Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung (KJA)

Posted on

Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung. Di era serba modern seperti saat ini, budidaya ikan tidak lagi membutuhkan tempat yang luas untuk dijadikan kolam pememeliharaan. Pasalnya, para pembudidaya lebih memilih menggunakan keramba jaring apung daripada memelihara dengan cara konvensional. Keramba jaring apung merupakan sarana pemeliharaan ikan yang menggunakan jaring sebagai bagian utamanya. Dengan menggunakan jaring apung, pememeliharaan ikan bisa dilakukan di laut atau pun media air tawar seperti danau atau waduk, yang memiliki kedalaman lebih dibandingkan sungai atau tambak.

Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung- Inilah Ragam jenis Keramba Jaring Apung

Inilah Ragam jenis Keramba Jaring Apung (BisnisSumatra)
Inilah Ragam jenis Keramba Jaring Apung (BisnisSumatra)

Alasan sederhana pembudidaya memilih keramba jaring apung yaitu sirkulasi air yang tetap terjaga karena langsung dari laut, danau, atau waduk sebagai media pemeliharaan. Kegiatan membersihkan jaring tidak terlalu sulit, sampai urusan memanen ikan yang sangat praktis.

Berbeda dengan cara konvensional atau di kolam tanah liat, pembudidaya harus terus menjaga kandungan oksigen agar tetap tersedia pada air. Selain itu, kolam tanah liat cukup rentan dengan berbagai macam serangan penyakit. Pemanenan ikan pun dilakukan secara manual, yaitu menggiring ikan dengan alat bambu yang dilakukan minimal oleh dua orang sehingga lebih sulit dibandingkan memanen ikan di KJA.

Keramba jaring apung yang ada saat ini kebanyakan berupa jaring yang diikatkan pada pelampung yang terbuat dari drum atau gentong bekas. Para petani ikan menebarkan benih ikan pada awal masa pemeliharaan hingga saat panen tiba.

Inilah Ragam jenis Keramba Jaring Apung

Komponen keramba jaring apung sendiri terdiri dari kerangka, pelampung, kantong jaring, bangunan pendukung, pemberat jaring, dan jangkar. Kerangka merupakan pondasi, tempat pemasangan kantong jaring dan sarana pendukung budidaya. Kerangka dapat dibuat dari bambu, balok kayu, besi (pipa atau siku).

Kantong jaring merupakan komponen penting dalam satu rangkaian KJA. Ukuran mata jaring yang digunakan disesuaikan dengan ukuran ikan yang dipelihara. Jenis bahan yang digunakan untuk pembuatan kantong jaring, yakni hapa dan waring, masing-masing memiliki ukuran mata berbeda.

Hapa adalah anyaman senar plastik monofilamen kecil tanpa simpul dengan ukuran mata 2 cm. Sementara benang waring berukuran lebih besar dengan ukuran mata 5 cm. Kantong hapa dan waring dibuat dengan cara dijahit dan keduanya digunakan untuk pendederan. Bahkan, hapa juga bisa digunakan untuk pembenihan.

Selain kerangka dan kantong jaring, ada pelampung. Pelampung yang digunakan pada KJA kebanyakan adalah drum-drum plastik. Pelampung berfungsi sebagai tempat peletakan kerangka dan juga ponton penyeberangan. Hal yang harus diperhatian, fasilitas pendukung seperti rumah penjaga, gudang, serta ponton penyeberangan.

Pemberat jaring dimaksudkan untuk merentangkan jaring ke arah vertikal dan horizontal. Pemberat jaring biasanya memeiliki berat kurang-lebih 5 kg dan digantung di bagian luar jaring, di setiap pojok dan tengah dengan jarak sekitar 1,5 meter.

 

Inilah Ragam jenis Keramba Jaring Apung (DetikNews.com)
Inilah Ragam jenis Keramba Jaring Apung (DetikNews.com)

Adapun jangkar yang dilengkapi dengan pemberat sekitar 2 x 50 kg dipasang sebanyak kebutuhan untuk menjaga posisi jaring apung di perairan. Jangkar dan pemberat dihubungkan dengan tali plastik berdiameter sekitar 2 cm dengan panjang berkisar 1,5 meter kedalaman air. Jangkar dilabuh agak miring pada setiap pojok.

Secara prinsip, semua bahan pembuatan KJA hampir sama. Namun, bentuk dan ukurannya saja yang berbeda karena disesuaikan dengan kebutuhan. Ada beberapa tipe atau jenis keramba jaring apung yang saat ini digunakan para pembudidaya, yaitu keramba jaring apung bundar, kotak, dan oktagonal.

Seperti namanya, keramba ini berbentuk bulat dengan diameter 10 hingga 50 meter, tergantung kebutuhan. Keramba jenis ini biasa digunakan pembudidaya di laut. Namun, ada beberapa pembudidaya yang menggunakannya di waduk atau danau karena memiliki kedalaman yang cukup dan area yang luas.

Keramba berukuran 20 meter ke atas dirancang khusus untuk budidaya berskala besar. Jenis ikan yang biasa dipelihara pada keramba ukuran ini seperti ikan kakap putih atau barramundi, kerapu, dan berbagai jenis ikan tuna.

Adapula keramba jaring apung bulat dengan diameter berkisar 8—15 meter, yang dirancang untuk budidaya industri kecil dan menengah. Jenis keramba dengan ukuran ini juga bisa digunakan untuk budidaya ikan laut seperti ikan kakap putih dan ikan bawal bintang. Selain itu juga digunakan untuk budidaya ikan air tawar seperti ikan mas (carp) dan ikan nila (nile tilapia).

 

Keramba Jaring Kotak

AK 9 Peralatan 1 1

Keramba jenis ini banyak digunakan di media air tawar, misalnya danau atau waduk. Bentuknya yang berupa kotak berpetak-petak memungkinkan pembudidaya memelihara berbagai jenis ikan dalam satu blok keramba.

Jenis ikan yang dibudidaya dalam keramba ini seperti ikan nila, ikan mas, ikan lele, ikan bandeng, dan jenis lainnya. Tidak menutup kemungkinan penggunaan keramba jenis ini di laut.

Budidaya ikan keramba jaring apung merupakan salah satu cara budidaya pembesaran ikan yang efisien dan efektif. Model sistem budidaya ini telah terbukti lebih efisien, baik secara teknis maupun ekonomis.

Dengan luasan media yang sempit, pembudidaya bisa melipat gandakan hasil panen ikan tanpa harus menambah biaya yang besar. Pola yang di pakai adalah mengintensifkan pola budidaya ikan tersebut. Meskipun berbiaya tinggi, keuntungan yang diperoleh pun lebih tinggi.

Keramba Jaring Apung Oktagonal

 

Keramba jaring apung oktagonal merupakan jenis lain dari KJA. Keramba ini memberikan volume budidaya ikan yang jauh lebih besar dibanding keramba jaring apung bulat dan kotak sehingga cocok digunakan untuk memelihara ikan-ikan perenang cepat seperti ikan bandeng, ikan bawal bintang, dan kakap putih.

KJA jenis ini didesain kuat dan lentur sehingga mampu menghadapi ombak laut hingga ketinggian 2 hingga 3 meter. Alat apung dan komponen-komponen KJA Oktagonal biasanya terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) dengan anti-UV yang ramah lingkungan. Tidak menggunakan styrofoam atau bahan yang mencemari lingkungan, baik di dalam maupun di luar alat apung.

KJA Oktagonal juga menggunakan sistem Completely Knock Down, terdiri dari alat apung dan komponen-komponen yang dapat dirangkai menjadi keramba yang utuh dan dapat dibongkar kembali dengan mudah tanpa merusak keramba. Dengan begitu, pembudidaya dimudahkan saat ingin memindahkan lokasi budidayanya.

(Aditya Permadi)

Post Terkait:

  • Peran KJA Offshore Untuk Budidaya Laut Lepas Indonesia dengan panjang garis pantai 95.000 km dan luas lautan 7,9 juta km2 memiliki potensi budidaya ikan laut yang sangat besar. Diperlukan keramba jaring apung…
  • Struktur dan Bagian Tambak Ramah Lingkungan Kegagalan utama produksi udang di tambak umumnya disebabkan serangan penyakit dan kualitas air yang buruk akibat pencemaran. Persiapan lahan yang benar serta upaya menjaga mutu…
  • Mengenal Ragam Alas Kolam dan Tambak Dalam pembuatan kolam atau tambak, pembudidaya ikan dan udang dihadapkan pada beberapa pilihan dalam menentukan alas dasar dan dinding kolam. Sebut saja geomembran, terpal, semen,…
  • Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau: Sebuah Petualangan yang Menginspirasi. Dalam perjalanan hidup ini, saya telah diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pembenihan kepiting bakau.…
  • Panen di Pangandaran, Aquatec dan UNPAD Bersinergi Setelah sempat terdengar kabar rusaknya KJA asal Norwegia di Pangandaran yang membuat pesimis pelaku usaha budidaya laut, kini harapan kembali bangkit untuk budidaya marikultur Indonesia…
  • KJA Buatan Indonesia, Go Internasional! Ada ada yang lebih bagus dari KJA buatan anak negeri? Yang lebih mahal banyak. Melanjutkan peluncuran produk keramba jaring apung (KJA) offshore di ‘Offshore Mariculture…
  • Teknologi Jaring UHMWPE Sekuat Baja Jaring UHMWPE Aquatec Budidaya ikan bebas predator dengan jaring UHMWPE tanpa simpul Budidaya ikan atau akuakultur adalah industri yang berkembang dengan cepat di Indonesia. Hingga…
  • Kolam Ikan Wiremesh Bundar, Praktis dan Efisien Sebagai wadah budidaya ikan, kolam tak kalah penting dari peralatan lainnya. Pasalnya, kondisi dan keberadaan kolam sangat memengaruhi produktivitas budidaya ikan di dalamnya. Kualitas air…
  • Kincir Modern di Tambak Udang Tradisional Lampung Timur Sebagai penyuplai oksigen di dalam perairan tambak, kincir memiliki peranan penting dalam urusan ketersediaan oksigen dan menjaga kualitas air dalam tambak udang. Menurut Direktur Manager…
  • Tips Pilih Pompa Air untuk Kolam dan Tambak   Kebutuhan pompa air tidak dapat dihindari dalam budidaya ikan maupun udang intensif. Terlebih dalam budidaya ikan dan udang, di mana letak sumber lebih rendah…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

October 2026
MTWTFSS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Peran KJA Offshore Untuk Budidaya Laut Lepas by Agribisnis Indonesia dengan panjang garis pantai 95.000 km dan luas lautan 7,9 juta km2 memiliki potensi budidaya ikan laut yang sangat besar. Diperlukan keramba jaring apung…
  • Struktur dan Bagian Tambak Ramah Lingkungan by Agribisnis Kegagalan utama produksi udang di tambak umumnya disebabkan serangan penyakit dan kualitas air yang buruk akibat pencemaran. Persiapan lahan yang benar serta upaya menjaga mutu…
  • Mengenal Ragam Alas Kolam dan Tambak by Agribisnis Dalam pembuatan kolam atau tambak, pembudidaya ikan dan udang dihadapkan pada beberapa pilihan dalam menentukan alas dasar dan dinding kolam. Sebut saja geomembran, terpal, semen,…
  • Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau by Agribisnis Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau: Sebuah Petualangan yang Menginspirasi. Dalam perjalanan hidup ini, saya telah diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pembenihan kepiting bakau.…
  • Panen di Pangandaran, Aquatec dan UNPAD Bersinergi by Agribisnis Setelah sempat terdengar kabar rusaknya KJA asal Norwegia di Pangandaran yang membuat pesimis pelaku usaha budidaya laut, kini harapan kembali bangkit untuk budidaya marikultur Indonesia…

  • 1,256,415
  • 652,600
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI