
Sepanjang pekan ini, emiten dari sektor industri unggas tanah air banyak menarik perhatian pelaku pasar modal. Di awal pekan, saham PT Japfa Comfeed Tbk memimpin di top gainers, sekarang giliran PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia, selama 5 hari perdagangan sejak 11-15 Maret, harga saham Charoen Pokphand berhasil tumbuh 14,69% menjadi Rp 8.000/sama dari Rp 6.975/saham.
Dikutip oleh www.cnbcindonesia.com, pada hari Jumat 15 Maret 2019, investor asing bahkan ikut memburu saham Charoen Pokphand dan berhasil membukukan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp 32,63 miliar. Bandingkan dengan Japfa Comfeed yang hanya naik 6,45%.
Charoen Pokphand Indonesia Saham Super Aktif.
Alhasil, Charoen Pokphand menjadi saham yang super aktif di perdagangan bursa hari ini dengan mencatatkan jumlah transaksi hingga 23,42 juta unit saham. Padahal, rata-rata harian transaksi Charoen hanyalah 7,66 juta unit saham.
Sejatinya, kenaikan harga Charoen Pokphand di Maret bukanlah hal yang biasa. Pasalnya, jika dilihat secara historis harga dalam 9 tahun terakhir, bulan Maret adalah periode yang baik bagi emiten yang dikendalikan Grup Charoen asal Thailand ini.
Selama 9 tahun, 7 tahun di antaranya selalu mencatatkan pertumbuhan harga saham setiap Maret jika dibandingkan Februari, sedangkan hanya dua kali harga sahamnya minus di Maret yakni 2014 dan 2015.
Dari data tersebut, tampak bahwa pertumbuhan harga saham Charoen Pokphand secara bulanan di Maret 2019 adalah yang tertinggi semenjak Maret 2013.
Melonjaknya harga saham Charoen Pokphand sebetulnya juga didukung ekspektasi positif para investor terhadap fundamental perusahaan.
PT Charoen Pokphand Indonesia Peroleh Laba Bersih Positif
Pada 29 Maret mendatang, perusahaan akan mengumumkan pencapaian mereka selama tahun 2018, dan besar kemungkinan perusahaan akan membukukan pertumbuhan laba yang sangat oke.
Bagaimana tidak, sepanjang 9 bulan pertama tahun 2018, perusahaan sudah berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 78,32% YoY atau sebesar Rp 3,46 triliun dari periode yang sama tahun 2017 yang hanya Rp 1,94 triliun.
Pada kuartal-IV diproyeksikan perolehan laba bersih perusahaan masih akan positif, mengingat indeks penjualan riil (IPR) sektor makanan, minuman dan tembakau pada Desember tahun lalu tumbuh 9,1% YoY mencapai 256,5 poin, lebih tinggi dibanding pertumbuhan Desember 2017 yang hanya 8,1% YoY.
Selain itu, investor juga yakin perusahaan dapat terus meningkatkan performa di kuartal-I 2019. Apalagi, pertumbuhan IPR sektor makanan, minuman dan tembakau pada Januari 2019 menyentuh 8,9 YoY, atau menjadi 232,6 poin.
Sebagai tambahan, proyeksi penguatan Charoen Pokphand diperkirakan masih akan terus berlanjut pada pekan depan. Hal tersebut secara teknikal terlihat dari posisi harga saham saat ini yang masih bergerak di atas rata-rata harga selama 5 hari (Moving Average/MA5). (Ev)
Alamat PT Charoen Pokphand Indonesia :
Jl. Ancol Barat VIII No.1, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430
Telepon: (021) 6919999
