Rekomendasi Ekspor Sektor Peternakan, 5 Tahun Terakhir Capai Rp32,9 Triliun

Kementerian Pertanian mencatat rekomendasi ekspor produk peternakan sejak 2014 sampai semester I 2019 telah menyentuh nilai Rp32,9 triliun.

Dari jumlah tersebut, ekspor kelompok obat hewan memberi kontribusi terbesar dengan jumlah transaksi Rp23,5 triliun. Adapun negara-negara yang menjadi tujuan ekspor utama obat hewan buatan Tanah Air di antaranya adalah Belgia, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.

Kontribusi besar juga dipegang ekspor babi dengan tujuan Singapura yang menyentuh nilai Rp3,04 triliun. Sementara untuk ekspor produk susu dan olahannya, rekomendasi ekspor selama 5 tahun terakhir berada di angka Rp3,07 triliun. Kelompok pakan ternak asal tumbuhan menyumbang transaksi senilai Rp3,34 triliun dan masuk ke 16 negara.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengungkapkan peluang pasar global untuk komoditas peternakan untuk Indonesia masih sangat terbuka. Peluang tersebut datang dari adanya permintaan dari negara-negara Timur Tengah dan negara Asia lainnya.

“Keunggulan halal dari kita juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara dengan penduduk mayoritas Muslim lainnya. Termasuk dukungan terhadap pengembangan pariwisata halal yang secara internasional mulai berkembang pesat dewasa ini,” kata Ketut seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (5/7/2019).

Baca Juga:   Tambak RtVe, Modal Kecil Untung Berlipat

Upaya untuk mendorong dan memfasilitasi ekspor pelaku usaha peternakan untuk ekspor pun ia sebut terus dilakukan. Salah satunya lewat pameran Indo Livestock Expo & Forum 2019.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong pelaku usaha besar dan UMKM peternakan agar dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produk peternakan yang dimilikinya sehingga bersaing di pasar internasional,” kata Ketut.

Dalam pameran tersebut terdapat pula paviliun khusus yang menampilkan produk-produk peternakan nasional yang diekspor.

Adapun pelaku usaha yang turut menampilkan produknya antara lain Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari dan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang yang telah melakukan ekspor semen beku ke Malaysia, Madagaskar, Kyrgyztan, dan Timor Leste; PT. Santosa Agrindo yang telah melakukan ekspor daging wagyu dengan nama brand ‘Tokusen’ ke Myanmar; PT Charoen Phokpand Indonesia dan PT Japfa Comfeed Indonesia.

Narasumber : ekonomi.bisnis.com

Similar Posts:

Baca Juga:   Rekomendasi Seminar Perunggasan ke-3: Perunggasan 2008, Saatnya Stakeholder Bersatu

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.