Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Penyebab Kerugian yang Tidak Terdeteksi Peternak lele

Posted on

Di berbagai  wilayah  banyak  peternak lele mengatakan rugi dan rugi, dan kemudian usahanya gulung tikar. Sebenarnya apa penyebabnya?

 Mari kita telaah. Harga lele per bulan januari 2015 ini berkisar antara Rp 12.500 – Rp 14.000 per kg. Rata rata peternak tradisional menebar 2.000 ekor per kolam. Mereka menggunakan pakan pabrikan dan pakan alternatif berupa keong.

dwi avianto
Dwi Avianto

Peternak ini biasanya memakai pakan pelet 60 kg ditambah keong 20 kg. Harga pakan 285.000 /sak,dan dibutuhkan 2 sak sehingga total biaya pakan sebesar Rp 570.000.

Misalkan harga benih Rp 180/ekor , maka biaya benih untuk 2.000 ekor sebesar Rp 360.000. Keong pastilah gratis, peternak tinggal cari di sawah dan  empang . Dengan demikian total pengeluaran adalah  Rp 570.000 + Rp 360 = Rp 930.000 , belum termasuk listrik, air dan tenaga kerja.

Misalkan dengan tebar 2.000 ekor benih , target  produksi sebesar 200 kg (ini bila pakai pakan pellet murni ), maka dengan harga jual Rp 14.000/kg maka uang yang didapat  Rp 14.000x 200 kg = Rp 2.800.000.

Nah harusnya kan tidak rugi, malah untung banyak Rp 1.870.000. Tapi kenapa petani bisa gulung tikar? Kalau benar mereka rugi berarti penjualan di bawah biaya produki sebesar Rp.930.000 . Dengan harga jual Rp 14.000, berarti mereka panen di bawah 66 kg (Rp. 930.000 / 14.000 .

Pakan Daging Segar Penyebab Kanibal

kolam leleSekarang pertanyaannya, mengapa produksinya jauh di bawah normal? Apakah ada pencuri? Penyakit? Atau apa?

Dwi Avianto, seorang penyuluh dan praktisi perikanan di Demak Jawa Tengah mengatakan, pakan pelet yang jumlahnya minim ditambah dengan pakan daging segar (keong) dapat memancing lele berubah menjadi bersifat kanibal, makan sesama lele. Adanya pakan berupa keong membuat lele terbiasa dengan aroma daging sehingga bila ada lele yang terluka sedikit saja itu akan memancing lele yang sehat untuk menyerang dan memangsanya beramai ramai.

Perlu diingat bahwa lele punya sungut yang berfungsi mencium aroma makanan.Ikan atau biota air yang mempunyai sungut/antenna/antenula  pasti tidak bisa melihat hanya memakai sungut untuk membaui makanannya. Ini yang tidak diketahui masyarakat, sehingga banyak orang bilang ke pembudidaya lele, bahwa kalau lele dikasih keong, daging atau ayam tiren maka lele akan tumbuh lebih cepat besar. Ya benar, cepat besar karena selain daging daging yang diberikan peternak, malamnya ada tambahan daging berupa lele yang terluka. Biasanya peternak memberi pakan pada pagi dan sore hari, padahal lele aktif makan di malam hari.

Dan pergerakan lele yang muncul dipermukaan adalah yang besar-besar, sedangkan yang kecil masih di bawah. Ini yang dilihat orang ketika memberi pakan ayam tiren, terlihat lele besar-besar dan langsung dibuat kesimpulan bahwa lele cepat besar karena diberi pakan berupa bangkai ayam atau keong.

Oleh karena itulah kenapa saat panen , lelenya besar-besar tapi jumlahnya sedikit, sedangkan yang kecil banyak yang hilang.

Dan ujung ujungnya peternak rugi yang akhirnya “gulung terpal”.

Pakan Pabrik Lebih Efisien

Menurut Dwi Avianto sebagaimana ditulis di sukseslele.blogspot.com, bila peternak menggunakan 100 % pakan dari pabrik meski secara biaya kelihatan mahal, namun hasil akhirnya masih bisa mendapatkan laba 30% -60 %. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak mau memakai pakan pellet 100% karena merasa harga pakan tinggi. Mereka cenderung melihat harga pakan yang tinggi dan berpikir bakal rugi. Padahal dimana-mana usaha lele yang masih berdiri adalah mereka yang memakai pakan full pellet dari pabrik pakan. Hanya sebagian besar belum tahu cara menggunakannya dengan baik.

Saat ini harga Pakan pabrikan berkisar Rp 9.800 / kg sedangkan harga jual lele masih Rp 14.000. Bila menebar 2.000 ekor  bibit dengan hasil 200 kg bisa diperoleh untung  Rp 840.000 dikurangi benih  Rp 360.000 jadi masih dapat  Rp 480.000 . Padahal hasil ini memakai pakan pabrikan dengan cara budidaya yang biasa-biasa saja.

Jika teknik budidayanya disempurnakan Feed Conversion Ratio (FCR) bisa lebih rendah yakni 0,7 sampai 0,8. Semakin rendah FCR berarti keuntungan bertambah banyak.

Kita hitung bila FCR 0,8 saja, dari harga pakan Rp 9.800/kg maka biaya pakan per kg lele bisa dihemat menjadi Rp 7.840. Untung yang diperoleh menjadi Rp 14.000 – Rp 7.840 = Rp 6.160 . Bila hasil 200 kg maka untung nya =  1.232.000 , dikurangi benih seharga Rp 360.000 menjadi  = 872.000. Itu hasil dari satu kolam. “Jika anda memiliki 20 kolam. Silakan hitung sendiri potensi laba yang bisa anda peroleh,” kata Dwi kepada majalah Info Akuakultur. ***

Post Terkait:

  • Tips Praktis Cara Ternak Lele dengan Sukses Jika kita membicarakan "cara ternak lele," maka akan segera muncul citra peternakan kecil nan damai di benak kita. Suasana senyap yang hanya dipecah oleh gemericik…
  • Trik Ternak Lele untuk Pemula Ternak lele untuk pemula, suatu petualangan menarik yang tak kalah seru perburuan harta karun! Sama seperti saat Anda pertama kali membuka peta harta karun dan…
  • Cara Sukses Ternak Lele di Ember Mengapa orang begitu terpesona oleh cara ternak lele di ember? Mungkin karena ini adalah salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk menghasilkan ikan lele…
  • BETERNAK LELE DI KOLAM TERPAL Dalam perjalanan ke berbagai tempat, Info Akuakultur menjumpai peternak lele yang memelihara ikan ini dalam kolam terpal. Sebuah upaya praktis dan ekonomis yang patut untuk…
  • Di Akhir Tahun,Telur Ayam Dirundung Kelam Ketika tulisan ini dibuat (mendekati akhir Nopember 2009), harga ketiga komoditi pangan itu telah menyentuh level psikologis di bawah titik impas (BEP) masing-masing selama hampir…
  • Budidaya Gurame: Tetap Berdaya di Masa Tua Siapa bilang usaha budidaya hanya untuk mereka yang masih muda. Tepat memilih segmentasi usaha, budidaya ikan bisa menjadi pilihan mengisi waktu tua agar tetap produktif…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Hitung Potensi Usaha Budidaya Sidat Skala Rumahan Ikan sidat adalah nama lain dari unagi dalam istilah Jepang, potensi usaha budidaya ikan sidat mulai menjadi incaran investor asing. Ikan sidat berasal dari Indonesia,…
  • Pakan Ternak Tumbuh 7% Pertahun Capai 8,13 Juta Ton (( Tahun 2008 konsumsi pakan berkisar 8,13 juta ton dengan asumsi pertumbuhan kebutuhan peternakan 7%. ))Untuk mengimbangi kenaikan produksi unggas, maka konsumsi pakan ternak nasional…
  • Pahlawan Devisa Itupun Tergantikan oleh Peternakan Oleh : Danang Herry MantoroSatu nusa satu bangsa satu bahasa kitaTanah air pasti jayaUntuk selama lamanyaIndonesia merdekaIndonesia pusakaNusa bangsa dan bahasaKita bela bersama….Sepenggal lagu kebangsaan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Tips Praktis Cara Ternak Lele dengan Sukses by Allen Jika kita membicarakan "cara ternak lele," maka akan segera muncul citra peternakan kecil nan damai di benak kita. Suasana senyap yang hanya dipecah oleh gemericik…
  • Trik Ternak Lele untuk Pemula by Allen Ternak lele untuk pemula, suatu petualangan menarik yang tak kalah seru perburuan harta karun! Sama seperti saat Anda pertama kali membuka peta harta karun dan…
  • Cara Sukses Ternak Lele di Ember by Allen Mengapa orang begitu terpesona oleh cara ternak lele di ember? Mungkin karena ini adalah salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk menghasilkan ikan lele…
  • BETERNAK LELE DI KOLAM TERPAL by Agribisnis Dalam perjalanan ke berbagai tempat, Info Akuakultur menjumpai peternak lele yang memelihara ikan ini dalam kolam terpal. Sebuah upaya praktis dan ekonomis yang patut untuk…
  • Di Akhir Tahun,Telur Ayam Dirundung Kelam by Agribisnis Ketika tulisan ini dibuat (mendekati akhir Nopember 2009), harga ketiga komoditi pangan itu telah menyentuh level psikologis di bawah titik impas (BEP) masing-masing selama hampir…

  • 1,202,765
  • 606,609
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI