Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

KKP Kembangkan Artemia Untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Posted on

Kemandirian perikanan budidaya terus diwujudkan. Salah satu caranya adalah kemandirian di bidang pakan atau sarana budidaya ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), melakukan terobosan dengan melakukan percontohan produksi artemia, pakan alamiesensial untuk larva ikan dan udang, yang selama ini didatangkan dengan cara impor dari Amerika Serikat, China dan Vietnam.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan, percontohan produksi artemia sudah akan mulai dilakukan di Jepara, Rembang dan Madura. “Hal ini dilakukan untuk memangkas angka impor artemia yang terbilang sangat tinggi tiap tahun”, kata Slamet

“Rata-rata artemia cyst yang kita impor setahun adalah 40 ton. Kalau harga rata-rata perkilonya Rp. 1,4 juta, maka nilainya sekitar Rp 56 miliar. Ini saya kira sangat disayangkan kalau kita sendiri tidak bisa memproduksi artemia. Sementara kita sendiri memiliki teknologi dan lahannya,” ujar Slamet kepada pers dalam acara penebaran perdana bibit artemia di Jepara, Jawa Tengah, Kamis (11/8).

Slamet menjelaskan, artemia sangat cocok berkembang di daerah-daerah penghasil garam seperti di Indonesia. Lebih-lebih, area tambak garam nasional, berdasar data tahun 2015 seluas 25.830 ha, ini sangat luas dengan perairan yang begitu subur.

“Untuk tahun ini, percontohan budidaya artemia sudah mulai dilaksanakan di Jepara, seluas 5 hektar. Kemudian di Rembang, 10 hektar. Dan di Madura seluas 0,5 hektar bekerjasama dengan PT Garam. Dengan tingkat penguasaan teknologi yang mumpuni, proyek percontohan ini diharapkan dapat diduplikasi oleh masyarakat pembudidaya khususnya di wilayah pesisir. Sehingga mampu menambah pendapatan khususnya bagi petambak garam”, jelas Slamet.

Berdasarkan analisa usaha budidaya artemia yang dilakukan di areal tambak garam, usaha budidaya ini cukup menguntungkan. Dari 1 hektar lahan budidaya artemia, dapat menghasilkan 200-300 kgcyst artemia per siklus (3-4 bulan di musim kemarau). Dengan harga artemia cyst per kilogram basah adalah sekitar Rp 300 ribu, maka akan diperoleh hasil Rp 60 juta – 90 juta per siklus. Kemudian, biaya produksi budidaya artemia per siklus per hektar berkisar Rp 15 juta-Rp 20 juta. Apabila dihitung, maka keuntungan yang akan diperoleh adalah Rp. 40 – 60 juta per siklus (3 – 4 bulan).

Slamet menjelaskan, artemia bisa diproduksi dalam bentuk Cysts maupun Biomas (hidup) “Sehingga disamping hasil panen dari artemia cyst, juga akan diperoleh pendapatan tambahan dari panen biomass artemia. “Produksi biomas artemia per hektar adalah 400 kg dengan harga mencapai Rp 75 ribu per kilogram. Artinya, dalam setiap hektar lahan, biomas artemia yang dihasilkan bernilai sekitar Rp 30 juta”, terang Slamet

“Budidaya artemia ini tidak mengurangi produksitivitas garam, bahkan dapat disinergikan karena air buangan artemia dpt dialirkan untuk produksi garam. Bahkan di yakini mampu meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan. Hal ini sudah dilakukan di lokasi tambak garam PT. Garam di Madura”, papar Slamet

Guna memudahkan proses penyerapan pasar untuk produk artemia ini, DJPB telah menjalin komunikasi dan kerjasama dengan dua BUMN dan satu swasta, yakni Perum Perikanan Indonesia (Perindo), PT Garam, dan PT. Arafura Marikultur. Ketiga perusahaan tersebut diminta untuk berperan dalam penyerapan artemia basah dari para pembudidaya untuk diproses lebih lanjut lalu dipasarkan.

Slamet juga memastikan, kebutuhan artemia dalam proses produksi ikan bakal terus meningkat. Tidak hanya di Indonesia namun juga keperluan akuakultur dunia. “Artemia adalah pakan utama larva yang mengandung asam lemak tak jenuh dan protein sangat tinggi, mempunyai berbagai macam asam aminoyang esensial untuk keperluan pertumbuhan larva ikan dan udang, sehingga tepat sekali digunakan untuk pakan larva ikan, udang, ikan hias, dan jenis larva ikan lainnya,” tambah Slamet.

“Untuk meningkatkan produksi artemia dari segi volume maupun kualitas, kita akan menggunakan tenaga ahli dari Belgia. “Tujuannya adalah untuk mengkawal kualitas artemia dan membantu memperluas jaringan pasar luar negeri khususnya agar artemia yg dihasilkan mampu bersaing dengan produk impor dan tentunya dengan harga yang terjangkau. Karena kalau kita impor dengan berat 450 gram per kaleng, harganya mencapai Rp 800 ribu. Ini terlalu mahal, dan ini membuat usaha budidaya menjadi tidak efisien. Dengan semangat kemandirian, kita akan wujudkan produksi artemia dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional. Dan ini akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkasnya.

Sumber: humas djpb kkp RI

Post Terkait:

  • Merawat Warisan Budidaya Sudah jamak berlaku di belahan bumi mana pun, merawat tradisi budaya yang baik adalah upaya untuk menjaga kelestarian peradaban manusia. Ambil yang baik, buang buruknya.…
  • Outlook Penyakit Ikan dan Udang 2019   Diawali dengan penandatanganan MoU antara Info Akuakultur dan Himpunan Perekayasa Indonesia (HIMPERINDO), oleh Pemimpin Redaksi, Ir. Bambang Soeharno dan Ketua Himperindo, Dr. I Nyoman…
  • Alih Teknologi dan Sinergi Budidaya udang di timur Bumi Sang Bumi Ruwa Jurai ini terus menggeliat. Sebagai bagian dari provinsi penyumbang—sekaligus lumbung—udang nasional, Lampung Timur menunjukkan gelagat ke arah…
  • Dengan “AKUBISA” Semua Jadi Mudah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum lama ini memperkenalkan sekaligus meresmikan layanan sistem perizinan berbasis online untuk kegiatan usaha perikanan budidaya yang diberi nama “AKUBISA”…
  • Minapoli Selenggarakan Digifish 2018 Bertempat di Menara Multimedia Telkom Jakarta, Senin 7 Mei 2018 berlangsung sebuah acara  bertajuk Digifish 2018, sebuah event digitalisasi industri perikanan . Acara yang dimulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB…
  • KKP Kejar Target Pembentukan Kawasan Konservasi Perairan Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya melakukan akselerasi pengelolaan kawasan konservasi daerah guna mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru. Hal itu bertujuan memberikan manfaat ekonomi yang…
  • selamat ulang tahun yang ke-3 Assalamualaikum Wr. Wb. Salam Akuakultur…..     Pembangunan sektor perikanan termasuk perikanan budidaya merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Hal ini tidak terlepas dari komitmen…
  • INOI: Panduan Tepat Memilih Obat Ikan Peranan obat ikan dalam aktifitas budidaya perikanan sangatlah penting, namun jangan sembarangan memilih obat karena dapat berakibat fatal terlebih menggunakan obat hewan illegal yang belum…
  • Terobosan pada Industri Patin Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar acara Marine & Fisheries Business & Investment Forum (MFBIF) pada 11 April 2018 di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta.…
  • Era Revolusi Industri Perikanan 4.0 Tim redaksi Majalah Info akuakultur yang diwakili oleh Resti Setiawati pada 29 Agustus 2018 berkesempatan menghadiri undangan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam acara seminar…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Merawat Warisan Budidaya by Agribisnis Sudah jamak berlaku di belahan bumi mana pun, merawat tradisi budaya yang baik adalah upaya untuk menjaga kelestarian peradaban manusia. Ambil yang baik, buang buruknya.…
  • Outlook Penyakit Ikan dan Udang 2019 by Agribisnis   Diawali dengan penandatanganan MoU antara Info Akuakultur dan Himpunan Perekayasa Indonesia (HIMPERINDO), oleh Pemimpin Redaksi, Ir. Bambang Soeharno dan Ketua Himperindo, Dr. I Nyoman…
  • Alih Teknologi dan Sinergi by Agribisnis Budidaya udang di timur Bumi Sang Bumi Ruwa Jurai ini terus menggeliat. Sebagai bagian dari provinsi penyumbang—sekaligus lumbung—udang nasional, Lampung Timur menunjukkan gelagat ke arah…
  • Dengan “AKUBISA” Semua Jadi Mudah by Agribisnis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum lama ini memperkenalkan sekaligus meresmikan layanan sistem perizinan berbasis online untuk kegiatan usaha perikanan budidaya yang diberi nama “AKUBISA”…
  • Minapoli Selenggarakan Digifish 2018 by Agribisnis Bertempat di Menara Multimedia Telkom Jakarta, Senin 7 Mei 2018 berlangsung sebuah acara  bertajuk Digifish 2018, sebuah event digitalisasi industri perikanan . Acara yang dimulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB…

  • 1,202,770
  • 606,614
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI