Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Kincir Modern di Tambak Udang Tradisional Lampung Timur

Posted on

Sebagai penyuplai oksigen di dalam perairan tambak, kincir memiliki peranan penting dalam urusan ketersediaan oksigen dan menjaga kualitas air dalam tambak udang.

Menurut Direktur Manager PT Sumber Lancara (SL) Cartenius Wijaya, peranan kincir dalam tambak budidaya udang memiliki pengaruh yang cukup penting untuk proses budidaya udang itu sendiri. Kincir menjadi jalur sirkulasi pada tambak budidaya, media-media lain yang terdapat pada tambak seperti kotoran atau sisa pakan yang tidak termakan perlu ditempatkan pada titik sentral yang kemudian akan dilanjutkan oleh sistem pembuangan supaya bisa terbuang dengan sempurna.

Hal ini membutuhkan bantuan kincir untuk mengatur arus supaya media tersebut dapat terkumpul di titik sentral tersebut. “Kincir juga mengatur stabilitas kadar oksigen pada tambak, selain untuk memberi jalur sirkulasi, kincir juga berperan penting untuk mencampur serta menyetabilkan oksigen yang teroksidasi ke air pada tambak,” ujarnya.

Percikan air yang dihasilkan oleh kincir, secara otomatis akan teroksidasi pada air sehingga air pada tambak budidaya memiliki tingkat oksigen yang mencukupi untuk proses budidaya udang. Kemudian, kata Cartenius, kincir sebagai media untuk mendistribusikan dan meratakan komponen tambahan pada tambak pada masa budidaya seperti vitamin atau media lainnya untuk menunjang proses budidaya udang.

“Media tambahan tersebut perlu disebar dengan merata pada tambak agar dapat diserap oleh udang secara maksimal. Oleh sebab itu, diperlukan kincir untuk meratakan penyebaran media tambahan tersebut dan biasanya vitamin atau media tambahan disebar di depan kincir kemudian akan di distribusikan oleh kincir,” paparnya.

Jenis Kincir

Penggunaan kincir bisa dikatakan “wajib” ada dalam budidaya udang tradisional, seperti halnya para petambak udang di Desa Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, mayoritas petambak menggunakan kincir yang sama dari PT Sumber Lancar (SL).

Tjahyani Purwo Asturi dari PT Sumber Lancar Cabang Lampung mengatakan, “sekitar 85 % petambak udang di wilayah Lampung sudah menggunakan produk kincir dengan teknologi modern dari SL,” ujarnya.

Yani atau yang kerab disapa “Mba Kincir” oleh petambak menambahkan, saat ini petambak sudah cerdas dalam hal memilih peralatan pendukung tambak khususnya kincir. Katanya, petambak berani berinvestasi membeli kincir yang berkualitas meskipun harganya sedikit mahal karena mereka berpikir jangka panjang dan kincir yang dipakai hemat listrik sehingga dapat menekan menekan biaya listrik tiap bulan.

“Kincir SL dikenal ketahannya, tidak rewel, dan tentunya biaya operasionalnya murah,” pungkas Yani.

Lebih lanjut, Cartenius menjelaskan, SL memiliki banyak jenis kincir air yang menyesuaikan dengan sekmen dari petambak dengan berbagai merk yang berbeda, mulai dari SL Vaname, Neptune, Cakra, Garuda, dan Fortune.

Sedangkan untuk jenis kincir, SL membagi jenisnya untuk sekmen rendah biaya produksi dan rendah biaya investasi. Untuk jenis kincir dengan rendah biaya produksi, spare part yang digunakan sudah menggunakan part stainless steel serta part-part lain yang memudahkan serta mengefisienkan kinerja kincir sehingga petambak tidak perlu repot mengurus teknis pengoperasian kincir tersebut.

Selain itu, kincir dengan rendah biaya produksi ini juga memiliki konsumsi listrik yang cukup efisien dengan tujuan dapat menekan biaya produksi selama masa budidaya sehingga petambak sudah tidak perlu repot memikirkan teknis dari kincir tersebut dan sekaligus dapat menghemat pengeluaran untuk penggunaan listrik selama budidaya.

“Mengingat tidak semua petambak memiliki modal awal yang cukup besar dalam mempersiapkan teknis dalam tambak, sehingga dari sekmen inilah SL menciptakan kincir hemat untuk petambak, dengan catatan untuk spare part yang digunakan adalah yang standard untuk pengoperasian kincir di tambak,”                                                                        

Kisaran listrik yang dikonsumsi oleh kincir SL bervariasi tergantung kelasnya, ada SL Vaname, SL Neptune, dan Cakra yang memiliki konsumsi listrik paling hemat di kelasnya yaitu kisaran 425 – 475 watt. Sedangkan untuk Garuda dan Fortune bisa mencapai 500 –  550 watt.

Kincir dari SL dibuat sekokoh mungkin dan minim perawatan, kata Cartenius, mengingat daerah Lampung Timur cukup jauh dari pusat kota Lampung. “Maka kami memberikan refrensi kepada para petambak di daerah Lampung supaya menggunakan kincir yang minim perawatan dan tahan lama dalam penggunaannya,” terangnya.

SL Vaname dan Neptune adalah merk kincir yang banyak digunakan oleh petambak di Lampung Timur, mengingat konsumsi listrik yang sangat hemat serta ketangguhan dari kincir tersebut, petambak tidak perlu lagi disibukkan untuk perawatan dari kincir tersebut.

Mudah Perawatan

Untuk perawatan, Cartenius memaparkan, kincir dari SL selalu membuat inovasi bagaimana supaya kincir yang digunakan sebisa mungkin minim perawatan. Spare part yang digunkan pada kincir juga merupakan spare part yang mudah untuk dibongkar pasang jika seandainya pada masa budidaya kincir memang perlu dilakukan perawatan atau servis pada beberapa bagian dari kincir.

Kemudian untuk spare part juga, tambah Cartenius, dijamin ketersediaan untuk produk semua produk kincir serta menjamin kemudahan akses kepada seluruh petambak di Indonesia dengan kehadiran 5 kantor cabang yang terletak di Paiton, Banyuwangi, Tuban, Jogjakarta, serta Lampung.

“Hal ini kami lakukan supaya petambak di seluruh Indonesia bisa lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan tambak mereka,” ujarnya.

Tips Memilih Kincir

Untuk petambak pemula yang pertama harus diperhatikan adalah ketersediaan dana. Pastikan dana bisa memenuhi jumlah kincir yang diperlukan. Sedangkan untuk petambak yang memang serius dalam untuk terjun ke dunia tambak, hal yang perlu diperhatikan tentu kualitas dari kincir yang digunakan.

Pastikan kincir yang digunakan memiliki spesifikasi yang baik sehingga pada masa budidaya, petambak tidak perlu lagi kerepotan untuk perawatan kincir lagi. Spare part yang digunakan juga perlu diperhatikan ketersediaannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsumsi listriknya, saat ini banyak petambak yang hanya berfokus pada investasi awal dalam pemilihan kincir, namun mereka lupa akan konsumsi listrik yang digunakan.

Bisa jadi untuk investasi awal sedikit lebih hemat namun saat masa budidaya konsumsi listrik yang diperlukan cukup tinggi sehingga akan menambah pengeluaran untuk biaya listrik yang digunakan selama masa budidaya. (Adit)

Post Terkait:

  • Struktur dan Bagian Tambak Ramah Lingkungan Kegagalan utama produksi udang di tambak umumnya disebabkan serangan penyakit dan kualitas air yang buruk akibat pencemaran. Persiapan lahan yang benar serta upaya menjaga mutu…
  • Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau: Sebuah Petualangan yang Menginspirasi. Dalam perjalanan hidup ini, saya telah diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pembenihan kepiting bakau.…
  • Kincir Angin Savonius, Efisien Pasok Oksigen… Aspek kecukupan oksigen memegang peranan penting bagi keberhasilan budidaya. Terlebih dalam budidaya udang intensif dan super-intensif, di mana kepadatan tebar udang sangat tinggi.   Seperti…
  • Mengenal Ragam Alas Kolam dan Tambak Dalam pembuatan kolam atau tambak, pembudidaya ikan dan udang dihadapkan pada beberapa pilihan dalam menentukan alas dasar dan dinding kolam. Sebut saja geomembran, terpal, semen,…
  • Posisi Pas untuk Kincir dan Anco Sekilas, memilih posisi kincir tambak dan anco tampak mudah dan asal saja. Padahal, posisi ikut menentukan prestasi produksi. Dalam budidaya udang, keberadaan kincir tambak dan…
  • Kincir pada Budidaya Udang Penggunaan Kincir Paddle Whell dan Kincir berangkai Lpg pada budidaya udang vaname  Budidaya udang merupakan budidaya potensial dalam akuakultur, apalagi jika berhasil memanen udang dalam…
  • Teknologi “Nano Bubble” dalam Budidaya Perikanan Tingkatkan pertumbuhan ikan dan udang dengan teknologi nano bubble. Teknologi gelembung halus "nano bubble" diklaim mampu meningkatkan pertumbuhan ikan hingga 40 persen dari bobot biasa.…
  • Tips Pilih Pompa Air untuk Kolam dan Tambak   Kebutuhan pompa air tidak dapat dihindari dalam budidaya ikan maupun udang intensif. Terlebih dalam budidaya ikan dan udang, di mana letak sumber lebih rendah…
  • Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung (KJA) Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung. Di era serba modern seperti saat ini, budidaya ikan tidak lagi membutuhkan tempat yang luas untuk dijadikan kolam pememeliharaan.…
  • Kolam Ikan Wiremesh Bundar, Praktis dan Efisien Sebagai wadah budidaya ikan, kolam tak kalah penting dari peralatan lainnya. Pasalnya, kondisi dan keberadaan kolam sangat memengaruhi produktivitas budidaya ikan di dalamnya. Kualitas air…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Struktur dan Bagian Tambak Ramah Lingkungan by Agribisnis Kegagalan utama produksi udang di tambak umumnya disebabkan serangan penyakit dan kualitas air yang buruk akibat pencemaran. Persiapan lahan yang benar serta upaya menjaga mutu…
  • Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau by Agribisnis Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau: Sebuah Petualangan yang Menginspirasi. Dalam perjalanan hidup ini, saya telah diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pembenihan kepiting bakau.…
  • Kincir Angin Savonius, Efisien Pasok Oksigen… by Agribisnis Aspek kecukupan oksigen memegang peranan penting bagi keberhasilan budidaya. Terlebih dalam budidaya udang intensif dan super-intensif, di mana kepadatan tebar udang sangat tinggi.   Seperti…
  • Mengenal Ragam Alas Kolam dan Tambak by Agribisnis Dalam pembuatan kolam atau tambak, pembudidaya ikan dan udang dihadapkan pada beberapa pilihan dalam menentukan alas dasar dan dinding kolam. Sebut saja geomembran, terpal, semen,…
  • Posisi Pas untuk Kincir dan Anco by Agribisnis Sekilas, memilih posisi kincir tambak dan anco tampak mudah dan asal saja. Padahal, posisi ikut menentukan prestasi produksi. Dalam budidaya udang, keberadaan kincir tambak dan…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI