WEBINAR BIDANG PERUNGGASAN BAGI CALON SDM

WEBINAR BIDANG PERUNGGASAN BAGI CALON SDM
Bidang perunggasan bagi calon SDM (sumber daya manusia) pemimpin masa depan dalam pembangunan perunggasan nasional, guna mempercepat penggerakan roda perekonomian menjadi penopang utama dalam pemenuhan protein hewani masyarakat.

Webinar menghadirkan narasumber Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada, Prof Ali Agus. Dalam paparannya, ia menjelaskan ragam dinamika bisnis perunggasan yang terjadi ibarat pohon yang sedang meranggas. Karena itu, untuk meningkatkan daya saing sebagai penggerak roda ekonomi rakyat maupun di kancah internasional, dibutuhkan peningkatan SDM dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

“Kuncinya SDM dan iptek. Diperlukan SDM yang bekualitas salah satunya melalui pendidikan untuk menambah keahlian/skill, inovatif, kreatif, memiliki jiwa kepemimpinan dan lain sebagainya. Ini menjadi sangat penting sekali,” jelas Prof Ali yang juga menjabat Sekretaris Jenderal South East Asia Network of Animal Science.

Sementara dari sisi pemanfaatan iptek, lanjut dia, pengembangan mengenai breedingfeed and feedinghousing dan it support sangat dibutuhkan. Contohnya perkembangan genetika unggas, pengembangan kandang closed house, sampai munculnya aplikasi yang membantu manajemen budi daya hingga pemasaran unggas (start up) yang dinilai sangat bermanfaat bagi peternak dan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Guru Besar sekaligus Wakil Dekan I Fapet Universitas Brawijaya, Prof M. Halim Natsir yang juga menjadi pembicara. Ia menyebut, SDM yang memiliki karakter wirausaha harus berani tampil beda (inovatif). “Juga berani mengambil risiko dan mau menjemput bola dalam melihat peluang bisnis,” tukas Prof Halim.

Kegiatan yang dihadiri 200-an orang ini juga menampilkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diwakili Koordinator Unggas dan Aneka Ternak, Iqbal Alim. Dan sebagai informasi, PPA merupakan program yang digagas untuk memberikan pembekalan seputar kewirausahaan perunggasan selama dua bulan (Maret-April 2021) bagi mahasiswa terseleksi dan peserta umum. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *