Agribisnis Edisi 163 FebruariBANYAK peternak menamai penyakit yang satu ini dengan ”kepala bengkak”. Oleh karena memang manifestasi yang paling spesifik adalah bagian depan kepala ayam yang…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak by Agribisnis Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…

  • 1,235,310
  • 637,701
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI