Kian Prospektif, Bisnis Obat Hewan Herbal

Kian Prospektif, Bisnis Obat Hewan Herbal

Pasca pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) sebagai imbuhan pakan, Obat hewan herbal  mulai banyak dimanfaatkan pelaku usaha peternakan sebagai alternatif  sarana untuk menjaga kesehatan ternak. Perusahaan obat hewan  pun kian banyak yang menghasilkan produk berbahan baku alami tersebut dan cukup mendapat sambutan dari pasar di dalam dan luar negeri.

“Bahkan saat ini sudah ada beberapa perusahaan obat hewan nasional yang mengekspor produk herbalnya ke beberapa negara.  Jadi prospek obat hewan itu cukup menjanjikan, ” kata praktisi obat hewan, Rakhmat Nuriyanto,  dalam perbincangan dengan awak media,  di Jakarta, Jumat (21/02).

Rakhmat yang juga menjabat Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) menuturkan, tak hanya di dalam negeri,  permintaan obat hewan herbal juga cukup tinggi di  negara berkembang lain seperti Pakistan dan India.

Produk herbal dinilai banyak khasiatnya karena mengandung bahan anti oksidan,  antibiotik dan pemacu sistem kekebalan alami.  “Dengan menggunakan obat herbal maka penggunaan antibiotik bisa ditekan.  Seperti kita ketahui , larangan penggunaan antibiotik  saat ini sudah  mengglobal  diberlakukan  di banyak negara, ” tandas Rakhmat yang didampingi Sekjen ASOHI, Harris Priyadi.

Baca Juga:   Terpantik Akuisisi So Good, Simak Rekomendasi Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk

Mengingat pentingnya peran obat hewan herbal dalam dunia peternakan, menurut Rakhmat, di kegiatan Indonesia International Poultry Conference (IIPC) yang akan berlangsung di Kota Solo pada 2-4 April 2020 dan seluk beluk mengenai produksi obat herbal pada unggas akan dipaparkan lebih komprehensif.

Bambang Suharno selaku pihak penyelenggara kegiatan IIPC  mengemukakan bahwa khusus tema tentang produk herbal untuk kesehatan unggas ditetapkan pihak PT Medion sebagai narasumber . perusahaan yang berkedudukan di Bandung Jawa Barat ini merupakan produsen sejumlah obat hewan herbal yang telah sukses membidik pasar ekspor.

Disamping  materi tentang obat hewan herbal,  di kegiatan IIPC  juga akan dibahas tentang hal-hal terkait perbaikan manajemen dan teknologi budidaya unggas di era bebas AGP.

“Jadi akan lengkap dibahas menyangkut budidaya broiler,  layer,  masalah pakan,  pembibitan unggas hingga masalah kesehatan ayam,” ujar Bambang.

Narasumber : https://tabloidsinartani.com

Similar Posts:

Baca Juga:   Sejak 2015 Nilai ekspor obat hewan Mencapai Rp26 triliun

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.