Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

SOLUSI PENGENDALIAN AI PADA BROILER

Posted on

Infovet Edisi 169 Agustus 2008

SOLUSI PENGENDALIAN AI PADA BROILER

(( Pengendalian AI harus menggunakan berbagai kombinasi strategi yang berbeda yang didasarkan pada karakteristik usaha perunggasan yang mempunyai resiko tinggi terserang AI. Mengapa masih tetap ada letupan-letupan kecil kasus AI di daerah tertentu? ))

Kemajuan usaha perunggasan Indonesia saat ini patut diacungi jempol. Berbagai terobosan terkini diraih pakar-pakar anak bangsa ini dan disebarkan secara cepat melalui teknologi canggih yang dapat diadopsi secara cepat pula oleh pengguna akhir yakni para peternak di lapangan.

Ibarat sebuah perjalanan, perjalanan perkembangan usaha peternakan dan kesehatan hewan negeri ini selalu dibarengi onak duri. Sehingga fluktuasi usaha dibidang perunggasan selalu saja terjadi bahkan tidak sedikit pengusaha dibidang ini jatuh bangun, namun kembali eksis menekuninya.

Kemunculan Avian Influenza di awal tahun 2003 merupakan salah satu penyebab banyaknya pengusaha dibidang perunggasan yang gulung tikar. Demikian juga minat penanam modal diusaha ini mengalami penurunan drastis. Hal ini mengkhawatirkan pihak-pihak yang berkompeten termasuk Departemen Pertanian yang secara langsung membawahi bidang ini.

Saat ini, setelah lima tahun dunia perunggasan Indonesia bersama AI, kondisi usaha peternakan kembali membaik meskipun dibeberapa daerah masih saja ditemukan letupan-letupan kasus AI.

Penyakit AI merupakan penyakit pernafasan yang disebabkan oleh Virus Avian Influenza (VAI). Penyakit ini ditandai dengan kematian mendadak tanpa gejala klinis, penurunan berat badan, produksi telur dan berat telur, pembengkakan pada kepala, mata dan jengger, pendarahan jaringan bawah kulit dan warna biru pada pial dan kaki serta keluar leleran lendir dari hidung, diare, batuk dan sesak nafas. Pada unggas, tingkat mortalitas ayam terpapar bisa mencapai 100% dari total populasi.

Di samping itu, dalam perjalanan penyakit ini, dilaporkan penyakit ini dapat menular ke manusia. Namun ditegaskan bahwa penularannya bukan melalui bahan pangan produk unggas. Berdasarkan hal ini, maka diperlukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyakit AI. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi peternak yang tetap intens dengan usaha ini serta menghindari kemungkinan penularan AI dari unggas ke manusia dan atau sebaliknya.

Pengendalian AI sampai saat ini masih diperdebatkan oleh beberapa kalangan terkait. Namun masih belum juga ditemukan titik cerah, kapan kasus AI akan berakhir di negeri ini?

Menanggapi hal ini, PT Romindo Primavetcom yang intens dengan obat-obat hewan yang bermutu baik, pada Indo Livestock 2008 expo dan forum, menghadirkan Prof drh Charles Rangga Tabu MSc PhD untuk menyampaikan materi tentang Solusi Pengendalian AI pada Broiler.

Menurut Prof Charles, pengendalian AI di Indonesia perlu dikaji ulang, apakah sudah tepat pada sasarannya? Bila belum menyentuh pada sasaran dimaksud, maka diperlukan mengkaji ulang dimana letak kesalahan yang selama ini dilakukan.

Tindakan pengendalian AI tidak bisa dilepaskan dari karakteristik peternakan broiler ataupun layer di negeri ini. Berdasarkan pengalaman lapangan, mayoritas kandang yang dimiliki peternak adalah kandang sistem terbuka yang didirikan pada lokasi yang saling berdekatan. “Ini jelas tidak sesuai dengan konsep pendirian kandang yang aman dan sehat, baik bagi ternaknya ataupun untuk manusia yang tinggal disekitar lokasi kandang tersebut,” jelas Prof Charles.

Di samping itu, kualitas manajemen yang ada sangat bervariasi, artinya belum ada kesepakatan antar peternak, manajemen yang manakah yang harus diterapkan dalam hal kontrol yang baik untuk menghindari jangkitan penyakit di lokasi farmnya. Variasi sistem pemeliharaan ini diyakini memberikan peluang yang besar bagi bibit penyakit untuk masuk ke lokasi farm, kemudian pada saat peternak lengah, maka penyakit dari farm-farm lainpun dapat menginfeksi ternaknya.

Hal menarik lainnya terkait karakter peternak broiler Indonesia adalah pemeliharaan ayam dengan umur yang bervariasi dalam satu lokasi. Pada hal ini sangat tidak dianjurkan, terutama terkait kemungkinan terjadinya penularan penyakit yang cepat. Lalu bagaimana solusi yang tepat dalam pengendalian AI?

Menurut Prof Charles, pengendalian AI harus menggunakan berbagai kombinasi strategi yang berbeda yang didasarkan pada karakteristik usaha perunggasan yang mempunyai resiko tinggi terserang AI. Hal ini ditegasnya bahwa sejauh ini belum ada suatu solusi ajaib yang manjur dan berlaku universal dalam usaha pengendalian AI ini.

Beberapa hal terkait yang dapat dijadikan acuan untuk pengendalian AI adalah tetap mengacu pada strategi penanggulangan AI besutan Deptan RI. Di samping itu, perlu adanya penekanan-penekanan pada beberapa kegiatan pengendalian baik yang berdasarkan pada strategi penanggulangan AI besutan Deptan RI ataupun dikombinasikan dengan tindakan pengendalian lainnya.

Namun yang terpenting disini menurut Prof Charles adalah evealuasi strateginya, karena hal ini dapat memberikan informasi tentang sejauh mana tingkat keberhasilan atau kelemahan strategi yang telah dilaksanakan, serta penyesuaian dan perbaikan program penanggulangan yang sesuai dengan umpan balik dari lapangan.

Dikatakannya lagi, untuk pihak-pihak terkait, perlu melakukan pencegahan terhadap kemungkinan masuknya VAI atau sumber VAI lainnya ke dalam areal peternakan atau daerah-daerah tertentu, pengendalian jika terjadi letupan AI, vaksinasi terhadap AI yang disesuaikan dengan resiko terhadap infeksi VAI, kajian epidemiologi tentang AI dan edukasi peternak, pengusaha, dan sosialisasi pada masyarakat. Lantas mengapa masih tetap ada letupan-letupan kecil kasus AI di daerah tertentu?

“Inilah Pekerjaan Rumah kita (red: dokter hewan) yang belum tuntas, yang masih kita pikul bersama, mengkaji kembali dimana letak kesalahannya,” jelas pakar perunggasan ini. Ditegaskan Prof Charles bahwa dalam pengendalian AI tetap ada masalah dan masalah inipun datangnya dari peternak-peternak yang kurang mendapatkan edukasi terkait AI itu sendiri.

Masalah-masalah dimaksud seperti isolasi peternakan sulit dilakukan, aspek manajemen cenderung tidak optimal sehingga biosekuriti cenderung longgar, ini menyebabkan titer maternal antibodi terhadap VAI tidak maksimal. Kemudian sistem pemasaran ayam dan distribusi kotoran ayam belum mengacu pada prinsif biosekuriti yang ketat, serta control lalu lintas unggas dan produk sampingnya sulit dilakukan.

“Selagi masalah ini belum mampu ditekan atau dilenyapkan, maka pengendalian AI di negeri ini masih tetap seperti-seperti ini saja, artinya pengendalian AI tetap stagnasi dengan gaya lama dan dana untuk kegiatan ini akan hilang tanpa hasil nyata,” pungkas Prof Charles. (Daman Suska)

Post Terkait:

  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Peran Startup di Sektor Akuakultur Menahan masuknya kemajuan teknologi (Statup di sektor Akuakultur) )hanya akan membuat kemunduran dan gagap teknologi, untuk itu dibutuhkan peran startup yang bisa menjadi jembatan informasi…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…
  • BAHAYA LATEN KOLERA DI PETERNAKAN Edisi 165 April 2008“Jangan Kambing Hitamkan Peternak”Kolera unggas (avian cholera, avian pasteurellosis, avian hemorrhagic septicemia) merupakan penyakit sangat menular yang menginfeksi unggas peliharaan dan unggas-unggas…
  • Musim Penghujan, Pakan dan Ayam Kerdil Fokus Majalah Infovet Edisi 162 Januari 2008Narasumber Infovet menyampaikan sekitar Oktober 2007 serangan ayam kerdil juga bisa terjadi di ayam pullet, dengan besar kasus 5…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… by Agribisnis Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN by Agribisnis (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN by Agribisnis GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Peran Startup di Sektor Akuakultur by Agribisnis Menahan masuknya kemajuan teknologi (Statup di sektor Akuakultur) )hanya akan membuat kemunduran dan gagap teknologi, untuk itu dibutuhkan peran startup yang bisa menjadi jembatan informasi…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI