Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Mengenal Mesin Pengering Jagung

Posted on

Secara garis besar ada dua jenis pengering jagung utama. Salah satunya adalah pengering jagung aliran yang konkuren/bersamaan/sejalan, sedangkan jenis yang lain adalah pengering jagung dengan aliran campuran. Menurut garis lintang yang berbeda, pengguna harus memilih pengering jagung yang berbeda. Sebagai contoh, pengering aliran campuran cocok untuk biji-bijian kering dan tanaman penghasil minyak dengan lebih sedikit uap air di zona tropis. Sebaliknya, pengering konkuren lebih dapat diterapkan untuk mengeringkan bahan baku bijian tersebut dengan kelembaban yang lebih tinggi di zona beriklim sedang dan zona beriklim dingin.

Ruang lingkup pada aplikasi terhadap Jagung, prinsip kerja bagian penting pertama dari pengering jagung adalah tanur pemanas. Jenisnya seperti pengering dengan tungku pembakaran batu bara, tungku pembakaran bahan bakar, tungku pembakaran gas alam, dan pengering dengan tungku pembakaran bio-fuel. Fungsi utama dari tungku ini adalah untuk pengering dengan udara panas sebagai media pengeringan.

Bagian terpenting lainnya dari Corn Dryer (pengering jagung) adalah mesin pengering itu sendiri. Komponen internalnya terutama terdiri dari intake udara.

Dalam seluruh proses pengeringan biji-bijian mentah, pertama-tama akan mengisi wadah pengeringan dengan bijian, kemudian ledakan panas yang dihasilkan oleh tungku akan melalui intake udara dan memasuki bagian dalam mesin. Jagung mengalir perlahan dari atas ke bawah oleh adanya gravitasi. Sementara itu aliran udara panas secara berlapis menyelimuti jagung. Dalam proses ini, panas dipindahkan dari udara ke bahan biji-bijian untuk menaikkan suhu guna membuat uap air di dalam bahan bijian menguap ke udara dan menjadi udara bebas yang kemudian dibuang melalui cerobong kotak bersudut. Jika suhu di dalam pengering melebihi 150°C, atau suhu jagung lebih dari 60°C, kualitas jagung akan sangat terpengaruh.

Pengering jagung antara lain ada yang menggunakan teknologi proses pengeringan suhu tinggi dan pengeringan suhu rendah multi-level segmen, yakni proses sebelum pengeringan terlebih dahulu jagung masuk ke bagian pendinginan dalam suhu penyimpanan untuk kemudian dilakukan sortasi guna memastikan kualitas jagung yang homogen, sehingga dalam pengeringan akan menghemat energi dan membuat tingkat kerusakan jagung menjadi minimal, yakni 3% atau kurang.

Model dan Proses Pengeringan Jagung
Jika ditilik dari kapasitas kinerjanya, maka ada beberapa model corn dryer yang mampu menghasilkan produk bijian kering dari 100 ton per hari hingga model pengering yang mampu berproduksi 1.000 ton per hari.

Tingkat persentase pengeringan yang dihasilkan pun dapat bervariasi antara 5-25%, dengan pemanasan medium pada emperatur semburan panas yang dihasilkan antara 65-160°C.

Saat mengeringkan biji jagung, penting untuk diingat bahwa retakan dan patahan pada jagung dapat menyebabkan banyak masalah, baik dalam penyimpanan maupun pemrosesan. Masalah utama yang terjadi dari pengeringan suhu tinggi dan kemudian pendinginan yang cepat dari butir jagung adalah stress–cracking. Stres-retak adalah ketika patahan terjadi di endosperm jagung. Kernel (inti bijian) yang retak-retak sering menyerap air terlalu cepat, sehingga lebih cenderung menjadi rusak dan semakin rentan terhadap kerusakan akibat serangan serangga dan jamur selama penyimpanan kering. Untuk mengurangi jumlah biji-bijian yang hilang karena stress–cracking itu, perusahaan mesin pengering telah mengembangkan pengering jagung dengan metode pengeringan khusus untuk menjaga suhu pada level sedang dengan pendinginannya yang lambat.

Prototipe Mobile Corn Dryer
Pada kasus Mesin Pengering Jagung yang dikembangkan atas kerjasama Kementrian Pertanian (Kementan) dengan PT Charoen Phokphan Indonesia (CPI) berupa prototipe Mobile Corn Dryer menjadi tambahan inovasi pada mesin pengering jagung yang memiliki kemampuan mobilitas yang tinggi, karena dapat beroperasi langsung jemput bola di tempat lahan produksi pertanian. Tentu unit pengering jagung model ini sangat membantu dan mempermudah petani jagung pada saat pasca panen. Dan hasil inovasi Mobile Corn Dryer karya anak bangsa ini juga telah dikembangkan fungsi dan kapasitasnya serta telah resmi dilakukan pelepasan perdana di Pusat Informasi Agribisnis (PIA), Kementan baru-baru ini.
Kehadiran Mobile Corn Dryer dapat disebut sebagai sistem jemput bola yang diharapkan menjadi solusi persoalan jagung, khususnya saat pasca panen raya yang sering mengalami kendala. Pada klausal kerjasama itu diinformasikan, bahwa unit Mobile Corn Dryer tersebut menjadi hak penuh Kementan dalam memodifikasi dan memperbanyak unit yang nantinya berkonsentrasi di sentra-sentra jagung seluruh Indonesia secara mobile. Tugas CPI adalah membantu menyerap hasil panen jika ada kelebihan jagung petani, sehingga dapat menepis kekhawatiran akan kualitas jagung yang buruk dan gagal saat pasca panen, serta tidak terserap. (DS)

Post Terkait:

  • Mengenal Berbagai Macam Mesin Tetas Telur Mesin tetas telur semi otomatis. Dalam usaha peternakan, khususnya peternakan unggas, proses penetasan telur merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan usaha. Salah satu faktor…
  • PRINSIP PEMBERIAN PAKAN SAPI PEDAGING   Ternak sapi pedaging (Sumber: Istimewa) Dalam penggemukan sapi, pakan yang diberikan harus memenuhi jumlah tertentu dengan kandungan energi dan protein yang cukup, sehingga menghasilkan…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…
  • BIOSEKURITI TIGA ZONA, ALTERNATIF AMPUH NAIKKAN PERFORMA Biosekuriti, aspek yang penting diaplikasikan dalam peternakan namun kurang dimaksimalkan oleh para peternak di Indonesia. Sejak beberapa tahun silam, FAO ECTAD giat mengkampanyekan sistem biosekuriti…
  • KONTROL SUHU DAN KELEMBAPAN SAAT BROODING Untuk mencapai sukses pada periode awal pemeliharaan ayam (periode starter), apakah ayam bibit (breeder), ayam pedaging (broiler) atau ayam petelur (layer), kontrol suhu dan kelembaban…
  • Kontrol Suhu dan Kelembaban Saat Brooding     Peran brooder sangat penting untuk menjaga suhu dalam kandang saat masa brooding, agar ayam nyaman dan pertumbuhannya bisa optimal. Untuk mencapai sukses pada…
  • MENJAGA MUTU BAHAN PAKAN TERNAK   Bahan pakan ternak wajib dijaga agar kualitasnya terjamin dan tidak membahayakan ternak. (Foto: Istimewa) Bahan pakan ternak di Indonesia sebagian besar masih berkualitas rendah…
  • KERAKAS SAWIT SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA KECIL Kerakas sawit yang sudah di parut. (Dok. pribadi)Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar dunia mempunyai luasan kebun sawit yang sangat besar. Dengan luasan kebun sawit,…
  • GELIAT SENYAP BETA-GLUCAN | Majalah Infovet I… Oleh: Tony Unandar (Anggota Dewan Pakar ASOHI) Pada era pasca non-AGP (antibiotic growth promoter), disamping konsistensi implementasi konsep-konsep biosekuritas di lapangan, juga optimalisasi sistem imunitas…
  • Menjaga Kesehatan dan Performance Sistem Pencernaan… Diperlukan perhatian sungguh-sungguh dalam memilih dan menggunakan feed additive atau kombinasi beberapa feed additive yang akan ditambahkan ke dalam sediaan pakan, untuk menjaga kesehatan dan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Mengenal Berbagai Macam Mesin Tetas Telur by Agribisnis Mesin tetas telur semi otomatis. Dalam usaha peternakan, khususnya peternakan unggas, proses penetasan telur merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan usaha. Salah satu faktor…
  • PRINSIP PEMBERIAN PAKAN SAPI PEDAGING by Agribisnis   Ternak sapi pedaging (Sumber: Istimewa) Dalam penggemukan sapi, pakan yang diberikan harus memenuhi jumlah tertentu dengan kandungan energi dan protein yang cukup, sehingga menghasilkan…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… by Agribisnis Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…
  • BIOSEKURITI TIGA ZONA, ALTERNATIF AMPUH NAIKKAN PERFORMA by Agribisnis Biosekuriti, aspek yang penting diaplikasikan dalam peternakan namun kurang dimaksimalkan oleh para peternak di Indonesia. Sejak beberapa tahun silam, FAO ECTAD giat mengkampanyekan sistem biosekuriti…
  • KONTROL SUHU DAN KELEMBAPAN SAAT BROODING by Agribisnis Untuk mencapai sukses pada periode awal pemeliharaan ayam (periode starter), apakah ayam bibit (breeder), ayam pedaging (broiler) atau ayam petelur (layer), kontrol suhu dan kelembaban…

  • 1,202,964
  • 606,808
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI