PT CENRAL PROTEINA PRIMA TBK OPTIMISTIS PENJUALAN PAKAN UDANG BERTUMBUH

PT Central Proteina Prima Tbk. optimistis bahwa penjualan pakan udang masih bisa tumbuh kendati permintaan sepanjang tahun ini diproyeksi turun.

Direktur Feed Business PT. Central Proteina Prima Tbk Hendri Laiman menyebutkan bahwa secara umum, sejumlah kondisi seperti harga udang yang rendah dalam 6 bulan atau 7 bulan terakhir, wabah penyakit udang, dan kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang masih tinggi di beberapa tempat menyebabkan petambak udang khawatir untuk memulai budi daya, ungkapnya ekonomi.bisnis.com.

Fluktuasi nilai tukar rupiah yang menyebabkan harga pakan tidak stabil serta cenderung tinggi juga berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi para petambak udang. “Jadi, ada kekhawatiran dari petambak itu untuk melakukan tebar di awal-awal tahun ini,” katanya baru-baru ini.

Dengan berkurangnya penebaran benih udang, permintaan pakan juga otomatis akan berkurang. Namun, dia optimistis bahwa perusahaan bisa tetap mempertahankan kinerja yang sama seperti tahun lalu untuk penjualan pakan udang. “[Produksi] udang akan tumbuh 2%—5%. Masih tumbuh, tetapi kembali lagi, melihat situasi belakangan ini kemungkinan udang stagnan atau bisa tumbuh, tetapi tidak akan tinggi.”

Baca Juga:   PASOKAN SUMBER PROTEIN HEWANI DUKUNG WUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045

Hendri menuturkan PT. Central Proteina Prima Tbk  telah melakukan beberapa langkah seperti mencetak teknisi atau pendamping untuk pertambakan udang.

Kendati bukan merupakan karyawan PT. Central Proteina Prima Tbk, selama ini pihaknya teah melatih 600—700 orang pendamping baik melalui kerja sama langsung antara PT. Central Proteina Prima Tbk dan para calon pendamping maupun atas permintaan pemilik tambak. “Jadi, dengan kondisi penyakit, kondisi budi daya yang lebih sulit, malah lebih banyak yang ke kami. Kalau pabrik lain, mereka fokus benar benar jual pakan saja.”

Para pendamping yang mendapatkan pelatihan dari PT. Central Proteina Prima Tbk saat ini tersebar di beberapa daerah sentra tambak udang di Indonesia. Menurutnya, hingga saat ini PT. Central Proteina Prima Tbk masih aktif berkomunikasi dan mengadakan diskusi terkait dengan kondisi industri udang dalam negeri dengan para pendamping yang pernah dilatih.(Af)

Similar Posts:

Baca Juga:   LABA PT. MALINDO FEEDMILL MELONJAK 35% MENJADI RP 91 MILIAR KUARTAL I 2019

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.