Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Kepiting Rajungan dari Induk Alam

Posted on

Sebagai salah satu hasil laut yang terkenal nikmat dan bernilai gizi, kepiting rajungan menjadi salah satu hasil laut yang permintaan pasarnya tinggi.

Kepiting rajungan juga dikenal dengan nama blue crab atau Portunus pelagicus. Kepiting rajungan memiliki bentuk, warna, dan penampakan yang berbeda dengan kepiting bakau. Jenis kepiting ini dapat ditemukan di daerah pasang-surut, dari Samudera Pasifik, Samudera Hindia, Timur Tengah, sampai pantai di Laut Mediterania.

Sebagai salah satu komoditas ekspor Indonesia, sampai saat ini seluruh kebutuhan ekspor rajungan masih mengandalkan hasil tangkapan laut. Dikhawatirkan, populasinya di alam akan menurun. Indikasinya terlihat selama tiga tahun terakhir, ekspor kepiting rajungan mengalami fluktuasi karena tidak stabilnya hasil penangkapan oleh nelayan. Sebagai salah satu komoditas ekspor, budidaya kepiting rajungan bisa dikategorikan sebagai peluang usaha baru.

Pembenihan dari induk tangkapan alam

Salah satu kendala dalam pengembangan teknologi pembenihan rajungan adalah rendahnya persentase sintasan benih atau tingkat kelangsungan hidup yang dihasilkan. Belum ada teknologi pembenihan kepiting rajungan yang mudah diaplikasikan. Namun, bukan berarti budidayanya tidak bisa dilakukan. Salah satu upaya memperoleh benih yaitu menggunakan induk rajungan hasil tangkapan alam yang sudah gendong telur.

Foto 2 (www.chesapeakebay.net)

Faktor yang paling menentukan dalam keberhasilan budidaya kepiting rajungan adalah pemilihan lokasi pembenihan, yang disarankan berada di tepi atau di daerah sekitar pantai agar memudahkan penyedian air laut. Kondisi air laut yang digunakan untuk budidaya harus jernih dan tidak berlumpur. Di samping itu, syarat utama lainya adalah kemampuan memompa air paling tidak selama 20 jam terus-menerus.

Suhu air kolam kepitingan rajungan disarankan pada kisaran 30—31 oC. Selama pemeliharaan, induk rajungan diberi pakan berupa cumi-cumi 2 kali sehari. Bak pemeliharaan dilengkapi dengan sistem sirkulasi yang mampu memompa air selama 20 jam non-stop dan diberi aerasi. Pergantian air dilakukan 2 minggu sekali sebanyak 50% total volume air.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah proses atau siklus perkembangbiakan dan preferensinya. Kepiting rajungan jantan hanya mau kawin ketika betina sudah dewasa dan dalam tahap terakhir pergantian kulit (molting).

Salah satu hal yang paling menguntungkan adalah kepiting rajungan betina dapat menghasilkan dua juta telur setiap kali memijah. Walaupun tingkat kelangsungan hidup (survival rate) benih-benih di alam rendah, dengan penjagaan lingkungan yang terkendali, tingkat keberhasilannya bisa ditingkatkan.

Pemindahan induk gendong telur harus dilakukan dengan hati-hati. Telur sebaiknya ditunggu dari berwarna kuning, berubah jingga, lalu hitam. Setelah itu, induk kepiting rajungan dipindahkan ke dalam bak penetasan yang sudah dibersihkan dengan air laut steril. Proses pemindahan sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Penetasan memakan waktu selama 1—2 hari. Selama waktu tersebut, induk kepiting rajungan biasanya tidak mau makan dan air dalam kolam harus diganti 100% setiap harinya. Induk kepiting rajungan juga tidak diberi pakan untuk mengurangi risiko kontaminasi bibit penyakit lewat pakan segar.

Selengkapnya baca di majalah Info Akuakultur Edisi 8/September 2015

Post Terkait:

  • Pembenihan Kepiting Bakau “Tingkat konsumsi masyarakat terhadap kepiting tidak dipengaruhi oleh perubahan iklim. Permintaan kepiting yang tetap tinggi dari waktu ke waktu membuat persediaan terbatas dan harganya terbilang…
  • Resirkulasi, Tingkatkan Produksi Massal Benih Kakap Putih Dengan resirkulasi, BPBL Batam mampu meningkatkan tingkat kelulusan hidup larva kakap putih hingga 30%. Kakap putih merupakan salah satu hasil perikanan dengan permintaan pasar global…
  • Kiat Sukses Benihkan Si Tangan Panjang GI Macro II Sukses lewati proses seleksi, udang galah GI Macro II besutan Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi siap genjot produksi udang galah nasional.   GI Macro…
  • Pijah Buatan untuk Si Jelawat Dikenal sebagai ikan khas pedalaman Kalimantan dan Sumatra, ikan air tawar yang nikmat disantap setelah digoreng atau dikukus ini sudah merambah pasar Jakarta. Keberhasilan teknik…
  • Lirik Potensi Gurame, Lakukan Pemijahan dari Sekarang Keterbatasan benih tidak seimbang dengan banyaknya permintaan akan ikan konsumsi ini. Perlu adanya penyuluhan kepada pembudidaya agar budidaya gurame berkesinambungan. Sejalan dengan pengembangan kawasan usaha…
  • Pacu Perkembangan Gonad Kerapu Kertang Meskipun kerapu kertang jantan besutan BBAP Situbondo telah berhasil menghasilkan sperma yang berkualitas untuk menghasilkan kerapu-kerapu hybrid, tetapi induk betinanya belum mampu menghasilkan telur berkualitas…
  • Pembenihan dan Pembesaran Patin di Pekarangan Dikeluarkannya kebijakan pembatasan kuota impor ikan membuat ikan patin menjadi salah satu ikan dalam negeri yang menjadi tumpuhan kebutuhan pasar lokal. Selain menjadi komoditas konsumsi,…
  • Tekan Biaya Produksi dengan 10 langkah Sistem Tambak Nurseri Percobaan membuktikan, sistem nurseri pada skala komersial di Asia menghasilkan penurunan biaya produksi antara 15-30% dibandingkan dengan proses budidaya biasa. Tidak hanya itu, dengan dikuranginya…
  • Kiat Agar Benih Tumbuh Pesat dan Sehat Dalam budidaya ikan, kualitas benih mempengaruhi hasil segmen usaha budidaya pembesaran. Untuk hasilkan benih berkualitas, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Benih ikan merupakan anak ikan…
  • Nusantara 1, Vaname Unggul dari Situbondo Bisa jadi, tak banyak pembudidaya tahu bahwa Indonesia, khususnya Situbondo, telah berhasil memproduksi indukan udang vaname unggul. Hatchery pun tak perlu lagi tergantung pada indukan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Pembenihan Kepiting Bakau by Agribisnis “Tingkat konsumsi masyarakat terhadap kepiting tidak dipengaruhi oleh perubahan iklim. Permintaan kepiting yang tetap tinggi dari waktu ke waktu membuat persediaan terbatas dan harganya terbilang…
  • Resirkulasi, Tingkatkan Produksi Massal Benih Kakap Putih by Agribisnis Dengan resirkulasi, BPBL Batam mampu meningkatkan tingkat kelulusan hidup larva kakap putih hingga 30%. Kakap putih merupakan salah satu hasil perikanan dengan permintaan pasar global…
  • Kiat Sukses Benihkan Si Tangan Panjang GI Macro II by Agribisnis Sukses lewati proses seleksi, udang galah GI Macro II besutan Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi siap genjot produksi udang galah nasional.   GI Macro…
  • Pijah Buatan untuk Si Jelawat by Agribisnis Dikenal sebagai ikan khas pedalaman Kalimantan dan Sumatra, ikan air tawar yang nikmat disantap setelah digoreng atau dikukus ini sudah merambah pasar Jakarta. Keberhasilan teknik…
  • Lirik Potensi Gurame, Lakukan Pemijahan dari Sekarang by Agribisnis Keterbatasan benih tidak seimbang dengan banyaknya permintaan akan ikan konsumsi ini. Perlu adanya penyuluhan kepada pembudidaya agar budidaya gurame berkesinambungan. Sejalan dengan pengembangan kawasan usaha…

  • 1,202,768
  • 606,612
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI