Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Restoran dan Hotel Sepi, Industri Daging Olahan Terdampak

Posted on
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). – Bisnis/Endang Muchtar

Sebagian parikan daging olahan pada April-Mei 2020 terdampak oleh pandemi Covid-19. Alhasil, utilitas industri daging olahan saat ini turun ke level 65 persen dari posisi 75 persen pada awal tahun.

Seperti diketahui, pabrik daging olahan dibagi menjadi tiga berdasarkan tujuan pasar, yakni pasar tradisional, pasar modern, dan pasar hotel dan restoran. Adapun, National Meat Producer Association (Nampa) mencatat utilitas pabrikan dengan pasar hotel dan restoran turun 60 persen.

“Bahkan ada yang [utilisasinya] sudah 30 persen sekarang. Tamu di hotel tidak ada, [sedangkan] restoran tutup semua,” kata Ketua Umum Nampa Ishana Mahisa kepada Bisnis, Rabu (3/6/2020).

Ishana mencatat pasar tradisional menopang 60-65 persen serapan produk daging olahan di dalam negeri. Sementara itu, pasar restoran dan hotel berkontribusi sekitar 15-20 persen, sedangkan pasar modern hanya sekitar 15 persen.

Dia berujar permintaan pada pasar modern sedikit meningkat pada awal April 2020 saat pandemi Covid-19 mulai menyerang. Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan satu-satunya peningkatan permintaan sepanjang Januari-Mei 2020.

Dengan kata lain, industri daging olahan juga tidak menikmati lonjakan pada bulan Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya. Ishana mendata peningkatan permintaan daging olahan pada bulan Ramadan dapat mencapai 125-150 persen dibandingkan bulan biasa.

Sementara itu, Ishana menyatakan penanganan Covid-19 menjadi kunci pemulihan utilitas industri daging olahan. Menurutnya, utilitas pabrikan dapat kembali turun ke bawah 65 persen jika penanganan Covid-19 berlarut-larut.

Ishana mengutarakan pabrikan daging olahan saat ini telah mengurangi produktivitas sekitar 13 persen akibat implementasi protokol kesehatan. Selain itu, lanjutnya, parikan juga menjadwalkan tenaga kerja untuk keluar pabrik pada siang hari.

Dia melanjutkan,utilitas parikan saat ini tidak dapat menembus level 70 persen. Pasalnya, ujar harga bahan baku yang diterima pabrikan saat ini terlampau tinggi.

Dia mencatat saat ini harga daging kerbau mencapai Rp89.500 per kilogram, sedangkan harga daging sapi sekitar Rp85.000 per kilogram. Adapun, menurutnya, harga yang ditetapkan peternak asal negara impor hanya US$4 atau sekitar Rp60.000 per kilogram.

“Begitu [bahan baku] mahal kami tidak berani ambil banyak bahan baku. Tidak berani jual bbanyak karena takut daya belinya [tidak ada],” ucapnya.

Ishana menduga akar tingginya harga yang diterima pabrikan adalah tata niaga impor daging nasional. Oleh karena itu, Ishana mengatakan pabrikan daging olahan saat ini masih menerapkan strategi konservatif.

Ishana menilai salah satu akar masalah tingginya harga daging adalah terbatasnya izin impor daging. Menurutnya pasokan bahan baku selalu kurang lantaran importir daging di dalam negeri didominasi oleh badan usaha milik negara (BUMN).

Menurutnya, utilitas pabrikan dapat menembus level 80 persen jika pemerintah memberikan ijin pada pabrikan untuk mengimpor bahan baku langsung dari negara asal importir.

Selain itu, sambungnya, penetrasi pasar daging olahan dan serapan daging di dalam negeri oleh pabrikan dapat meningkat, sementara itu harga bahan baku dapat ditekan. Ishana mendata saat ini penetrasi pasar daging olahan baru mencapai 37 persen, sedangkan serapan daging lokal oleh pabrikan hanya 4 persen.

“Kalau bahan bakunya murah, tentu produknya bisa menjangkau [konsumen] lebih luas lagi. [Selain itu,] kandungan daging dalam produk daging olahan dapat meningkat dengan harga yang masih terjangkau,” katanya

Narasumber : https://ekonomi.bisnis.com

Post Terkait:

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • 38 Lokasi Pabrik Mini Pakan Ternak Dikembangkan Deptan Edisi 168 Juli(( Saat ini Indonesia punya 56 pabrik pakan skala besar dan 14 lokasi pabrik mini pakan ternak.))Pada tahun lalu, Departemen Pertanian (Deptan) telah…
  • MUNAS VIII ASOHI : IRAWATI FARI LANJUTKAN… Munas VIII ASOHI pada Selasa 26 Oktober 2021 menetapkan Gani Haryanto sebagai Ketua Badan Pengawas ASOHI 2021-2025. Sementara itu Drh Irawati Fari terpilih kembali menjadi Ketua Umum ASOHI 2021-2025.…
  • Pakan Ternak Tumbuh 7% Pertahun Capai 8,13 Juta Ton (( Tahun 2008 konsumsi pakan berkisar 8,13 juta ton dengan asumsi pertumbuhan kebutuhan peternakan 7%. ))Untuk mengimbangi kenaikan produksi unggas, maka konsumsi pakan ternak nasional…
  • DIPROYEKSI SEKTOR UNGGAS MASIH MENGHADAPI PEMULIHAN… Diproyeksi sektor unggas masih menghadapi pemulihan pada 2021 ini. Kunci utamanya ada pada menjaga persediaan mengingat permintaan terhadap unggas masih terpengaruh pandemi Covid-19. Pada perdagangan…
  • TANTANGAN & PELUANG INDUSTRI PERUNGGASAN PASCA PANDEMI PT Farmsco Feed Indonesia kembali mengadakan webinar bertajuk Farmsco E-Learning pada Selasa (31/8) melalui aplikasi Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube. Dalam webinar kali ke-9…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN by Agribisnis (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… by Agribisnis Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • 38 Lokasi Pabrik Mini Pakan Ternak Dikembangkan Deptan by Agribisnis Edisi 168 Juli(( Saat ini Indonesia punya 56 pabrik pakan skala besar dan 14 lokasi pabrik mini pakan ternak.))Pada tahun lalu, Departemen Pertanian (Deptan) telah…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI