Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

STRAIN VAKSIN GENETIK REVERSE UNTUK MASA DEPAN

Posted on

Infovet Edisi 169 Agustus 2008

STRAIN VAKSIN GENETIK REVERSE UNTUK MASA DEPAN

(( Mengapa menggunakan teknologi genetik reverse untuk jenis bibit vaksin masa depan? ))

Secara historis strain lapangan virus LPAI dengan sub tipe yang cocok HA ditumbuhkan pada telur ayam berembrio atau perusahaan yang memenuhi kaidah BSL2; memberikan proteksi yang luas terhadap tantangan virus LPAI dan HPAI; mempunyai potensi keamanan yang rendah untuk infeksi manusia dan konsekuensi yang rendah dengan pengaruh lingkungan.

Secara kekinian strain virus benih HPAI di antaranya strain Legok tahun 2003 dan strain Rusia tahun 2005; membutuhkan fasilitas penyimpanan biologik yang tinggi di mana resiko keamanan ditingkatkan dan kesalahan dapat dikurangi.

Genetik yang berubah dan kekayaan antigenik yang berbeda dari virus antara lain virus AI tipe H5 mengalami perubahan HA yang merupakan versi Eurasian dan variasi genetik didalam kelompok; virus H5N1 Eurasia/Afrika bukanlah sebuah virus tunggal tetapi masih satu garis dalam famili virus; sejak 1996 telah dibentuk secara genetik berdasar pada isolasi geografis dan infeksi spesies kedalam 10 garis.

Demikian disampaikan dalam pertemuan perkembangan dari Proyek OFFLU (OIE/FAO Animal Influenza Network) kerjasama Pemerintah Indonesia dengan FAO/OIE belum lama ini di Jakarta oleh Frank Wong, Anna Axel, Pater Daniels dari AAHL, Geelong, Indi Dharmayanti dari Bbalitvet Bogor, Johannes Oritomo, Dr Andeena dari JAPFA Comfeed, Bhudipa Choudhury dari OOFLU dan Mia Kim dari FAO Roma.

Kesamaan subtipe proteksi HA dengan vaksin AI menunjukkan bahwa khususnya pada tahun 2006 vaksin virus AI yang inaktif digunakan pada ayam melawan HPAI subtype H5N1 bermanfaat untuk mencegah ayam sakit dan mencegah kematian; lalu menurunkan replikasi dan perluasan virus dari sistem pernapasan dan saluran usus. Sifat vaksin HPAI tipe H5N1 melawan virus yang sama ini merupakan satu keunikan yang dapat diidentifikasi secara lengkap resisten terhadap vaksin-vaksin dengan strain tertentu.

Hal tersebut memberi penekanan bahwa kebutuhan untuk mendapatkan strain varian yang dimodifikasi dan aplikasi untuk jenis strain masa depan. Jalan keluar dari berbagai permasalahan tersebut, dibutuhkan vaksin yang secara antigenik lebih baik dan cocok untuk hemaglutinin, secara periodik meningkatkan strain vaksin yang cocok dengan virus lapangan yang cukup mendominasi; diperlukan penggunaan teknologi yang lebih baru seperti genetik reverse untuk strain AI atau teknologi rekombinan untuk vaksin diperantarai virus.

Vaksin AI genetik versi ulang tersebut menggunakan 8 atau 12 sistem plasmid untuk memproduksi virus dengan subtipe HA dan NA yang spesifik; menggunakan genetik internal yang mengijinkan pertumbuhan yang tinggi pada telur ayam.

Di masa depan konsep yang dibutuhkan untuk perijinan dan penggunaan vektor virus adalah virus cacar unggas rekombinan atau strain vaksin penyakit ND; kebutuhan yang dapat diletakkan ulang untuk virus AI yang genetik terkini HA nya.

Persyaratan OIE tentang manual uji diagnostik dan vaksin untuk ternak menyatakan setiap subtype hanya virus AI yang karakterisasinya baik dari tingkat keganasan rendah dianjurkan dari pengujian internasional dan nasional dapat digunakan untuk benih utama yang stabil guna vaksin yang di inaktifkan.

Kebijakan di atas disebabkan oleh karena beberapa alasan yaitu lebih aman untuk bekerja dengan lingkungan LPAI dan ketelitian kerja; manipulasi dari virus HPAI diijinkan hanya pada fasilitas yang ditemukan pemenuhan persyaratan lebih tinggi untuk penyimpanan dan keamanan contohnya divalidasi untuk agen infeksi secara lebih tinggi; umumnya virus LPAI adalah kurang ganas pada embrio sehingga pertumbuhannya lebih baik dan mengijinkan produksi titer tinggi dari virus aktif secara umum.

Beberapa isu yang berkembang antara lain apakah PT. Shigetta IPB merupakan pemilik paten eksklusif untuk H5N1 genetik reverse? Lalu, tentang lisensi untuk medimmune berupa royalti atau biaya per dosis?

Kesimpulannya, vaksin genetik reverse mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi, keampuhan atau kecocokan, lapangan produksi yang lebih tinggi dan peningkatan yang lebih mudah. Tetapi, soal royalti, paten, dan lisensi butuh untuk dipertimbangkan. (YR/Fj)

Post Terkait:

  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • “FLU BURUNG: KITA TIDAK PERLU TAKUT!” (( Kecil kemungkinan terinfeksi dari daging dan telur selama kita tidak mengkonsumsi daging atau telur burung dalam kondisi mentah. Peluang terjadinya infeksi pada peternak sendiri…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • Quo Vadis Kebijakan Vaksin AI di Indonesia Oleh: Drh Abadi Sutisna MSiAlhamdulillah sampai akhir tahun 2009 Avian Influenza alias ”flu ayam” masih eksis di Indonesia, walaupun kasusnya tidak sehebat tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… by Agribisnis Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN by Agribisnis GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • “FLU BURUNG: KITA TIDAK PERLU TAKUT!” by Agribisnis (( Kecil kemungkinan terinfeksi dari daging dan telur selama kita tidak mengkonsumsi daging atau telur burung dalam kondisi mentah. Peluang terjadinya infeksi pada peternak sendiri…

  • 1,235,315
  • 637,706
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI