Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Sido Muncul (SIDO) Bidik Pendapatan Ekspor Rp180 Miliar

Posted on
Dengan persentase kontribusi ekspor sebesar 6%, maka nilai pendapatan ekspor PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Mucul Tbk. (SIDO) sebesar Rp84,6 miliar pada Januari-Juni 2019.

Emiten obat-obatan herbal, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Mucul Tbk. akan mengekspor langsung produk herbal dan minuman energi drink ke pasar Asia Tenggara dan Nigeria dengan target pendapatan Rp180 miliar.

Direktur Sido Muncul Leonard mengatakan perseroan akan menginfiltrasi beberapa negara sekaligus pada semester II/2019. Beberapa negara tersebut di pasar Asia Tenggara, di antaranya adalah Malaysia, Vietnam dan Filipina, sedangkan untuk pasar Afrika yakni Nigeria.

“Sebenarnya kami sudah ekspor ke sana sejak beberapa waktu lalu. Tapi karena kontribusi pasar ekspor meningkat signifikan dari 2% ke 6% terhadap pendapatan tahun ini, jadi kami akan ekspor secara langsung,” katanya, baru-baru ini.

Leonard mengatakan perseroan selama ini ekspor melalui importir lokal. Akan tetapi, pasar ekspor mulai menggiurkan sehingga emiten berkode saham SIDO itu ingin fokus untuk menggarap pasar Asean dan Afrika.

Sebagai informasi, SIDO mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,41 triliun pada semester I/2019 atau naik 11% dari raihan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,27 triliun.

Dengan persentase kontribusi ekspor sebesar 6%, maka nilai pendapatan ekspor SIDO sebesar Rp84,6 miliar pada Januari-Juni 2019. Leonard menyebut produk yang diterima oleh pasar ekspor adalah jamu kemasan dan minuman berenergi.

portofolio produk sido muncul

Hingga akhir 2019, perseroan membidik pendapatan sebesar Rp3 triliun pada akhir tahun dengan laba sebesar Rp726 miliar atau naik masing-masing 10% dibandingkan dengan tahun buku 2018.

Kendati demikian, Leonard tidak terlalu ambisius dengan menargetkan kontribusi pasar ekspor sampai dengan akhir tahun hanya sebesar 6%. Pasalnya, kontribusi pendapatan ekspor pada tahun-tahun sebelumnya hanya sekitar 2% dari total pendapatan.

Menurut Leonard, nilai kontribusi ekspor sekitar Rp180 miliar sampai dengan akhir tahun sudah cukup.

“Saat ini sudah cukup 6% dan kita mau stabilkan di angka tersebut. Kalau dulu kami tidak dukung dengan advertising tapi sekarang akan kita dukung supaya konsumsi perlahan naik,” sebutnya.

Leonard menambahkan pasar yang paling prospektif untuk digarap adalah Filipina karena ada kesamaan kultur, Malaysia karena pasar yang dekat dan Nigeria sebab produk SIDO sudah menjadi pilihan utama.

Selain itu, perseroan juga optimistis pendapatan paruh kedua akan meningkat dibandingkan dengan semester I/2019. Pasalnya, perubahan cuaca yang ekstrem akan meningkatkan penjualan dan tingginya harga bahan baku akan meningkatkan volume pendapatan.

Narasumber : market.bisnis.com

Post Terkait:

  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • BTPS, CTRA, JPFA Jadi Keluarga Baru LQ45, Siapa Terdepak? PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar Indeks LQ45 terbaru, Kamis (25/7/2019). Daftar ini dibuat berdasarkan evaluasi mayor yang dilakukan pada Juli 2019. Dalam daftar…
  • Penjualan Mark Dynamics (MARK) Terdorong Ekspor ke… PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih dua digit pada semester I/2019, seiring dengan perluasan pasar baru ke China dan Vietnam…
  • INDUK PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK JUAL SAHAM… Perusahaan agribisnis berbasis di Singapura, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menjual 80 persen saham unit usaha susu Greenfields senilai US$236 juta atau sekitar Rp3,33 triliun (kurs…
  • Segmen Broiler Menekan Laba Malindo Feedmill Segmen broiler ditengarai menjadi penyebab utama penurunan laba PT Malindo Feedmil Tbk. pada semester I/2019. Dalam laporan keuangan semester I/2019 yang tidak diaudit, emiten berkode…
  • Kuartal I/2019, Laba Emiten Farmasi Tertekan PT Phapros Tbk. mencatat penurunan laba terbesar yakni 59,23% secara tahunan, diikuti PT Kimia Farma Tbk. sebesar 44,54%, PT Merck Tbk. sebesar 42,34%, dan PT…
  • PEKAN DEPAN AKAN DIBAGIAN EMITEN DIVIDEN DI… Pada jadwal pembagian dividen itu berdasarkan pengumuman dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai adalah yang tercatat sebagai pemilik…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Saham Emiten Unggas Kembali Kepakan Sayap, Mana yang… Langkah pemerintah untuk menyerap ayam dari peternak membawa angin segar bagi laju saham emiten perunggasan yang telah menguat dua digit dalam sebulan terakhir. Ketangguhan kepakan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal by Agribisnis Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… by Agribisnis Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • BTPS, CTRA, JPFA Jadi Keluarga Baru LQ45, Siapa Terdepak? by Agribisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar Indeks LQ45 terbaru, Kamis (25/7/2019). Daftar ini dibuat berdasarkan evaluasi mayor yang dilakukan pada Juli 2019. Dalam daftar…
  • Penjualan Mark Dynamics (MARK) Terdorong Ekspor ke… by Agribisnis PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih dua digit pada semester I/2019, seiring dengan perluasan pasar baru ke China dan Vietnam…
  • INDUK PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK JUAL SAHAM… by Agribisnis Perusahaan agribisnis berbasis di Singapura, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menjual 80 persen saham unit usaha susu Greenfields senilai US$236 juta atau sekitar Rp3,33 triliun (kurs…

  • 1,235,310
  • 637,701
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI