PT Cargill Indonesia, meluncurkan seri produk pakan ternak tanpa antibiotik

PT Cargill Indonesia, meluncurkan seri produk pakan ternak ayam yang disebut bernutrisi meski tanpa antibiotik.

PT Cargill Indonesia, meluncurkan seri produk pakan ternak ayam yang disebut bernutrisi meski tanpa antibiotik.

Country Director PT Cargill Indonesia Ivan Hindarko mengatakan, seri produk pakan ternak ayam ini diberi nama Q Max series, yang termasuk dalam produk seri platinum.

“Kami meluncurkan produk terbaru kami, yaitu Q Max Series. Q Max Series ini merupakan produk tertinggi kami yaitu platinum series, di mana kami menghadirkan seluruh nutrisi terbaik kami dalam produk ini,” kata Ivan di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Ivan mengatakan, produk ini dibuat karena peternak butuh mengefisiensikan biaya produksi disamping fluktuasi harga telur yang memengaruhi profitabilitas peternak, meski konsumsi masyarakat Indonesia cenderung naik.

Ini Respons Peternak Terlebih, pemerintah melalui Kementrian Pertanian telah menerbitkan Permentan Nomor 14 Tahun 2017 tentang pelarangan penggunaan antibiotik dalam makanan ayam. Tujuannya untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan dari telur yang dihasilkan.

Namun, ketika antibiotik tidak digunakan, banyak penyakit bermunculan yang berakibat pada kematian ayam yang tinggi. “Kalau dulu kematian normal sekitar 1-2 persen, sekarang kematian di masa rearing (pertumbuhan) bisa sampai 6 persen. Bahkan kalau kena penyakit fatal, mortalitasnya bisa sampai 20 persen,” ungkap Ivan.

Baca Juga:   SELAMA PADEMI EKSPOR IKAN SULUT KE AMERIKA STABIL

Akhirnya, banyak peternak kebingungan mencari pakan ternak bernutrisi baik tanpa antibiotik. Baca juga: Bill Gates Ingin Ternak Ayam, Ini Alasannya “Melihat semua ini, kami melihat peternak butuh pakan ternak bernutrisi baik, di satu sisi Cargill tetap mematuhi peraturan pemerintah tentang pelarangan AGP (Antibiotik Growth Promotor).

Untuk itu kami meluncurkan produk berseri, di mana setiap masa pertumbuhan ayam menjadi faktor penting dalam menghasilkan telur yang baik,” ucap Ivan. Business Development Manager PT Cargill Indonesia Adi Widyatmoko menambahkan, seri produk ini terdiri dari 2 seri, yaitu seri rearing (pertumbuhan) yang meliputi fase starter, fase growing, dan fase developer, serta seri Laying (bertelur).

Sementara dari sisi harga, harga akan menyesuaikan dengan wilayah masing-masing. “Karena ini produk seri platinum, jangka harganya memang lebih tinggi dibanding seri lainnya. Harganya nanti akan kami umumkan saat launching, menyesuaikan dengan wilayah,” ungkap Widy. “Produk seri ini juga bisa dijual satuan, tapi alangkah baiknya seri digunakan lengkap karena tiap fase pertumbuhan menentukan kualitas telur,” tambah Widy.

Baca Juga:   FKH Se Indonesia Menjadi 8

Narasumber : money.kompas.com

Similar Posts:

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.