Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Sinkroniasi Pakan dan Imbuhannya | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan

Posted on

Pakan menjadi kebutuhan utama ternak yang dituntut
harus memiliki kualitas dan kuantitas yang baik. (Foto: huffingtonpost.com)

Semua mahluk hidup butuh makan, termasuk hewan ternak. Pakan merupakan kebutuhan utama hewan ternak, pakan harus mengandung nilai gizi yang seimbang agar mampu menunjang performa ternak tetap prima. Dari sisi lain, dalam suatu formulasi pakan terdapat zat additif di dalamnya, bagaimanakah mereka bersinkronisasi menjadi pakan dengan kualitas terbaik?.

Biaya terbesar dari suatu usaha peternakan berasal dari pakan, apapun jenis peternakannya biaya pakan biasanya mencapai lebih dari 60% total keseluruhan harga produksi. Jika ditelisik lebih dalam, pakan ternak zaman old mungkin hanya berupa rumput (ruminansia dan kuda) serta jagung (unggas). Namun, ketika era industrialisasi peternakan dimulai, banyak bermunculan pabrik pakan yang memproduksi beragam pakan ternak dengan klaim produk terbaik.


Seiring dengan kemajuan teknologi dan zaman, teknik dan formulasi pakan pun ikut berkembang. Jenis imbuhan pakan dewasa ini juga semakin beragam, namun imbuhan pakan secara garis besar digunakan untuk tujuan membantu meningkatkan pertumbuhan dan/atau produksi, mencegah serangan penyakit dan meningkatkan pemanfaatan pakan/nutrisi. Hingga titik ini, puluhan bahkan ratusan perusahaan baik produsen maupun distributor feed additive masih berlomba-lomba unjuk gigi dalam menyediakan berbagai jenis imbuhan pakan dengan keunggulan masing-masing.


Berbagai Macam Rupa dan Fungsi
Peternak mana yang tidak kenal imbuhan pakan? Sepertinya tidak ada. Setiap peternak kini sudah pasti tahu apa itu imbuhan pakan. Secara garis besar dalam ilmu nutrisi dan teknologi pakan, terdapat dua jenis imbuhan pakan, yakni feed additive dan feed suplement.


Feed additive merupakan zat tambahan yang belum terdapat dalam kandungan bahan baku ransum, biasanya feed additive bersifat non-nutritif (bukan termasuk zat nutrisi). Contohnya ialah antibiotik imbuhan pakan (Antibiotic Growth Promoters/AGP), enzim, antioksidan, toxin binder dan lain-lain. Peran feed additive dalam pakan tergantung dari jenis kandungan zat additive-nya.


Sedangkan feed suplement adalah bahan pakan tambahan yang berupa zat-zat nutrisi yang sebenarnya sudah ada pada kandungan bahan baku ransum, feed supplement biasanya terdiri atas zat nutrisi mikro seperti vitamin, mineral atau asam amino. Penambahan feed supplement dalam pakan berfungsi untuk melengkapi atau meningkatkan ketersediaan zat nutrisi mikro yang seringkali kandungannya dalam pakan kurang atau tidak sesuai standar.


Menurut Prof Nahrowi dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, baik feed additive maupun feed supplement komposisinya di dalam ransum tidaklah banyak. “Mungkin dalam ransum terutama ayam komposisi imbuhan pakan hanya sekitar 1-3% saja, kalah jauh dibanding bahan baku lainnya,” tutur Nahrowi.


Namun begitu, walaupun sedikit jangan pula mengenyampingkan benefit yang diberikan oleh imbuhan pakan tersebut. “Misalnya AGP, paling berapa sih dosisnya? Sedikit sekali kan kandungannya dalam pakan, tapi bisa lihat dari fungsinya. Lalu kita lihat juga contoh lainnya misalnya enzim yang lagi hits, ẞ-mannanase atau xylanase, dosisnya sedikit kan? Tapi kembali lagi bahwa fungsinya vital mereka itu,” pungkasnya.


Terkait ragam dan fungsi dari imbuhan pakan, Nahrowi berujar, bahwa setiap formulator pasti memiliki “resep” yang berebeda-beda dalam memilih imbuhan pakan karena meracik formulasi ransum juga merupakan salah satu “seni” dalam industri peternakan.


Dalam memilih imbuhan pakan yang tepat banyak faktor yang harus dipertimbangkan oleh seorang formulator. Formulator dari PT Gold Coin Indonesia, Sahera Nofyangtri, punya beberapa kiat dalam memilih imbuhan pakan dalam formulasinya. Pertama ia menyebutkan yakni efisien, hal ini penting karena dalam sebuah Teknik formulasi pakan selain menghasilkan pakan dengan kualitas yang baik, harganya pun harus murah agar terjangkau oleh peternak.


“Maksudnya efisien bukan dari harga, tetapi dari value sebuah produk, jadi kalau harga murah namun si produk tadi tidak memiliki value-nya buat apa? Memang kita selalu berpacu dengan cost, tapi kualitas juga tidak bisa dianggap remeh,” kata Sahera.


Kedua ia selalu menyesuaikan imbuhan pakan yang digunakan dengan bahan baku. Contohnya, ketika harga bahan baku (terutama jagung dan kedelai) naik, jika penggunaannya dikurangi atau disubtitusi dengan bahan baku lain nilai gizinya akan berubah, maka hendaknya di sinilah penggunaan enzim seperti ẞ-mannanase digunakan. “Walaupun di zaman now memang enzim ini sudah dipakai, namun itu hanya sebagai contoh saja,” ucapnya.


Ketiga legal, teruji dan terbukti. “Ini mungkin aspek standar ya, tapi penting. Legalitas itu penting, bukti dan hasil uji juga penting. Jadi jangan nantinya cuma beli produk karena beli klaim terbaik-terbaik aja tapi pas dipakai hasilnya hancur-hancuran,” katanya.


Ia menegaskan, sebelum menggunakan suatu produk imbuhan pakan secara komersil, sebaiknya dilakukan trial terlebih dahulu agar bisa diketahui seberapa jauh imbuhan pakan berpengaruh dan baik potensinya… *** (CR)




Selengkapnya baca Majalah Infovet edisi Juni 2018.

Post Terkait:

  • PRINSIP PEMBERIAN PAKAN SAPI PEDAGING   Ternak sapi pedaging (Sumber: Istimewa) Dalam penggemukan sapi, pakan yang diberikan harus memenuhi jumlah tertentu dengan kandungan energi dan protein yang cukup, sehingga menghasilkan…
  • Kenali dan Hindari Cacing Lambung Haemonchus Contortus Domba yang digembalakan lebih mudah terkena cacing H. contortus.Performa produksi domba dan kambing salah satunya ditentukan oleh kuantitas dan kualitas ransum pakan yang diberikan. Rumput…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Rawan Hijauan Pakan, (Masihkah) Silase jadi Solusi Bahan baku seperti rumput raja, dedak padi dan molasses. (Foto: Dok. pribadi) ((Ketahanan pakan bukan melulu soal sukses menyediakan, tetapi juga soal kemampuan bertahan menghadapi…
  • KERAKAS SAWIT SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA KECIL Kerakas sawit yang sudah di parut. (Dok. pribadi)Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar dunia mempunyai luasan kebun sawit yang sangat besar. Dengan luasan kebun sawit,…
  • SIASAT PAMUNGKAS PASCA NON-AGP (BAG. I: GUT INTEGRITY) Pasca non-AGP banyak pilihan produk suplementasi yang dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan ataupun merawat integritas saluran cerna ayam. (Sumber: Istimewa) Oleh: Tony Unandar (Konsultan Perunggasan &…
  • Hilirisasi, untuk Stabilitas Harga dan Kesehatan Unggas Saat tulisan ini disusun, harga daging ayam di pasar tradisional di wilayah Jakarta sekitar Rp 37 ribu per kg, harga telur ayam Rp 24 ribu…
  • Anthelmentika Alami Hijauan Pakan | Majalah Infovet… Haemonchus contortus, salah satu nematoda yang sering ditemukanpada ternak kambing, domba dan sapi. ((Kearifan lokal peternak memanfaatkan pakan dedaunan (Jawa: ramban), secara tidak langsung melindungi…
  • Potensi Keuntungan dan Manfaat Dalam Beternak Kambing Ternak kambing yang ditampilkan pada kegiatan Jambore Peternakan Nasional tahun lalu. Ternak kambing di Indonesia populasinya menduduki urutan ketiga diantara hewan ruminansia, yaitu sebesar 10.012.794…
  • Kebijakan Antikoksidia dalam Permentan No. 14 Tahun… Drh Didik Tulus Subekti MKes Seharusnya sudah tidak terjadi lagi tarik-ulur dengan implementasi kebijakan antikoksidia yang termuat dalam Permentan No. 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • PRINSIP PEMBERIAN PAKAN SAPI PEDAGING by Agribisnis   Ternak sapi pedaging (Sumber: Istimewa) Dalam penggemukan sapi, pakan yang diberikan harus memenuhi jumlah tertentu dengan kandungan energi dan protein yang cukup, sehingga menghasilkan…
  • Kenali dan Hindari Cacing Lambung Haemonchus Contortus by Agribisnis Domba yang digembalakan lebih mudah terkena cacing H. contortus.Performa produksi domba dan kambing salah satunya ditentukan oleh kuantitas dan kualitas ransum pakan yang diberikan. Rumput…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP by Agribisnis Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Rawan Hijauan Pakan, (Masihkah) Silase jadi Solusi by Agribisnis Bahan baku seperti rumput raja, dedak padi dan molasses. (Foto: Dok. pribadi) ((Ketahanan pakan bukan melulu soal sukses menyediakan, tetapi juga soal kemampuan bertahan menghadapi…
  • KERAKAS SAWIT SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA KECIL by Agribisnis Kerakas sawit yang sudah di parut. (Dok. pribadi)Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar dunia mempunyai luasan kebun sawit yang sangat besar. Dengan luasan kebun sawit,…

  • 1,202,768
  • 606,612
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI