Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Bursa Asia Melemah, IHSG Berbalik Menguat pada Akhir Sesi I

Posted on
Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik menguat 0,05 persen atau 2,90 poin ke level 6.375,69 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,36 persen atau 22,86 poin ke level 6.349,9

Ungkapnya pada market.bisnis.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (26/4/2019). Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik menguat 0,05 persen atau 2,90 poin ke level 6.375,69 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,36 persen atau 22,86 poin ke level 6.349,92.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.321,66 – 6.381,52. Adapun pada perdagangan Kamis (25/4), IHSG ditutup melemah 1,16 persen atau 75,09 poin di level 6.372,79.

Empat dari sembilan indeks sektoral menetap di zona hijau, dipimpin sektor infrastruktur yang menguat 0,65 persen. Di sisi lain, lima sektor melemah, didorong oleh sektor pertanian yang turun 0,38 persen.

Sebanyak 181 saham menguat, 179 saham melemah, dan 272 saham stagnan dari 632 saham yang diperdagangkan hari ini.

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing menguat 2,59 persen dan 0,27 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG siang ini.

IHSG menguat di saat mayoritas bursa saham lainnya di kawasan Asia justru melemah, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 yang melemah masing-masing 0,55 persen dan 0,58 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite turun 0,78 persen.

Dilansir Bloomberg, bursa saham Asia melemah menyusul pesan beragam dari bursa saham AS saat musim laporan pendapatan berlanjut.

Seiring bergulirnya laporan pendapatan, investor mencari alasan untuk menghidupkan kembali reli risiko global. Sebagian besar kinerja emiten yang positif sejauh ini telah mengurangi kecemasan atas ekonomi global, meskipun kekhawatiran baru di sejumlah pasar negara berkembang dari Turki hingga Argentina mengurangi minat investor terhadap aset berisiko.

Investor juga mengawasi ketat data produk domestik bruto kuartal pertama AS yang akan dirilis hari ini waktu setempat.

“Kami berada dalam lingkungan ekonomi yang pertumbuhannya relatif lebih lambat dan ekspektasi pendapatan lebih rendah,” kata Ryan Primmer, kepala solusi investasi di UBS Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.(Evi)

Post Terkait:

  • Rekomendasi Saham dan Update IHSG Hari Ini, Jumat… Ungkapnya market.bisnis.com, pada perdagangan Kamis (25/4), IHSG ditutup melemah 75,098 poin atau 1,165 persen ke 6.372,787, level penutupan terendahnya dalam sekitar enam pekan. Sepuluh saham…
  • JII Berakhir Turun Tajam,PT Unilever Indonesia & PT… Pergerakan indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), ditutup turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (13/11/2019), dengan saham PT Unilever Indonesia & PT…
  • Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Turun 2,34… Berdasarkan data Bloomberg, JII berbalik melemah 0,23 persen atau 1,59 poin ke level 684,33 pada pukul 09.58 WIB, meskipun sempat dibuka rebound dengan penguatan 1,32 poin atau 0,19 persen…
  • ISLAMIC INDEX PADA SAAT INI MELEMAH DI AWAL… Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. dan PT Unilever Indonesia Tbk. yang masing-masing melemah 3,85% dan 0,51% . Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index…
  • 10 Saham Cetak Untung Terbesar pada Perdagangan 23 April Saham PT Menteng Heritage Realty Tbk. membukukan kenaikan harga terbesar pada perdagangan hari ini, ungkapnya Bisnis.com, Selasa (23/4/2019). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham…
  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • Sektor Unggas Menjanjikan, Saham Pilihan Mirae Asset Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A. Fauni merekomendasikan beli untuk PT Malindo Feedmil Tbk, dan PT Japfa Comfeed Tbk. Masing-masing target harga bagi keduanya…
  • Ketegangan Meningkat Jelang Pertemuan Perdagangan,… Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah. Setelah kemajuan dalam pembicaraan perdagangan tingkat tinggi dihancurkan oleh upaya AS untuk membatasi aliran modal ke China dan dimasukkannya…
  • Sedang Bearish, Mampukah MAIN Kembali ke Level Rp1.000? Harga saham PT Malindo Feedmill Tbk. tengah memerah di level Rp940 per saham. Mampukah saham emiten bersandi MAIN itu kembali menembus level Rp1.000? Berdasakan data Bloomberg,…
  • Saham Emiten Unggas Kembali Kepakan Sayap, Mana yang… Langkah pemerintah untuk menyerap ayam dari peternak membawa angin segar bagi laju saham emiten perunggasan yang telah menguat dua digit dalam sebulan terakhir. Ketangguhan kepakan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Rekomendasi Saham dan Update IHSG Hari Ini, Jumat… by Agribisnis Ungkapnya market.bisnis.com, pada perdagangan Kamis (25/4), IHSG ditutup melemah 75,098 poin atau 1,165 persen ke 6.372,787, level penutupan terendahnya dalam sekitar enam pekan. Sepuluh saham…
  • JII Berakhir Turun Tajam,PT Unilever Indonesia & PT… by Agribisnis Pergerakan indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), ditutup turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (13/11/2019), dengan saham PT Unilever Indonesia & PT…
  • Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Turun 2,34… by Agribisnis Berdasarkan data Bloomberg, JII berbalik melemah 0,23 persen atau 1,59 poin ke level 684,33 pada pukul 09.58 WIB, meskipun sempat dibuka rebound dengan penguatan 1,32 poin atau 0,19 persen…
  • ISLAMIC INDEX PADA SAAT INI MELEMAH DI AWAL… by Agribisnis Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. dan PT Unilever Indonesia Tbk. yang masing-masing melemah 3,85% dan 0,51% . Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index…
  • 10 Saham Cetak Untung Terbesar pada Perdagangan 23 April by Agribisnis Saham PT Menteng Heritage Realty Tbk. membukukan kenaikan harga terbesar pada perdagangan hari ini, ungkapnya Bisnis.com, Selasa (23/4/2019). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham…

  • 1,202,816
  • 606,660
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI