Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

TUJUAN JAMUR MEMBENTUK MYCOTOXIN ADALAH UNTUK MELAWAN PREDATOR YANG MENGANCAM HIDUPNYA DAN JUGA BAGI INDUK SEMAR

Posted on

Drs Med Tony Unandar MSc, Private Poultry Farm Consultant, menjadi salah satu narasumber Olmix Indonesia National Webinar: Mycotoxin Risk Management in Poultry, yang diselenggarakan pada 9 Maret 2022 oleh PT Olmix Indonesia Nutrition.

“Karakter umum mycotoxin biasanya tumbuh pada biji-bijian yang kaya makro nutrisi dan mikro nutrisi. Fungi mulai bertunas kemudian berkembang lebih lanjut sambil melakukan metabolisme, dan hasil metabolismenya itu salah satunya mycotoxin,” kata Tony.

Tujuan jamur membentuk mycotoxin adalah untuk melawan predator yang mengancam hidupnya, tapi ternyata mycotoxin juga beracun bagi induk semang.

Dalam satu biji-bijian bisa ditumbuhi oleh lebih dari satu jenis jamur jadi satu bahan baku bisa mengandung lebih dari satu jenis mycotoxin. Jamur bisa tumbuh pada saat biji-bijian disimpan di gudang atau sudah dalam pakan, juga bisa tumbuh seiring pertumbuhan biji-bijian di lapangan.

Manifestasi keracunan mycotoxin bukan hanya tergantung dari levelnya, tapi juga ada efek akumulatif. Maka umur ayam sangat berpengaruh karena makin lama dia makan yang mengandung mycotoxin makin terakumulasi dalam tubuh ayam. Ini terjadi karena mycotoxin mempunyai waktu paruh yang panjang.

Walau di dalam pakan ditemukan level toxin rendah tapi karena adanya efek kumulatif maka ayam akan menunjukkan tanda-tanda keracunan pada umur tertentu. Kebanyakan kasus keracunan mycotoxin terjadi secara sub kronis sampai kronis.

Rata-rata pakan mengandung mycotoxin cocktail. Satu mycotoxin bisa memberikan efek aditif pada toxin lain, atau efek sinergyzing pada toxin lain.

Tony menjelaskan, “Tidak ada batas aman mycotixin, level referensi yang ada pada kita hanyalah patokan kita untuk mengira-ngira bahan baku ini seberapa besar resikonya kalau kita gunakan di lapangan.”

Tidak adanya batas aman pada mycotoxin karena 3 kondisi yaitu ada efek kumulatif, efek sinergyzing, dan adanya bentuk conjugated/masked/modified mycotoxin.

Ketika biji-bijian tumbuh bersama-sama jamur di lapangan, maka mycotoxin yang terbentuk akan coba diikat oleh tumbuhan menjadi bentuk yang tidak terlalu aktif, yang disebut conjugated/masked/modified mycotoxin.

Pada fase 1 kalau ada kontaminasi mycotoxin terlihat jelas adanya gangguan pada feed intake. Terjadi hanya seketika, misalnya terjadi selama seminggu sampai 10 hari  setelah itu normal feed intake-nya.

Pada fase 1 peternak kebanyakan tidak menyadari ada mycotoxin. Pada fase 2 baru infeksi sekundernya jelas, tekanan pada imunosupresinya jelas. Tony menjelaskan, “Maka kita harus melakukan analisa ulang dari data yang kita punya untuk meyakinkan keberadaan mycotoxin. Walapun belum mempunyai hasil lab mycotoxin.”

Umumnya untuk melihat resiko mycotoxin dengan melihat tiga sumber biji-bijian yang paling tinggi yang dipakai. Buat kalkulasi simulasi resikonya seperti apa. Biji-bijian menurut FAO 25% terkontaminasi oleh lebih dari satu jenis mycotoxin.

Dampak mycotoxin pada long-life birds, jika ada mycotoxin dalam pakan jenis apapun pasti merusak gut integrity. Sehingga akan mengganggu absorbsi terutama mikronutrien yang sangat riskan.

Contoh pada konteks dampak terhadap penurunan produksi yaitu kalsium dan vitamin D3, ini sudah dimulai dari rongga usus. Ketika mycotoxin sudah terserap akan dimetabolisme oleh tubuh terutama di hati dan ginjal, keduanya adalah organ detoksifikasi pada ayam.

Kedua organ itu rusak padahal keduanya mensupport metabolisme kalsium dan vitamin D3. Pada long-life birds layer komersil ataupun broiler akan nampak gangguan pada kualitas telur tetas, atau kualitas telur komersil, apakah kerabangnya atau kondisi internal telur.

Menurut Drh Yuana Saputra, Olmix Indonesia Territory Manager, sejak 20 tahun yang lalu Olmix mendedikasikan R&D untuk mengembangkan produk terkait bagaimana penanganan resiko myctoxin yang ada di lapangan. Olmix juga mendedikasikan risetnya untuk bisa memitigasi dengan beberapa platform dan tool di antaranya Myco Evaluator yang bisa diakses di Olmix.com dan Myco Simulator yang bisa didapatkan di playstore.

Sumber : http://www.majalahinfovet.com/

Post Terkait:

  • Persoalan Jamur Pada Musim Hujan Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008((Cuaca yang selalu berubah seperti saat ini, kadang hujan dan tiba-tiba panas menyebabkan kondisi lembab dan panas yang dapat merangsang…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • Mempercepat Sertifikasi Pakan melalui Pengembangan… Bekasi, 27 Agustus 2020,  PT Trouw Nutrition Indonesia, pemimpin perusahaan penyedia solusi nutrisi hewan di Indonesia memperluas kerja samanya dengan institusi yang bertanggung jawab terhadap…
  • Pakan Ternak Tumbuh 7% Pertahun Capai 8,13 Juta Ton (( Tahun 2008 konsumsi pakan berkisar 8,13 juta ton dengan asumsi pertumbuhan kebutuhan peternakan 7%. ))Untuk mengimbangi kenaikan produksi unggas, maka konsumsi pakan ternak nasional…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Cacingan dan Pengobatannya | Majalah Infovet I… Edisi 167 Juni 2008Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND…
  • Ketika Ternak (Jangan) Diserang Cacing Marilah berorientasi pada pengendalian penyakit, tindakan konprehensif yang tidak semata-mata menekankan pada pengobatan untuk mengobati setelah kasus penyakit terjadi.Itulah yang ingin dikatakan Hanafiah dan Dwi…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Persoalan Jamur Pada Musim Hujan by Agribisnis Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008((Cuaca yang selalu berubah seperti saat ini, kadang hujan dan tiba-tiba panas menyebabkan kondisi lembab dan panas yang dapat merangsang…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak by Agribisnis Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik by Agribisnis (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… by Agribisnis Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…

  • 1,202,766
  • 606,610
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI