Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Potensi Pengambangan Ayam Walik | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan

Posted on

Ayam Walik (Sumber: Istimewa)

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan plasma nutfah, baik tanaman maupun hewan. Salah satu plasma nutfah yang unik ialah ayam Walik atau di Jawa Barat dikenal dengan nama ayam Rintit, yang memiliki penampilan bulu keriting atau terbalik ke arah depan atau belakang. Kondisi bulu yang terbalik pada jenis ayam ini hanya terdapat di Indonesia dan satu-satunya di dunia, yaitu berada di daerah Bogor, Sukabumi dan Sumedang, Jawa Barat (Jabar).


Balai Penelitian Ternak, Ciawi Bogor, memasukkan kategori ayam Walik sebagai “Jenis ayam lokal yang perlu dieksplorasi”, seperti halnya ayam Tukong (Kalimatna Barat), ayam Jantur (Pamanukan, Jabar), ayam Ciparage (Karawang, Jabar). Oleh karena itu, karakteristik produksi dan reproduksinya belum banyak digali dan dikenal, namun karena keunikan ayam Walik ini, masyarakat menempatkannya sebagai ayam hias dan memiliki nilai ekonomis tinggi.


Penampilan Fisik (Performance)
Ayam Walik atau ayam Rintit berperawakan tubuh hampir sama dengan ayam Kampung, dengan bobot badan dewasa berkisar 1-3 kg dan memiliki warna bulu beraneka ragam, antara lain hitam, cokelat, kemerahan, cokelat kekuningan, putih, blorok bintik-bintik merah dan hitam, serta kombinasi warna lainnya. Kulit kaki dan paruh berwarna putih kuning atau kehitaman/kelabu tua, jengger berbentuk tunggal (pea) dan bergerigi berwarna merah.


Menurut Rahmat (2003), terdapat tiga macam ayam Walik, yaitu Walik Sekul, ditandai dengan seluruh bulu terbalik. Walik Sura, bulunya berwarna hitam dan bulu yang keriting relatif sedikit. Walik Tulak, ditandai dengan bulu yang seluruhnya keriting, berwarna hitam di bagian dadanya, tetapi pada ujung kedua sayap dan ekornya berwarna putih.


Kerja Genetik dan Fisiologis
Munculnya keunikan ayam Walik yang menyebabkan penampilan fisik yang berbeda dari ayam lokal lainnya, menurut para ahli dipengaruhi oleh Gen-i, yang menimbulkan produksi pigmen Melanin. Pigmen melanin terbagi atas dua tipe, yaitu Eumelanin dan Pheomelanin. Eumelanin membentuk warna hitam serta biru pada bulu ayam, sedangkan Pheomelanin membentuk warna merah, cokelat, salmon dan kuning tua (Brunbaugh & Moore, 1968).


Menurut Somes (1990), ayam Walik memiliki metabolisme basal yang cepat, produksi kelenjar hormon tiroid dan adrenal yang tinggi, sehingga berpengaruh pada kenaikan asupan pakan, konsumsi oksigen, detak jantung dan peningkatan sirkulasi darah. Kondisi fisiologis ini menjadikan ayam Walik mampu bertahan dipelihara di lingkungan beriklim panas, namun pada saat DOC harus benar-benar diperhatikan periode masa brooding-nya.


Kendala Pengembangan
Ayam Walik menghasilkan produksi telur 12 butir per periode (atau 13%), daya tetas hanya 74% dan frekuensi bertelur tiga kali per tahun dengan pemeliharaan ekstensif dan dierami induknya. Oleh karena itu, ayam Walik lambat dalam berkembangbiak. Kendati demikian, solusinya bisa dilakukan pemeliharaan secara semi-intensif/intensif. Purwanto salah satu peternak ayam Walik asal Jembulwuhut, Gunungwungkal, Pati, Jawa Tengah, membagi pengalamannya memelihara ayam Walik secara semi-intensif. Ternyata cukup memberikan keuntungan karena rata-rata setiap bulan mendapatkan pendapatan antara Rp 4-6 juta per bulan.

Ayam Walik hitam memiliki harga yang cukup tinggi.
(Sumber: Google)

Purwanto mengungkapkan, bahwa harga ayam Walik putih dan warna lainnya bisa berkisar Rp 500 ribu per ekor, sedang yang berwarna hitam mengkilap bisa dijual dengan harga Rp 1 juta per ekor.


Setiap minggu pembeli datang dari berbagai daerah untuk membeli ayam Walik sebagai ayam hias. Penetasan yang dilakukan Purwanto tidak dierami oleh induknya, melainkan menggunakan mesin tetas, sehingga dapat memproduksi DOC ayam Walik yang lebih banyak karena tidak dierami langsung oleh indukannya.


Namun begitu, pengembangan ayam Walik masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah, serta stakeholder perunggasan lokal, agar ayam Walik tetap lestari dan terhindar dari kepunahan. Dukungan bisa dilakukan dengan memperkenalkan ayam Walik pada tiap pameran ataupun seminar perunggasan, pendampingan peternak dalam hal pemeliharaan dan penyuluhan secara intensif. Agar pemanfaatan ayam Walik sebagai peluang bisnis bisa terbuka lebar dan memperluas lapangan pekerjaan di pedesaan. ***

Ir Sjamsirul Alam

Penulis praktisi perunggasan,

alumni Fapet Unpad

Post Terkait:

  • BALITBANGTAN LUNCURKAN VARIETAS AYAM LOKAL PEDAGING UNGGUL Ciawi, Bogor - Balai Penelitian Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) meluncurkan varietas Ayam Lokal Pedaging Unggul (SenSi-1 Agrinak) sebagai varian lanjutan dari Ayam KUB.…
  • Arah Pembangunan Peternakan Indonesia, Menuju… Oleh: Drh I Ketut Diarmita MP Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian khususnya pada sektor peternakan pada intinya…
  • SIASAT PAMUNGKAS PASCA NON-AGP (BAG. I: GUT INTEGRITY) Pasca non-AGP banyak pilihan produk suplementasi yang dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan ataupun merawat integritas saluran cerna ayam. (Sumber: Istimewa) Oleh: Tony Unandar (Konsultan Perunggasan &…
  • Kebijakan Antikoksidia dalam Permentan No. 14 Tahun… Drh Didik Tulus Subekti MKes Seharusnya sudah tidak terjadi lagi tarik-ulur dengan implementasi kebijakan antikoksidia yang termuat dalam Permentan No. 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi…
  • Peluang Menantang Usaha Bibit Ayam Lokal DOC ayam lokal. (Foto: Dok. CV Nitnot) Hingga kini belum ada data pasti kebutuhan DOC ayam lokal secara nasional. Namun, yang jelas, sejumlah pasar masih…
  • REFLEKSI HARI LAHIR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN… Tanggal 26 Agustus merupakan hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Tanggal ditetapkan karena berdasarkan penelusuran sejarah pada tanggal tersebut tepatnya ditahun 1836 pemerintah Hindia-Belanda…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Tahun 2018 Peternakan Diprediksi Masih Tumbuh di… Pemerintah diharapkan memiliki cetak biru (blueprint) pembangunan peternakan yang diketahui dan disepakati oleh semua pemangku kepentingan peternakan, sehingga semua pihak memahami dan juga mendukung akan  kemana…
  • GELIAT SENYAP BETA-GLUCAN | Majalah Infovet I… Oleh: Tony Unandar (Anggota Dewan Pakar ASOHI) Pada era pasca non-AGP (antibiotic growth promoter), disamping konsistensi implementasi konsep-konsep biosekuritas di lapangan, juga optimalisasi sistem imunitas…
  • Potensi Keuntungan dan Manfaat Dalam Beternak Kambing Ternak kambing yang ditampilkan pada kegiatan Jambore Peternakan Nasional tahun lalu. Ternak kambing di Indonesia populasinya menduduki urutan ketiga diantara hewan ruminansia, yaitu sebesar 10.012.794…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • BALITBANGTAN LUNCURKAN VARIETAS AYAM LOKAL PEDAGING UNGGUL by Agribisnis Ciawi, Bogor - Balai Penelitian Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) meluncurkan varietas Ayam Lokal Pedaging Unggul (SenSi-1 Agrinak) sebagai varian lanjutan dari Ayam KUB.…
  • Arah Pembangunan Peternakan Indonesia, Menuju… by Agribisnis Oleh: Drh I Ketut Diarmita MP Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian khususnya pada sektor peternakan pada intinya…
  • SIASAT PAMUNGKAS PASCA NON-AGP (BAG. I: GUT INTEGRITY) by Agribisnis Pasca non-AGP banyak pilihan produk suplementasi yang dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan ataupun merawat integritas saluran cerna ayam. (Sumber: Istimewa) Oleh: Tony Unandar (Konsultan Perunggasan &…
  • Kebijakan Antikoksidia dalam Permentan No. 14 Tahun… by Agribisnis Drh Didik Tulus Subekti MKes Seharusnya sudah tidak terjadi lagi tarik-ulur dengan implementasi kebijakan antikoksidia yang termuat dalam Permentan No. 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi…
  • Peluang Menantang Usaha Bibit Ayam Lokal by Agribisnis DOC ayam lokal. (Foto: Dok. CV Nitnot) Hingga kini belum ada data pasti kebutuhan DOC ayam lokal secara nasional. Namun, yang jelas, sejumlah pasar masih…

  • 1,235,308
  • 637,699
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI