Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

TAHAPAN TEKNIS MEMBANGUN KANDANG CLOSED HOUSE

Posted on
Sistem perkandangan modern yang lebih dikenal dengan sistem kandang tertutup (closed house) di bangun dengan tujuan menciptakan lingkungan pemeliharaan yang nyaman bagi ayam.
Area Head Production West Java PT Charoen Pokphand Indonesia, Karno, menyarankan kepada peternak dalam membangun kandang closed house memerlukan konsultasi terlebih dahulu guna tercapainya efisiensi biaya dan produktivitasnya.
Terdapat beberapa tahapan teknis yang perlu diperhatikan dalam membangun kandang closed house, diantaranya pemilihan lahan, ukuran kandang, listrik dan genset, peralatan kandang (adanya ventilasi, evaporative systems, heating/brooding/lighting systems, drinker systems, feeding systems) serta konstruksi.
Pemilihan Lahan
Beberapa faktor yang mutlak diperhatikan dalam memilih lahan atau lokasi kandang untuk usaha peternakan ayam antara lain:
• Akses jalan memadai.
• Dekat dengan jaringan listrik 3 phase.
• Letak kandang tidak berdekatan dengan pemukiman penduduk, serta telah mendapat izin dari masyarakat dan instansi terkait.
• Kualitas dan kuantitas air cukup sepanjang tahun.
• Lebih disarankan lahan yang datar.
• Panjang dan lebar lahan cukup untuk dibangun kandang (memanjang arah Timur-Barat).
Ukuran Kandang
Lebih lanjut, Karno menjelaskan spesifikasi teknis bangunan kandang closed house. “Panjang 120 meter dan lebar 12 meter. Tinggi per lantai 2 meter, jumlah lantai 1-3 lantai,” terang Karno saat menjadi narasumber pada Closed Poultry House Training yang diselenggarakan Sekolah Vokasi IPB, beberapa waktu lalu.
Karno menambahkan, arah kandang memanjang Barat-Timur dan kapasitas kandang per meter persegi 14-25 ekor atau 20.000-36.000 ekor/lantai.
 
Kebutuhan Daya Listrik Kandang Standar 2 Lantai
Sumber: Karno, PT Charoen Pokphand Indonesia.


Peralatan Kandang
Sistem ventilasi menjadi pokok dari sebuah kandang closed house. “Ventilation system ini dapat menggunakan exhaust fan berdiameter 52 inci terintegrasi dengan sensor dan kontrol panel (micro controller),” lanjut Karno.
Kelengkapan dari sistem ventilasi ini terdiri dari fan (kipas), evaporative cooling pad yang terintegrasi dengan sensor dan kontrol panel.
Dalam brooding system, Karno mengatakan dapat menggunakan space heater. Berikutnya adalah pemasangan watering system menggunakan sistem nipple dengan regulator tekanan air.
Pada tahap feeding system, Karno mengimbau untuk menggunakan sistem Auger Pan Feeding berpenggerak motor listrik. Hal ini bertujuan untuk mendistribusikan pakan ke seluruh kandang melalui pipa galvanis dengan screw conveyor atau auger.
Karno juga menambahkan, dalam aspek peralatan kandang closed house, diperlukan sarana penunjang. “Penting untuk menyediakan gudang penyimpanan pakan, sekam dan alat-alat untuk keperluan proses budi daya. Selain itu, pemilik juga perlu membangun mess untuk tempat tinggal karyawan,” ujar dia.
 
Menghitung Kebutuhan Kipas
Semua kebutuhan untuk pertumbuhan ayam harus tersedia di dalam kandang. Selain kebutuhan air minum dan ransum yang cukup serta berkualitas, pentingnya memerhatikan sistem ventilasi udara yang baik serta suhu dan kelembapan udara yang optimal.
Pada kandang closed house terjadi pergerakan udara yang stabil dan tingkat kelembapan udara di dalam kandang bisa diatur sesuai kebutuhan ayam.
Suhu yang dirasakan oleh tubuh ayam dinamakan suhu efektif. Suhu efektif ini dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu suhu ruangan (suhu yang terdeteksi di termometer), kelembapan dan kecepatan aliran udara dalam kandang (yang mengenai tubuh ayam).
Kendati suhu termometer tinggi, namun apabila terdapat aliran udara maka suhu yang dirasakan oleh tubuh ayam akan lebih rendah. Hal inilah yang dinamakan dengan chilling effect.
Tujuan menghitung kebutuhan kipas berdasarkan kecepatan diantaranya untuk menurunkan temperatur yang selanjutnya menimbulkan wind chill effect. Wind chill effect merupakan efek penurunan suhu yang dirasakan akibat adanya hembusan angin yang mengenai permukaan tubuh/kulit ayam.
Berikutnya menghitung berdasarkan pertukaran udara (air exchange) guna menyuplai oksigen lalu mengeluarkan gas-gas berbahaya (CO², NH3) dan mengeluarkan uap air agar mengurangi kelembapan udara maupun kelebihan panas.
Sistem closed house yang baik harus mampu menghasilkan kecepatan angin yang dibutuhkan untuk menghasilkan suhu yang sesuai bagi ayam. “Memastikan pertukaran udara terjadi dalam durasi yang sesuai. Misalnya dalam waktu 1 menit, seluruh volume udara di dalam kandang sudah dikeluarkan dan diganti dengan udara baru dari luar,” jelas Karno.
Kandang closed house yang sering dijumpai di Indonesia adalah kandang dengan tipe tunnel atau seperti terowongan yang dilewati oleh udara dengan kecepatan dan waktu tertentu. Satuan yang digunakan untuk mengukur berapa kecepatan udara (air velocity) adalah CFM atau Cubic Feet per Minute. “Menghitung kebutuhan kipas berdasarkan kebutuhan CFM/kg yakni 4,0-6,21 CFM/kg,” kata Karno.
Contoh Lighting Program
Sumber: Karno, PT Charoen Pokphand Indonesia.


Feeding & Drinker Systems
Ruang pakan (feeder space) yang cukup serta keseragaman flock merupakan poin penting untuk mencapai performa optimal.
Menurut Karno, apapun tipe feeder yang digunakan, yang terpenting adalah feeder space harus cukup. “Pakan harus selalu ada (full feed),” imbuhnya. Sementara untuk drinker systems ada beberapa persyaratan:
• Water flow sesuai dengan umur ayam.
• Ketinggian nipple selalu disesuaikan dengan umur ayam.
• Kebersihan cup harus selalu dijaga.
• Monitor konsumsi air minum dengan meteran air.
• Apabila ada perubahan konsumsi air, segera cek. Seperti juga jika ada kebocoran, water flow tak sesuai, nipple terlalu tinggi/rendah, saluran air mampet, ayam sakit dan lain sebagainya.
 
Konstruksi
Konstruksi bangunan kandang direkomendasikan menggunakan konstruksi rangka besi. Hal ini bertujuan untuk mengambil keuntungan dari masa manfaat bangunan yang relatif lebih panjang, diperkirakan mampu mencapai 20 tahun. Selain itu bertujuan untuk meminimalkan risiko kerusakan bangunan akibat hama, tiupan angin, banjir dan fenomena alam lainnya.
Sumber : http://www.majalahinfovet.com/ (NDV)

Post Terkait:

  • SAATNYA REKONSTRUKSI KANDANG :OPEN ATAU CLOSE… SAATNYA REKONSTRUKSI KANDANG :OPEN ATAU CLOSE HOUSE-KAH PILIHAN ANDA?(( Rekonstruksi kandang terbuka menjadi kandang tertutup membutuhkan komponen-komponen seperti kandang, kipas, cooling pad, temptron yang berfungsi…
  • PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK KEPAKKAN SAYAP Charoen Pokphand Indonesia Tbk sebagai emiten perusahaan perunggasan, setahun terakhir ini kinerjanya berhasil mengepakkan sayap hingga 79,27% menuju level Rp6.400 per saham. Sebagai pembanding, kinerja…
  • ALAT PEMANAS,BERMACAM-MACAM TAPI SATU TUJUAN Kondisi ayam pun selalu segar. Tentu saja mesti dilengkapi dengan semua kebutuhan yang lain, tak terkecuali dan teristimewa dalam konteks ini: pemanas yang meski berbeda-beda…
  • CLOSED HOUSE, CARA MODERN TINGKATKAN PRODUKSI BROILER Ayam pedaging atau broiler lebih bagus hasil produksinya pada kandang sistem closed house daripada ayam petelur dengan sistem sama. Peningkatan teknologi secara menyeluruh berdampak besar…
  • CAMAR DI PETERNAKAN BROILER | Majalah Infovet I… CAMAR DI PETERNAKAN BROILER(( Faktor-faktor utama manajemen pemeliharaan broiler modern difokuskan pada tiga hal mendasar, yakni cahaya, makanan dan air (CAMAR). Sinergisme CAMAR dengan faktor…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • KIAT MENGASAH KETAJAMAN “TRISULA” BIOSEKURITI Biosekuriti adalah idiom yang disusun oleh dua kata yaitu: bio (hidup) dan secure (aman), atau secara harfiah bisa bermakna upaya pengamanan mahluk hidup (baca: ternak).…
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Salurkan Bantuan… PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. menyalurkan bantuan tiga kandang ayam bersistem closed house untuk tiga perguruan tinggi Indonesia dengan kapasitas maksimal sebesar 20.000 ekor sebagai dukungan dalam…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • NGOROK PADA AYAM BROILER | Majalah Infovet I Majalah… Seorang peternak bercerita kepada Infovet bahwa ayam broiler umur 12 hari mengalami ngorok atau gangguan pernafasan. Setelah vaksinasi IBD gejala makin parah. Ia pun bertanya…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • SAATNYA REKONSTRUKSI KANDANG :OPEN ATAU CLOSE… by Agribisnis SAATNYA REKONSTRUKSI KANDANG :OPEN ATAU CLOSE HOUSE-KAH PILIHAN ANDA?(( Rekonstruksi kandang terbuka menjadi kandang tertutup membutuhkan komponen-komponen seperti kandang, kipas, cooling pad, temptron yang berfungsi…
  • PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK KEPAKKAN SAYAP by Agribisnis Charoen Pokphand Indonesia Tbk sebagai emiten perusahaan perunggasan, setahun terakhir ini kinerjanya berhasil mengepakkan sayap hingga 79,27% menuju level Rp6.400 per saham. Sebagai pembanding, kinerja…
  • ALAT PEMANAS,BERMACAM-MACAM TAPI SATU TUJUAN by Agribisnis Kondisi ayam pun selalu segar. Tentu saja mesti dilengkapi dengan semua kebutuhan yang lain, tak terkecuali dan teristimewa dalam konteks ini: pemanas yang meski berbeda-beda…
  • CLOSED HOUSE, CARA MODERN TINGKATKAN PRODUKSI BROILER by Agribisnis Ayam pedaging atau broiler lebih bagus hasil produksinya pada kandang sistem closed house daripada ayam petelur dengan sistem sama. Peningkatan teknologi secara menyeluruh berdampak besar…
  • CAMAR DI PETERNAKAN BROILER | Majalah Infovet I… by Agribisnis CAMAR DI PETERNAKAN BROILER(( Faktor-faktor utama manajemen pemeliharaan broiler modern difokuskan pada tiga hal mendasar, yakni cahaya, makanan dan air (CAMAR). Sinergisme CAMAR dengan faktor…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI