BIOINFORMATIKA SEBAGAI METODE DETEKSI PENYAKIT HEWAN

Badan Penelitian
dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian
Veteriner Bogor kembali mengadakan
pelatihan teknis dalam mendukung program – program pemerintah. Kegiatan
tersebut digelar di Hotel Sahira Bogor, Senin 22 April 2019. Kali ini pelatihan
teknis yang dilaksanakan mengenai Bioinformatika dalam dunia veteriner.

Bioinformatika
sendiri didefinisikan sebagai ilmu yang yang mempelajari teknik komputasional
untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis suatu mahluk hidup. Bidang ini mencakup penerapan metode matematika
, statistika, dan informatika untuk
memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA
 dan asam amino serta
informasi yang berkaitan dengannya. Contoh topik utama bidang ini meliputi basis data
 untuk
mengelola informasi biologis, penyejajaran sekuens (
sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan bentuk struktur protein
 maupun
struktur sekunder RNA
, analisis filogenetik, dan analisis
ekspresi gen
.

Sebagaimana
kita ketahui bahwa pen
deteksian penyakit
secara molekuler saat ini berkembang dengan pesat,
hal ini karena teknik biomloekuler mampu
digunakan untuk
mendiganosis
penyakit  dengan cepat dan spesifik.
Selain itu, biomolekuler juga dapat digunakan untuk melakukan karakterisasi organisme
secara umum maupun secara khusus untuk agen penyebab penyakit dan juga untuk
melakukan rekayasa genetik. Karena keterkaitan inilah alasan mengapa ilmu
bioinformatika dapat digunakan sebagai salah satu metode dalam mendeteksi
penyakit pada mahluk hidup, termasuk hewan.

Dalam acara
tersebut, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor, Dr. Drh Ni Luh Putu
Indi Dharmayanti M.Si. mengatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi
termasuk dalam bidang medis semakin memudahkan manusia dalam mendeteksi serta
memprediksi sifat dan karakteristik agen infeksius. “Melalui bioinformatika
ini, selain dimanfaatkan untuk deteksi penyakit, bisa juga kita manfaatkan
sebagai metode untuk memprediksi sifat dan mutasi genetik suatu mikroorganisme
terutama pathogen,” tuturnya.

Para peserta berfoto bersama narasumber (Dokumentasi : CR)

Dengan adanya kegiatan ini peserta diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan
kemampuan bioinformatika, sehingga mampu melakukan analisi
s data molekuler,
karakterisasi mikroorganisme
pathogen
dan rekayasa genetik, terutama dalam mendeteksi penyakit
hewan maupun pengembangan teknologi vaksin

Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, yaitu tanggal 22-23
April 2019 untuk teori tentang bioinformatika dan tanggal 24-26 untuk praktek
aplikasi bioinformatika yang akan dilakukan di Balai Besar Penelitian Veteriner
Bogor, yang diikuti
oleh 120 peserta dari berbagai institusi baik dari lingkup maupun dari
luar  Kementerian Pertanian.

Tidak
tanggung – tanggung, pelatihan
teknis ini menghadirkan narasumber dan ahli yang berkompeten dari
dalam dan luar negeri, antara lain Dr. Lee McMichael (Queensland University,
Australia), Dr. Stanly Pang (Murdoch University, Australia), Prof. drh. Widya
Asmara SU Ph.D (Universitas Gadjah Mada), Dr. drh NLP Indi Dharmayanti, M.Si
(Balai Besar Penelitian Veteriner), Dr. drh Silvia Triwidyaningtyas, M.Si (
Universitas Indonesia), dan Hidayat Trimarsanto, B.Sc (Lembaga Molekuler
Eijkman).
(CR)

Agribiz Network

Baca Juga:   Tingkatkan Daya Saing Produk Olahan Peternakan, Kementan Gandeng Badan POM

Similar Posts:

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.