Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Pembenihan dan Pembesaran Patin di Pekarangan

Posted on

Dikeluarkannya kebijakan pembatasan kuota impor ikan membuat ikan patin menjadi salah satu ikan dalam negeri yang menjadi tumpuhan kebutuhan pasar lokal. Selain menjadi komoditas konsumsi, ikan patin juga dijual sebagai ikan hias. Prospek bisnisnya masih terbuka lebar dan potensial dijadikan sebagai usaha sampingan di halaman rumah sendiri.

AK 9 Budidaya 1 1

Seiring meningkatnya permintaan masyarakat, ikan patin mulai dibudidayakan di berbagai media seperti kolam, keramba, maupun bak semen. Meskipun tidak se-semarak budidaya ikan gurami dan lele, budidaya ikan patin merupakan salah satu budidaya paling potensial yang dapat menghasilkan nilai jual tinggi.

Ikan patin, dengan nama ilmiah Pangasius hypophthalmus, masuk ke dalam golongan jenis ikan lele (catfish) yang memiliki kumis atau sungut. Jenis catfish satu ini termasuk ikan yang tubuhnya sangat mudah besar. Dalam 6 bulan, panjang badannya bisa mencapai 35 sampai 40 cm. Bila dibiarkan terus tumbuh, panjang badan ikan patin mencapai 1—2 meter.

Ikan patin dibesarkan hingga memenuhi ukuran standar konsumsi. Meski dikonsumsi dalam berbagai ukuran, antara 200 gram hingga 1 kilogram, masa panen menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Habitat asli ikan patin adalah sungai-sungai besar yang ada di kawasan Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, dan Pulau Jawa. Meskipun demikian, ikan patin juga dapat hidup dan dibudidayakan di kolam air tawar.  Untuk mempercepat pertumbuhan, budidaya ikan patin sering dilakukan di kolam dengan air yang mengalir secara teratur.

Saifudin merupakan generasi kedua penerus usaha keluarga dalam berbudidaya ikan patin yang berlokasi di Pondok Gede, Jakarta Selatan. Usaha kecil-kecilan yang telah dirintis oleh ayah Saifudin, H. Gani Gamun, tak terasa telah berlangsung selama lebih dari tiga puluh tahun. Luas pekarangan untuk budidaya ikan patin meluas menjadi 250 meter persegi dan telah menjadi salah satu sumber penghasilan utama keluarga. “Budidaya ikan patin disesuaikan dengan musim kawinnya. Sambil menunggu musim kawin ikan patin tiba, kami membudidayakan ikan hias. Saya dan keluarga telah memutuskan untuk fokus di budidaya ikan patin dan ikan hias.”

Untuk memulai proses budidaya ikan patin diperlukan persyaratan dan kondisi lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan ikan patin, dimulai dari tanah liat atau lempung yang tidak poros, kemiringan tanah antara 3—5%, kualitas air bersih, pH yang berkisar 6,5—7,0 dan suhu air optimal, antara 26—28 derajat celcius. “Untuk ikan patin sendiri, kami selalu letakkan di akuarium dalam, bukan akuarium terbuka karena tidak boleh terkena paparan sinar matahari berlebih,” terang Saifudin. Menurut Saifudin, suhu merupakan faktor penting dalam budidaya ikan patin.

AK 9 Budidaya 1 4

Idealnya, ikan patin tumbuh lebih baik di kolam dengan aliran air yang mengalir dengan baik. Meskipun demikian, patin juga dapat dipelihara di kolam semen yang tidak mengalir, asalkan kualitas air terus diperhatikan dengan baik.

Saifudin mengakui, dari 17 kolam semen yang terdapat di pekarangannya, airnya tidak mengalir. Namun air segera diganti jika kotor atau terlalu banyak lumut.  “Di saat pemijahan dari telur sampai bibit, pemeliharaan dilakukan di dalam akuarium,” ungkap Saifudin, “sementara kolam semen diprioritaskan khusus untuk pemeliharaan induk setelah ditangkap dari empang.”

Pemupukan

Proses pemupukan dilakukan sebelum ikan patin dimasukkan ke dalam kolam. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50—700 gram per meter persegi. Pemupukan bertujuan merangsang pertumbuhan pakan alami di dalam kolam.

Pembibitan

Pembibitan bisa dimulai dengan mengawinkan indukan yang berkualitas, baik dari alam maupun dari para penjual benih. Untuk meminimalkan gagal kawin, satu betina dipasangkan dengan dua jantan. Selama proses perkawinan, pembentukan sel telur dan sperma dipicu dengan suntikan hormon pemicu. Selanjutnya, indukan disatukan selama satu hingga dua minggu. Setelah bertelur, induk dipisahkan dan diambil telurnya.

Produksi benih dapat dilakukan dengan proses reproduksi buatan dengan mencampurkan telur induk betina dengan sperma ikan jantan. “Secara sederhana, telur dimasukkan ke dalam mangkuk dan dalam jangka waktu yang secepat mungkin langsung dimasukkan sperma dari induk jantan,” papar Saifudin. “Setelah menyatu, sperma dan telur diaduk rata menggunakan semacam kuas. Selama penyatuan sperma dan ovum, tidak boleh dikenakan air. Setelah menyatu, telur dituang ke akuarium,” tambahnya.

Pemeliharaan benih

Benih dipelihara dalam akuarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm dengan padat penebaran 500 bibit ikan per akuarium. Selama perawatan, diperlukan heater dan aerator untuk menjaga kuantitas oksigen dan kestabilan suhu. Adapun pakan diberikan setiap 2 jam sekali. Kurang lebih satu minggu, benih mulai tumbuh.

Pemberian pakan merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan patin.  Aspek kandungan gizi, jumlah, serta frekuensi pemberian pakan dapat menentukan kualitas hasil panen.  Pakan yang dapat diberikan berupa pelet dan bisa ditambahkan pakan alami lainnya seperti kerang, ikan sisa, sisa dapur, dan sebagainya. Pengadaan pakan alami dari lingkungan dapat menghemat biaya pemeliharaan.

Pemanenan

Meskipun tampak sepele, pemanenan harus diperhatikan untuk mencegah kerusakan, kematian, dan cacat saat dipanen. Penggunaan jala sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan luka. Alternatif alat yang dapat digunakan yaitu serok atau menangkap ikan dari bagian hilir ke hulu. Usahakan ikan tidak terluka agar kualitasnya tidak turun dan harga jualnya tinggi. Selanjutnya ikan dimasukan ke dalam wadah yang telah diisi air. Hal ini bertujuan agar ikan tetap hidup dan tidak stres. Saat musim panen tiba, Saifudin mengakui bahwa keuntungannya bisa mencapai Rp 15,000,000 juta per siklus.

Usaha ini sangat cocok bagi anda yang memiliki halaman luas dan modal yang lumayan. Meskipun demikian, Anda yang tidak memiliki modal besarpun bisa menjalankan usaha sampingan ini di kolam terpal. Segmen budidaya pendederan bisa dijadikan pilihan

Post Terkait:

  • Kiat Agar Benih Tumbuh Pesat dan Sehat Dalam budidaya ikan, kualitas benih mempengaruhi hasil segmen usaha budidaya pembesaran. Untuk hasilkan benih berkualitas, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Benih ikan merupakan anak ikan…
  • Untuk Benih yang Berkualitas, Sertifikasi CPIB Perlu! Merebaknya wabah TiLV di sejumlah negara membuat segmen pembenihan mendapatkan sorotan. Terlebih dalam urusan impor benih dan induk tilapia dari wilayah yang terkena wabah. Nama…
  • Resirkulasi, Tingkatkan Produksi Massal Benih Kakap Putih Dengan resirkulasi, BPBL Batam mampu meningkatkan tingkat kelulusan hidup larva kakap putih hingga 30%. Kakap putih merupakan salah satu hasil perikanan dengan permintaan pasar global…
  • Tekan Biaya Produksi dengan 10 langkah Sistem Tambak Nurseri Percobaan membuktikan, sistem nurseri pada skala komersial di Asia menghasilkan penurunan biaya produksi antara 15-30% dibandingkan dengan proses budidaya biasa. Tidak hanya itu, dengan dikuranginya…
  • Besarkan Benih Udang Galah Sistem Ugadi Kini, sawah tak lagi sekadar hasilkan padi. Dengan Ugadi, tebar benih udang galah di 1.000 m persegi luas sawah hasilkan 1,52 kwintal udang galah siap…
  • Pembenihan Kakap Putih     Terapkan teknologi pembenihan yang bagus, Ambon andalkan kakap putih.   Direktut PT. Bali Barramundi, I Ketut Bagus Irawan,  memandang budidaya ikan sebagai peradaban…
  • Agar Benih Patin Siam Tumbuh Optimal Di kalangan pembenih patin, jenis patin siam sudah tidak asing lagi. Selain ‘bandel, dari sisi ketahanan hidupnya, patin siam juga sangat produktif. Meskipun begitu, perawatan…
  • Lirik Potensi Gurame, Lakukan Pemijahan dari Sekarang Keterbatasan benih tidak seimbang dengan banyaknya permintaan akan ikan konsumsi ini. Perlu adanya penyuluhan kepada pembudidaya agar budidaya gurame berkesinambungan. Sejalan dengan pengembangan kawasan usaha…
  • Pembenihan Teripang Pasir Banyak pihak yang mencari teripang, karena harganya yang menggiurkan di pasar lokal sendiri, harga teripang Rp 30.000 – Rp 150.000/kg. Untuk melestarikannya BBPPBL Gondol –…
  • Kepiting Rajungan dari Induk Alam Sebagai salah satu hasil laut yang terkenal nikmat dan bernilai gizi, kepiting rajungan menjadi salah satu hasil laut yang permintaan pasarnya tinggi. Kepiting rajungan juga…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Kiat Agar Benih Tumbuh Pesat dan Sehat by Agribisnis Dalam budidaya ikan, kualitas benih mempengaruhi hasil segmen usaha budidaya pembesaran. Untuk hasilkan benih berkualitas, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Benih ikan merupakan anak ikan…
  • Untuk Benih yang Berkualitas, Sertifikasi CPIB Perlu! by Agribisnis Merebaknya wabah TiLV di sejumlah negara membuat segmen pembenihan mendapatkan sorotan. Terlebih dalam urusan impor benih dan induk tilapia dari wilayah yang terkena wabah. Nama…
  • Resirkulasi, Tingkatkan Produksi Massal Benih Kakap Putih by Agribisnis Dengan resirkulasi, BPBL Batam mampu meningkatkan tingkat kelulusan hidup larva kakap putih hingga 30%. Kakap putih merupakan salah satu hasil perikanan dengan permintaan pasar global…
  • Tekan Biaya Produksi dengan 10 langkah Sistem Tambak Nurseri by Agribisnis Percobaan membuktikan, sistem nurseri pada skala komersial di Asia menghasilkan penurunan biaya produksi antara 15-30% dibandingkan dengan proses budidaya biasa. Tidak hanya itu, dengan dikuranginya…
  • Besarkan Benih Udang Galah Sistem Ugadi by Agribisnis Kini, sawah tak lagi sekadar hasilkan padi. Dengan Ugadi, tebar benih udang galah di 1.000 m persegi luas sawah hasilkan 1,52 kwintal udang galah siap…

  • 1,202,765
  • 606,609
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI