Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Produksi Perikanan Tangkap Naik 17%

Posted on

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) M. Zulficar Mochtar mengatakan hingga kuartal III/2019, produksi perikanan tangkap mencapai 5,5 juta ton. Jumlah ini meningkat 17% dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebanyak sebesar 4,9 juta ton. 

“Jumlah ini terdiri dari produksi laut 5,1 juta ton dan produksi perairan umum 397 ribu ton,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Zulficar menambahkan berdasarkan rencana kerja pemerintah (RKP), produksi perikanan tangkap ditargetkan 8,4 juta ton hingga akhir tahun.

Sementara itu, menyitir data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tukar nelayan (NTN) pada September 2019 naik sebesar 0,09% dibandingkan bulan yang sama pada 2018, yaitu dari 114,69 menjadi 114,79. Artinya, pada September 2019 daya beli nelayan lebih baik dibandingkan bulan yang sama tahun 2018.

Kenaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan Indeks yang diterima nelayan (It) sebesar 0,30%, sementara indeks yang dibayar nelayan (Ib) turun sebesar 0,19%. Kenaikan It disebabkan oleh naiknya It di kelompok penangkapan laut (khususnya komoditas ikan kakap dan udang) sebesar 0,32%, sedangkan kelompok penangkapan perairan umum relatif stabil. 

Ib mengalami penurunan sebesar 0,19% dikarenakan turunnya indeks kelompok KRT sebesar 0,37%, sedangkan indeks kelompok BPPBM naik sebesar 0,12%.  

Di sisi lain, nilai tukar usaha nelayan (NTUN) pada September 2019 tumbuh 0,9% dibandingkan periode yang sama pada 2018, yaitu dari 128,05 menjadi 129,20. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi peningkatan sebesar 0,18%, yaitu dari 128,97 menjadi 129,20. 

Kemudian nilai tukar perikanan (NTP) pada September 2019 tumbuh 0,49% dibandingkan periode yang sama pada 2018, yaitu dari 107,15 menjadi 107,68. Pertumbuhan juga terjadi pada nilai tukar usaha perikanan (NTUP) sebesar 1,27% dibandingkan periode yang sama 2018 yaitu dari 119,92 menjadi 121,44. 

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim menuturkan ada sejumlah faktor yang memmengaruhi kenaikan produksi perikanan tangkap di dalam negeri. Pertama, tidak beroperasinya kapal eks asing pasca moratorium memberi peluang kepada kapal-kapal ikan dalam negeri untuk menangkap ikan lebih baik.

Kedua, pencatatan hasil tangkapan ikan yang lebih baik juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi perikanan dalam negeri, terlebih setelah transhipmentdiperketat. Ketiga, tidak beroperasinya kapal-kapal asing di perairan Indonesia

Oleh karena itu, Abdul berharap agar kebijakan yang sudah dibuat itu dipertahankan guna peningkatan produksi di perikanan tangkap. 

“Peningkatan anggaran untuk menambah jumlah hari pengawasan dan penguatan armadanya, terutama di perairan Indonesia bagian timur, seperti WPPNRI 716, 715, dan 718, juga perlu dilakukan,” tuturnya.

Narasumber : ekonomi.bisnis.com

Post Terkait:

  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • PT MALINDO FEEDMILL TBK HINGGA KUARTAL III/2020… Emiten unggas, PT Malindo Feedmill Tbk., membukukan penurunan kinerja keuangan hingga kuartal III/2020 di tengah banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan keuangan perseroan,…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Kuartal I/2019, Laba Emiten Farmasi Tertekan PT Phapros Tbk. mencatat penurunan laba terbesar yakni 59,23% secara tahunan, diikuti PT Kimia Farma Tbk. sebesar 44,54%, PT Merck Tbk. sebesar 42,34%, dan PT…
  • LABA TERKONTRAKSI, EMITEN UNGGAS ANDALKAN RAMADAN… Bisnis.com. Capaian laba emiten unggas pada 3 bulan pertama tahun ini terkontraksi seiring dengan penurunan harga ayam broiler. Namun, pada kuartal II/2019, pemulihan diprediksikan bakal…
  • KUARTAL III 2020, LABA PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA… Di tengah tekanan pandemik Covid-19, emiten pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar…
  • SIARAN PERS KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Kabupaten Biak Numfor menjadi sentra pangan dengan sektor perikanan sebagai komoditas utamanya. Melalui pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu…
  • Pakan Ternak Tumbuh 7% Pertahun Capai 8,13 Juta Ton (( Tahun 2008 konsumsi pakan berkisar 8,13 juta ton dengan asumsi pertumbuhan kebutuhan peternakan 7%. ))Untuk mengimbangi kenaikan produksi unggas, maka konsumsi pakan ternak nasional…
  • Bagaimana Prospeknya PT Charoen Pokphand Tbk… Kendati harga broiler cenderung stagnan dan pembangunan pabrik pakan molor, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. masih optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan pada 2019 sebesar…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal by Agribisnis Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… by Agribisnis Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • PT MALINDO FEEDMILL TBK HINGGA KUARTAL III/2020… by Agribisnis Emiten unggas, PT Malindo Feedmill Tbk., membukukan penurunan kinerja keuangan hingga kuartal III/2020 di tengah banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan keuangan perseroan,…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Kuartal I/2019, Laba Emiten Farmasi Tertekan by Agribisnis PT Phapros Tbk. mencatat penurunan laba terbesar yakni 59,23% secara tahunan, diikuti PT Kimia Farma Tbk. sebesar 44,54%, PT Merck Tbk. sebesar 42,34%, dan PT…

  • 1,203,031
  • 606,875
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI