Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

MENGUAK TABIR AVIAN INFLUENZA | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan

Posted on

Fokus Edisi 169 Agustus 2008

MENGUAK TABIR AVIAN INFLUENZA

(( Hal terbaik yang harus dilakukan terkait membumihanguskan AI adalah surveillance yang benar, bukan hanya perkataan namun tindakan nyata yang tidak memberikan tempat pada VAI untuk hidup dan berkembang biak di farm. ))

Recent status of AI in Indonesia and Javan, merupakan tema seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Veterinary Medicine Faculty Hokaido University, Javan.

Seminar ini menghadirkan pakar-pakar AI kenamaan, yakni Prof Hiroshi Kida dari Vetmed Hokaido University, Prof Widya Asmara dan Prof Charles Rangga Tabbu dari FKH UGM Yogyakarta, Indonesia. Seminar yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2008 silam ini mengetengahkan topik hangat seputar tabir terbaru perkembangan virus AI dari unggas ke manusia, babi ke manusia serta kemungkinan penularan dari manusia ke manusia.

Seminar ini dihadiri oleh para akademisi dari berbagai perguruan tinggi sebidang, kalangan pemerintah terkait, alumni FKH UGM, calon dokter hewan dan mahasiswa FKH UGM Yogyakarta.

Pada seminar kali ini, banyak hal menarik yang diketengahkan Prof Hiroshi Kida terkait status perkembangan VAI terkini, yakni Ekologi dan evolusi VAI. Hal dimaksud adalah (1) reservoir alaminya, perpetuation, host range, transmisi interspecies, antigenik dan variasi genetik VAI dan (2) mekanisme tanggap darurat strain pandemik pada manusia dan kasus-kasus HPAI pada unggas domestik.

Hal lain yang tak kalah menarik adalah adanya kemungkinan HPAIV strain H5N1 sebagai kandidat pemicu terjadinya kasus pandemic. Kemudian Prof Kida menegaskan bahwa harus ada kontrol yang baik untuk mengkounter kasus avian influenza dan kejadian pandemik pada manusia.

Berdasarkan hal ini, maka Prof Kida menyatakan bahwa hal terbaik yang harus dilakukan terkait membumihanguskan AI adalah surveillance yang benar, bukan hanya perkataan namun tindakan nyata yang tidak memberikan tempat pada VAI untuk hidup dan berkembang biak di farm.

Lain halnya dengan yang dikatakan Prof Widya Asmara. Menurutnya bahwa yang perlu dikuatirkan adalah kemungkinan terjadinya penularan VAI dari manusia ke manusia. Lebih lanjut dikisahkannya bahwa berdasarkan data epidemiologi kejadian kasus influenza di dunia, tercatat pada tahun 1997 mulai mewabahnya kasus avian influenza di Hong Kong, ditemukan 18 kasus pada manusia, 6 orang (33%) dinyatakan meninggal.

Kasus ini juga dilaporkan berdampak pada industri peternakan di Negara ini. Kemudian sejak tahun 1998 sampai dengan tahun 2002, kasus avian influenza terus berlanjut dengan terjadinya letupan-letupan kecil yang kurang mendapat perhatian publik. Pada tahun 2003, kembali avian influenza menjadi perhatian dunia. Pada saat ini dilaporkan telah terjadi kasus di 9 negara di dunia.

Wabah pada manusia meningkat menjadi 34 kasus yang berakhir dengan kematian sebanyak 23 orang (68%) dan menimbulkan kerugian sangat besar diindustri peternakan dunia termasuk Indonesia. Terakhir dilaporkan bahwa adanya temuan kasus di 4 negara dengan 7 temuan kasus pada manusia, 6 orang (86%) diantaranya meninggal dunia. Kemudian sejak tahun 2005 sampai sekarang VAI masih menjadi dilema dikalangan pengusaha peternakan, praktisi perunggasan, pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya.

Dilain pihak, pengendalian VAI di negeri ini masih menuai kegagalan-kegagalan. Hal ini disebabkan oleh kurang sinergisnya antara pelaku kebijakan dengan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini dikemukakan Prof Charles Rangga Tabbu secara gamblang dihadapan forum seminar. Menurutnya pengendalian VAI tidak disesuaikan dengan kondisi usaha peternakan negeri ini.

Data lapangan menyimpulkan bahwa kharakteristik usaha peternakan Indonesia meliputi:

(1) tidak ada batasan usaha peternakan menjadi zona-zona, baik zona 1, 2, 3 maupun 4,
(2) selalu diusaha dengan menggunakan kandang system terbuka,
(3) kebanyakan peternak memelihara ayam dalam satu siklus dengan berbagai macam variasi umur,
(4) variasi kualitas manajemen yang sangat besar khususnya untuk zona 3 dan 4,
(5) pakan-pakan yang masih dikemas dalam kantong yang disinyalir menimbulkan dampak lain yang berpengaruh pada kesehatan ayam dan
(6) komposisi tenaga kerja yang melebihi kapasitas populasi ayam yang dipelihara.

Disamping itu, pasar-pasar masih bersifat tradisional. Ayam-ayam dipasarkan dalam bentuk hidup dengan kondisi tempat yang kotor, hal ini memungkinkan terjadinya penyebaran berbagai jenis penyakit selain penyakit avian influenza. Lantas usaha apa yang bisa diterapkan dalam usaha pengendalian VAI ?

Prof Charles menegaskan bahwa hanya dengan penerapan biosekuriti yang benar-benar dengan berpedoman pada 9 strategi pengendalian VAI. Kemudian yang terpenting dari hal ini adalah monitoring dan evaluasi kegiatan, gagal atau berhasil ? Bila dijumpai kegagalan, kaji kembali penyebab kegagalan tersebut, namun bila berhasil maka pertahankanlah dan tingkatkan lagi. (Daman Suska).

Post Terkait:

  • DELAPAN WINDU FKH UGM YOGYAKARTA Peran Dokter Hewan saat ini diperlukan untuk mewujudkan kesejahteraan Masyarakat yang berwawasan lingkungan. Berikut paparan Prof Dr Drh Bambang Sumiarto SU MSc, Dekan Fakultas Kedokteran…
  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • SOLUSI PENGENDALIAN AI PADA BROILER Infovet Edisi 169 Agustus 2008SOLUSI PENGENDALIAN AI PADA BROILER(( Pengendalian AI harus menggunakan berbagai kombinasi strategi yang berbeda yang didasarkan pada karakteristik usaha perunggasan yang…
  • BAHAYA LATEN KOLERA DI PETERNAKAN Edisi 165 April 2008“Jangan Kambing Hitamkan Peternak”Kolera unggas (avian cholera, avian pasteurellosis, avian hemorrhagic septicemia) merupakan penyakit sangat menular yang menginfeksi unggas peliharaan dan unggas-unggas…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • FKH Se Indonesia Menjadi 8 Peristiwa Edisi 170 September 2008Salah satu perkembangan yang sangat terasa bagi peserta KIVNAS X (Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional X PDHI 2008) dengan AZWMC 2008 dan…
  • Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI Fokus Edisi 169 Agustus 2008Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI(( Dalam upaya pengendalian suatu penyakit sangat penting diketahui jalur penularan penyakit. Hal ini untuk…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

October 2026
MTWTFSS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • DELAPAN WINDU FKH UGM YOGYAKARTA by Agribisnis Peran Dokter Hewan saat ini diperlukan untuk mewujudkan kesejahteraan Masyarakat yang berwawasan lingkungan. Berikut paparan Prof Dr Drh Bambang Sumiarto SU MSc, Dekan Fakultas Kedokteran…
  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… by Agribisnis Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • SOLUSI PENGENDALIAN AI PADA BROILER by Agribisnis Infovet Edisi 169 Agustus 2008SOLUSI PENGENDALIAN AI PADA BROILER(( Pengendalian AI harus menggunakan berbagai kombinasi strategi yang berbeda yang didasarkan pada karakteristik usaha perunggasan yang…
  • BAHAYA LATEN KOLERA DI PETERNAKAN by Agribisnis Edisi 165 April 2008“Jangan Kambing Hitamkan Peternak”Kolera unggas (avian cholera, avian pasteurellosis, avian hemorrhagic septicemia) merupakan penyakit sangat menular yang menginfeksi unggas peliharaan dan unggas-unggas…

  • 1,246,015
  • 644,425
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI