Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Investasi Industri Alkes dan Farmasi Naik Signifikan

Posted on

Kementerian Kesehatan terus mendorong investasi di bidang kesehatan yang disertai dengan transfer teknologi, serta pengetahuan agar dapat mewujudkan kemandirian di industri alat kesehatan dan farmasi.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menjelaskan industry alat kesehatan (alkes) sudah jauh lebih berkembang, berkat Instruksi Presiden No. 6/2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

“Saya juga motivasi ke (pasar) global,” ujar Nila, di sela-sela seremoni awal pengerjaan proyek konstruksi pabrik kedua PT Oneject Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Saat ini, kata dia, pemenuhan kebutuhan alkes dalam negeri signifikan ditopang industri lokal. Oleh karena itu, bisa penetrasi ke pasar ekspor.

Nila mencontohkan sebagian besar kebutuhan alat suntik dalam negeri dipenuhi  oleh industri lokal, seperti Oneject Indonesia.

Dengan pembangunan fasilitas produksi baru, ke depan pemenuhan kebutuhan nasional bisa 100% dipenuhi dari dalam negeri.

Selain itu, kapasitas produksi yang ada bisa diarahkan untuk menyasar pasar ekspor, khususnya di Asia Tenggara.

“Minimal Asean bisa dikuasai oleh Indonesia,” ujarnya.

Direktur Jenderal Alat Kesehatan dan Farmasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Engko Sosialine Magdalene mengatakan bahwa perkembangan industri kesehatan menunjukkan perkembangan yang positif.

Hal tersebut terlihat dari keberadaan 11 industri yang mampu memproduksi bahan baku obat-obatan.

Padahal, selama ini sekitar 95% bahan baku obat-obatan di Indonesia diperoleh dari impor.

“Sekarang sudah ada 11 industri bahan baku, dan itu kemajuan yang cukup signifikan. Mereka produksi antara lain, atorvastatin, simvastatin, eritropoitin, kopidogrel, insulin, sefalosporin [golongan antibiotik dan turunannya],” katanya.

Dia menuturkan, keberadaan 11 industri tersebut dapat menurunkan impor bahan baku obat sebanyak 15% pada 2021.

Dengan begitu, Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya terhadap negara lain.

Menurutnya, nilai investasi di bidang kesehatan meningkat signifikan dalam 3 tahun terakhir.

Tercatat, pada 2017 investasi di bidang kesehatan senilai Rp53,76 triliun, dan pada 2018, senilai Rp53,95 triliun.

“Untuk 2019, sampai hari ini Kamis 10 Oktober 2019, sudah ada Rp60,9 triliun. Artinya kan ini ada kenaikan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Dia menyebut, meski ada beberapa industri mulai memproduksi bahan baku, namun industri kesehatan masih membutuhkan investasi mengingat perkembangan obat dan alat kesehatan terus dinamis.

“Seperti kita tahu ada robotic surgery, sudah diproduksi di beberapa negara, dan Indonesia kan belum ada. Itu yang kami minta supaya ayo investasi ke Indonesia, dan transfer teknologi,” ujarnya.

Menkes Nila Moeloek saat meresmikan pembangunan awal pabrik kedua PT. Oneject Indonesia yang memproduksi jarum suntik

Engko menegaskan, Kementerian Kesehatan menginginkan investasi yang masuk ke Indonesia  harus dibarengi dengan transfer pengetahuan dan teknologi, sehingga di masa mendatang bisa mewujudkan kemandirian di industri kesehatan.

Keberadaan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1010/2008 merupakan salah satu langkah yang diambil agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Beleid itu mengharuskan izin edar dari obat-obatan yang dipasarkan di Indonesia dipegang oleh perusahaan yang memiliki dasar hukum di dalam negeri.

Artinya, perusahaan asing yang ingin mengedarkan produknya di Indonesia harus bekerja sama dengan perusahaan lokal melalui pembentukan badan usaha bersama yang terdaftar di Indonesia.

Cara itu diharapkan dapat melindungi masyarakat dan kepentingan nasional dari berbagai persoalan di masa mendatang.

Selain itu, aturan tersebut akan mendorong kemandirian melalui alih teknologi dan pengetahuan.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Phapros Tbk. Zahmilia Akbar mengatakan bahwa saat ini persaingan industri kesehatan cukup sengit.

Sebab, ada lebih dari 200 perusahaan farmasi di Indonesia.

“Sehingga tanpa inovasi dan kapabilitas, perusahaan bisa tergilas,” katanya.

Kendati sengit, namun dia menyebut pihaknya saat ini tidak hanya memenuhi pasar dalam negeri melainkan juga sudah masuk dalam pasar ekspor.

“Kami telah memulai ekspor sejak 2014, waktu itu kami ekspor produk obat berupa tablet ke Kamboja,” ujarnya.

Direktur Utama PT Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana menambahkan tantangan lain yang dihadapi industri alkes adalah pemenuhan bahan baku lokal untuk mencapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Sebagai contoh adalah bahan baku alat suntik berupa biji plastik dengan spesifikasi khusus.

“Selama ini dipasok dari Chandra Asri. Kalau tidak bisa di-support, kami impor dari Korea Selatan.”

Meski demikian, tantangan tersebut tidak menghalangi Oneject Indonesia untuk menargetkan ekspor hingga 40% produk jarum suntik pada tahap kedua pengembangan pabrik barunya di Cikarang.

Pabrik baru itu akan dikembangkan dalam dua tahap selama 5 tahun dengan investasi Rp350 miliar.

Pada tahap pertama 2019-2022, pihaknya menargetkan produksi 600 juta-1,2 miliar jarum suntik per tahun.

Pada tahap kedua atau tahun keempat, pihaknya memperkirakan mampu memproduksi 2 miliar jarum suntik.

Narasuber : ekonomi.bisnis.com

Post Terkait:

  • Deptan: Prospek dan Arah Pengembangan Perunggasan Diambil dari kebijakan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) yang dulu sempat diresmikan Presiden SBY di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat 11 Juni 2005. RPPK…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • LUAR BIASA, NILAI EKSPOR OBAT HEWAN INDONESIA CAPAI… JAKARTA, 5 April 2017. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, yaitu tahun 2015 dan 2016 Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…
  • KEMENTAN EKSPOR BAHAN BAKU OBAT HEWAN SEDIAAN… Pasuruan_Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor perdana bahan baku asal hewan sediaan premiks dalam hal ini Feed Suplement yang berupa Tryptophan Granule (asam amino pakan hewan)…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Peran Startup di Sektor Akuakultur Menahan masuknya kemajuan teknologi (Statup di sektor Akuakultur) )hanya akan membuat kemunduran dan gagap teknologi, untuk itu dibutuhkan peran startup yang bisa menjadi jembatan informasi…
  • Harga Domba Bibit Capai Ratusan Juta Rupiah Kambing dan domba adalah hewan ternak yang cocok untuk dikelola oleh rakyat. Kelebihan dua jenis hewan ternak ini dibandingkan hewan lainnya adalah daur perkembangbiakannya yang…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Deptan: Prospek dan Arah Pengembangan Perunggasan by Agribisnis Diambil dari kebijakan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) yang dulu sempat diresmikan Presiden SBY di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat 11 Juni 2005. RPPK…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • LUAR BIASA, NILAI EKSPOR OBAT HEWAN INDONESIA CAPAI… by Agribisnis JAKARTA, 5 April 2017. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, yaitu tahun 2015 dan 2016 Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal by Agribisnis Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…

  • 1,203,032
  • 606,876
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI