MALINDO FEEDMILL INDONESIA TARGETKAN PERTUMBUHAN 15%

PT Malindo Feedmill Indonesia Tbk, memproyeksikan pertumbuhan penjualan naik 15% sepanjang 2019 menjadi sekitar Rp7,4 triliun. Pada 2017,  Malindo membukukan pertumbuhan penjualan negatif 4% year on year, menjadi Rp5,44 triliun dari posisi Rp5,23 triliun. Namun, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan yang positif hingga akhir 2018. Demikian sebagaimana dikutip website bisnis.com.

Direktur PT Malindo Feedmill Indonesia Rudy Hartono Husin

Direktur PT Malindo Feedmill Indonesia Rudy Hartono Husin

Direktur PT Malindo Feedmill Indonesia Rudy Hartono Husin mengungkapkan, kinerja hingga akhir 2018 berhasil tumbuh dua digit. Dari sisi bilangan, katanya, pertumbuhan penjualan perseroan pada 2018 sekitar 19%–20%. Dia mengungkapkan, angka pertumbuhan sepanjang 2018, hampir mirip dengan pertumbuhan pada kuartal III/2018, dimana kenaikan dua digit sudah terjadi.

Bila mengacu pada penjualan bersih PT Malindo Feedmill Indonesia pada 2017, maka nilai yang dikantongi perseroan pada 2018 akan berkisar Rp6,4 triliun. Dalam catatan Bisnis.com, PT Malindo Feedmill Indonesia mengincar pertumbuhan pendapatan 15% atau menjadi Rp6,25 triliun. Namun, pertumbuhan pendapatan perseroan pada 2018 mendekati 20%.

“Pertumbuhan revenue [2018] mirip dengan kuartal III/2018. Tahun ini, kami ingin tumbuh 15%,” ungkapnya Bisnis.com, Senin (4/2). Dia mengungkapkan, kinerja 2018 naik hingga dua digit karena pada 2017 membukukan pertumbuhan yang negatif. Rudy mengharapkan, kondisi positif pada 2018 bisa berlanjut hingga akhir 2019.

Baca Juga:   Laba Charoen Pokphand Indonesia Kuartal III 2018 Naik 79%

Saat ini, pelaku bisnis unggas mengharapkan pesta demokrasi pada tahun ini bisa berjalan dengan aman dan damai. Bila hal itu terjadi, tambahnya, 2019 akan kembali menjadi tahun yang positif bagi perseroan.

Sebagai informasi, hingga September 2018, PT Malindo Feedmill Indonesia membukukan pendapatan Rp4,84 triliun, naik 19,55% year on year dari sebelumnya Rp4,05 triliun. Laba bersih melonjak 6.642,24% yoy menuju Rp186,76 miliar dibandingkan dengan per kuartal III/2018 senilai Rp2,77 miliar.

Hingga September 2018, capaian pendapatan perseroan terutama ditopang peningkatan penjualan pakan, anak ayam usia sehari (day old chicken/ DOC), dan ayam pedaging. Untuk ayam broiler, Malindo menjualnya langsung ke restoran besar, sehingga tidak terlalu terpengaruh harga pasar.

Dari sisi saham, kinerja saham PT Malindo Feedmill Indonesia sepanjang awal 2019 telah naik 32,26% menuju level Rp1.845 per saham. Sementara itu, pada penutupan perdagangan Senin (4/2/2019), harga saham PT Malindo Feedmill Indonesia naik 75 poin atau naik 4,24%.

Profil Malindo Feedmil

Menurut Catatan Agribiznetwork.com, Malindo Feedmill merupakan perusahaan PMA Malaysia yang cukup agresif dalam bisnis perunggasan di Indonesia.

Baca Juga:   Saham Malindo Feedmill naik 11,94% hari ini, simak prospek kinerja dan rekomendasi analis

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1997 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006, sebagai bagian dari Leong Hup Holdings Berhad, Malaysia dan Emivest Berhad, Malaysia (keduanya terdaftar di Bursa Malaysia).

Malindo bergerak dalam bidang produksi dan perdagangan pakan ternak, terutama pakan untuk ayam broiler (pedaging), ayam layer (petelur). Selain itu perusahaan ini juga memiliki anak usaha yang memproduksi dan memasarkan parent stock DOC (Day Old Chicks), DOC komersial dan ayam Broiler. Kini Malindo telah berkembang hingga industri hilir berupa produksi olahan daging ayam . Beberapa perusahaan yang berada dalam group Malindo antara lain  PT Bibit Indonesia, PT Prima Fajar, PT Leong Ayamsatu Primadona, PT Quality Indonesia dan PT Malindo Food Delight.

(Ef)

Similar Posts:

Baca Juga:   EKSPOR BIBIT AYAM PETELUR, PETERNAK INDONESIA CETAK DOLAR

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.