Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Peran KJA Offshore Untuk Budidaya Laut Lepas

Posted on
Andi Jayaprawira Sunadim

Indonesia dengan panjang garis pantai 95.000 km dan luas lautan 7,9 juta km2 memiliki potensi budidaya ikan laut yang sangat besar. Diperlukan keramba jaring apung (KJA) HDPE modern untuk menggarapnya, dan perusahaan dalam negeri sudah mampu memproduksi KJA offshore submersible.

Seiring dengan seruan Presiden Joko Widodo untuk memanfaatkan potensi laut Indonesia, potensi budidaya ikan laut baik pesisir maupun laut lepas (offshore) harus digarap. Indonesia memiliki beragam komoditas yang menarik seperti ikan kerapu, kakap putih, bawal bintang, bubara, bandeng, dan bahkan tuna sirip kuning. Untuk menggarapnya dibutuhkan alat yang disebut dengan keramba jaring apung (KJA).

Saat ini mayoritas KJA yang digunakan di Indonesia adalah KJA berbahan kayu. KJA berbahan kayu dianggap tidak memadai karena mencemari lingkungan dan mendorong penebangan hutan, oleh karenanya sejak tahun 2011 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah beralih ke KJA HDPE modern buatan dalam negeri. KJA HDPE memiliki keunggulan ramah lingkungan dan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap ombak laut, sehingga mendatangkan keuntungan lebih bagi pembudidaya.

General Manager PT Gani Arta Dwitunggal (produsen KJA HDPE Aquatec) Andi Jayaprawira Sunadim menjelaskan, KJA HDPE terdiri dari KJA segi empat dan KJA bundar. KJA HDPE segi empat biasa digunakan untuk memelihara berbagai jenis ikan kerapu dikarenakan sifat ikan kerapu yang menyukai sudut net, sedangkan KJA bundar biasa digunakan untuk memelihara ikan perenang seperti ikan kakap putih, bawal bintang, bubara, bandeng, dan tuna ekor kuning.

Sejak tahun 2008, KJA HDPE Aquatec terjual sebanyak 15.000 unit di seluruh Indonesia dan mengekspor ke Singapura, Malaysia, Filipina, China, dan Taiwan. Salah satu KJA terbesar yang pernah diproduksi adalah KJA bundar berdiameter 50 meter (keliling 157 meter) yang dipakai untuk penelitian ikan tuna sirip kuning di BBPPBL Gondol, Bali.

Menuju aquatec.co.id, Oleh karena ketahanan KJA HDPE yang tinggi, saat ini belum ada satu unitpun KJA HDPE yang rusak. “Semua KJA yang dijual sejak tahun 2011 hingga saat ini masih berada dalam kondisi baik, hal ini dikarenakan KJA HDPE rata-rata memiliki umur di atas 25 tahun,” ujar Andi.

Budidaya ikan laut beralih ke offshore

Saat ini, salah satu tujuan dari KKP adalah untuk menggarap potensi budidaya ikan laut lepas (offshore). Laut lepas adalah laut dengan ketinggian ombak di atas 3 meter dan cuaca yang lebih ganas dari pesisir.

Menjawab tantangan tersebut, Andi mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah memiliki teknologi KJA HDPE yang dapat digunakan di laut lepas. Kategori KJA ini dapat dibagi menjadi 2 yaitu kategori KJA offshore dan kategori KJA offshore submersible.

KJA offshore submersible (dalam keadaan terapung, Lokasi Situbondo)8.JPG

KJA offshore merupakan KJA HDPE dengan diameter dan ketebalan pipa yang lebih ditingkatkan dari KJA HDPE pada umumnya. Jikalau KJA HDPE pada umumnya memiliki nilai SDR (Side Wall to Diameter Ratio/Perbandingan Ketebalan Dinding Pipa dengan Diameter Pipa) berkisar 20, KJA offshore memiliki nilai SDR berkisar 17 sehingga memiliki ketebalan dinding yang lebih tebal.

Sebagai contoh, KJA HDPE diameter 25 meter pada umumnya memiliki diameter luar pipa 280 mm dengan nilai SDR 20 (ketebalan pipa 14mm), sedangkan KJA offshore diameter 25 meter memiliki diameter luar pipa 315 mm dengan nilai SDR 17 (ketebalan pipa 18,5mm).

Diameter luar pipa yang lebih besar dan ketebalan pipa yang lebih tebal memberikan kekuatan yang lebih pada KJA offshore untuk menghadapi ombak laut lepas hingga ketinggian ombak 5 meter (bukan ombak bergulung).

Kategori KJA offshore dengan tingkat teknologi yang lebih tinggi adalah KJA offshore submersible. KJA ini merupakan KJA offshore yang memiliki kemampuan untuk ditenggelamkan ke dalam air dan diapungkan kembali.

Dengan demikian, ketika badai akan datang, KJA ini dapat ditenggelamkan ke dalam air dan dapat diapungkan kembali setelah badai reda. Selama KJA offshore submersible berada di bawah air, KJA aman dari badai taifun sekalipun, sehingga mampu menghadapi ombak hingga ketinggian 9 meter. Untuk net memakai net klasifikasi tanpa simpul (knotless) dari serat Dyneema yang lebih kuat dari baja.

Hebatnya, KJA offshore submersible buatan dalam negeri ini mampu ditenggelamkan dan diapungkan kembali hanya dalam 15 menit sehingga merupakan yang tercepat di dunia untuk penenggelaman dan pengapungan. KJA ini telah sukses diuji coba bersama DKP Jawa Timur di Situbondo dan telah diekspor dua kali ke Hainan, China.

KJA offshore submersible (dalam keadaan tenggelam)

Tidak hanya itu, di mana produk KJA offshore submersible buatan luar negeri memiliki harga sangat mahal bahkan sampai puluhan miliar rupiah, jika dibandingkan dengan buatan dalam negeri ini dengan kualitas diakui dapat dibeli dengan harga hanya 1,6 miliar rupiah saja dan termasuk yang termurah di dunia saat ini.

Direktur Utama PT Gani Arta Dwitunggal Budiprawira Sunadim berharap agar produk dalam negeri bisa digunakan pemerintah untuk turut serta membangun industri perikanan budidaya laut lepas di Indonesia.

“Anak negeri kini sudah mampu menghasilkan teknologi kelautan dan perikanan modern yang bisa dibanggakan oleh Indonesia di kancah internasional. Apalagi jika didukung oleh negara, niscaya industri kelautan dan perikanan Indonesia akan mendominasi dunia,” ujarnya. (Adit)

Post Terkait:

  • Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung (KJA) Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung. Di era serba modern seperti saat ini, budidaya ikan tidak lagi membutuhkan tempat yang luas untuk dijadikan kolam pememeliharaan.…
  • KJA Buatan Indonesia, Go Internasional! Ada ada yang lebih bagus dari KJA buatan anak negeri? Yang lebih mahal banyak. Melanjutkan peluncuran produk keramba jaring apung (KJA) offshore di ‘Offshore Mariculture…
  • Teknologi Jaring UHMWPE Sekuat Baja Jaring UHMWPE Aquatec Budidaya ikan bebas predator dengan jaring UHMWPE tanpa simpul Budidaya ikan atau akuakultur adalah industri yang berkembang dengan cepat di Indonesia. Hingga…
  • Panen di Pangandaran, Aquatec dan UNPAD Bersinergi Setelah sempat terdengar kabar rusaknya KJA asal Norwegia di Pangandaran yang membuat pesimis pelaku usaha budidaya laut, kini harapan kembali bangkit untuk budidaya marikultur Indonesia…
  • Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau: Sebuah Petualangan yang Menginspirasi. Dalam perjalanan hidup ini, saya telah diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pembenihan kepiting bakau.…
  • Penerapan Keramba Jaring Apung dalam Budidaya Salah satu teknik budidaya dalam akuakultur yang berkembang saat ini adalah Keramba Jaring Apung (KJA). Tidak hanya budidaya ikan, KJA juga dapat diterapkan pada budidaya…
  • Ragam Alat Kultur Pakan Alami untuk Benih Ikan Laut Pada kegiatan pembenihan ikan laut, pakan alami merupakan kunci keberhasilan yang mutlak harus ada terutama pada stadia awal larva ikan laut. Keberadaannya sudah tersedia di…
  • Budidaya Krustasea, Lebih produktif dengan Apartemen Sektor perikanan budidaya merupakan andalan sector perikanan nasional. Hal ini mengingat, produksi akuakultur terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, di tahun 2014,…
  • Kenali Alat Produksi Fitoplankton Memberikan pakan berkualitas adalah hal yang wajib diberikan untuk benih ikan maupun benur. Pakan yang diberikan dapat berupa pakan buatan (pellet) maupun pakan alami seperti…
  • Struktur dan Bagian Tambak Ramah Lingkungan Kegagalan utama produksi udang di tambak umumnya disebabkan serangan penyakit dan kualitas air yang buruk akibat pencemaran. Persiapan lahan yang benar serta upaya menjaga mutu…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung (KJA) by Agribisnis Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung. Di era serba modern seperti saat ini, budidaya ikan tidak lagi membutuhkan tempat yang luas untuk dijadikan kolam pememeliharaan.…
  • KJA Buatan Indonesia, Go Internasional! by Agribisnis Ada ada yang lebih bagus dari KJA buatan anak negeri? Yang lebih mahal banyak. Melanjutkan peluncuran produk keramba jaring apung (KJA) offshore di ‘Offshore Mariculture…
  • Teknologi Jaring UHMWPE Sekuat Baja by Agribisnis Jaring UHMWPE Aquatec Budidaya ikan bebas predator dengan jaring UHMWPE tanpa simpul Budidaya ikan atau akuakultur adalah industri yang berkembang dengan cepat di Indonesia. Hingga…
  • Panen di Pangandaran, Aquatec dan UNPAD Bersinergi by Agribisnis Setelah sempat terdengar kabar rusaknya KJA asal Norwegia di Pangandaran yang membuat pesimis pelaku usaha budidaya laut, kini harapan kembali bangkit untuk budidaya marikultur Indonesia…
  • Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau by Agribisnis Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau: Sebuah Petualangan yang Menginspirasi. Dalam perjalanan hidup ini, saya telah diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pembenihan kepiting bakau.…

  • 1,202,827
  • 606,671
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI