Wisium Menawarkan Produk Alternatif AGP

Kombinasi unik Copper dan Clay mampu membunuh bakteri patogen dan menjaga kesehatan saluran pencernaan ayam

Di bawah bendera Neovia Grup, Wisium hadir untuk memberikan solusi alterna¬tif pengganti AGP (Antibiotic Growth Promoter) dengan meluncurkan produk terbarunya yaitu B- SAFE. Acara Seminar Product Wisium 2018 tersebut dilaksanakan di Hotel Mercure Alam Sutera, Serpong pada 3 Juli 2018.

Disampaikan oleh Country Manager Neovia Indonesia, Nabil Chinniah, B-SAFE merupakan produk dari Wisium yang sudah sangat familiar di dunia, khususnya Eropa. Bahkan di Prancis yang merupakan negara asal Neovia, B- SAFE sudah digunakan sejak 20 tahun lalu. Terbukti, produk ini aman untuk ayam dan tentunya aman untuk manusia.

Ia mengatakan bahwa masyarakat Indo¬nesia dalam mengkonsumsi telur dan ayam sebagai salah satu sumber protein hewani sangat besar. Sehingga kesehatan ayam menjadi sangat penting dan menjadi fokus utama di indonesia. Oleh karena itu, Wisium pun hadir untuk membantu menjawab tan¬tangan tersebut.

Dalam memasarkan produk ini, Wisium dibantu oleh Caturnawa sebagai distributor mereka. CEO Caturnawa, Olan Sebastian mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur karena hadirnya produk dari Wisium. Dengan adanya pelarangan penggunaan AGP, membuat beberapa produk yang ditawarkan oleh Catur¬nawa tidak diperbolehkan untuk digunakan di dalam pakan. “Namun sekarang kami sangat gembira, karena diberikan kepercayaan lagi untuk memasarkan produk non AGP seperti B- SAFE dari Wisium ini,” ungkapnya.

Kebijakan Non AGP

Terbitnya peraturan akan pelarangan penggunaan AGP di dalam pakan, sudah diatur dalam Permentan Nomor 14 Tahun 2017. Dikatakan oleh Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan Kesehatan Hewan, Fajar Sumping Tjatur Rasa, peraturan ini dibuat dalam rangka mencegah resistensi antibiotik yang terdeposisi pada produk akhir bahan pangan hasil ternak. “Indonesia memiliki mimpi menjadi lumbung pangan dunia, oleh karena itu kita harus berusaha untuk menyiapkan produk tidak hanya secara kuantitas atau jumlah saja. Namun, secara kualitas dan keamanan juga perlu,” tegasnya.

Baca Juga:   PT Cargill Indonesia, meluncurkan seri produk pakan ternak tanpa antibiotik

Ia juga menyampaikan bahwa antibiotik merupakan salah satu golongan obat sehingga harus dipergunakan secara hati-hati. Penggu¬naan antibiotik saat ini diperbolehkan hanya dengan tujuan pengobatan atau terapi saja. Pemakaiannya pun perlu diresepkan oleh dok¬ter hewan sebagai suatu bentuk pengawasan.

Andi Wijanarko sebagai perwakilan ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) menyampai¬kan bahwa ASOHI sebagai asosiasi yang terkait dengan obat-obatan hewan, ikut mendukung dijalankannya peraturan tersebut. Pihaknya juga ingin selalu memberikan yang terbaik dengan membuat Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis agar ASOHI dapat mewakili segala kepentingan.

Mereka sangat mendambakan implemen¬tasi peraturan tersebut dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya, tanpa menimbulkan multi tafsir yang berpotensi menimbulkan polemik dilapangan. Dengan adanya produk-produk alternatif pengganti AGP seperti produk dari Wisium, Andi sangat mengapresiasi dan berharap dapat menjadi sebuah solusi bagi pelaku industri di tanah air.

Hadiri Pameran

Selain menggelar seminar, Wisium juga ha¬dir di Indolivestock 2018 Expo & Forum yang digelar di Jakarta Convention Center (4-6/7). Wisium Business Development Manager ASIA, Eric Carfi mengatakan bahwa Wisium hadir di Indolivestock 2018 Expo & Forum untuk memperkenalkan perusahaan dan memberikan pengetahuan mengenai produk-produk yang ditawarkan oleh Wisium.

Eric juga menyampaikan bahwa dengan menggelar acara seperti pameran, mereka bisa menyapa para pelanggannya serta berdiskusi mengenai produk maupun penyelesaian perma¬salahan di lapangan. “Misi utama kami adalah supporting customer,” ujarnya.

Business Development Director Wisium, Francois Fernandez menambahkan bahwa Wisium hadir di Indonesia bukan hanya men¬jual produk semata, namun menawarkan sebuah solusi lengkap bagi pelanggan. Mereka meyakinkan akan memberikan total solusi berupa pelayanan yang diberikan. Bagi yang membutuhkan analisa khusus, Wisium Indonesia bekerjasama dengan laboratorium di Vietnam untuk memfasilitasi pengecekan. Tim dari Wisium juga akan membantu secara teknis dalam menjawab tantangan maupun persoalan di lapangan.

Ia berharap, Wisium dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Di tengah beredar¬nya isu free AGP ini, Wisium sangat optimis, B- SAFE dapat diterima oleh pelaku indus¬tri, mengingat produk tersebut sudah lama digunakan di dunia.

Baca Juga:   Zulkarnaen Ciptakan Inovasi Baru, Produksi Pakan Ternak Dari Daun Kering

B-SAFE

B-SAFE merupakan produk yang terdiri dari kombinasi copper dan clay. Yohann Laurent, Asia Business Developer Wisum menjelaskan bahwa B- SAFE mampu mengendalikan bakteri patogen di usus, memastikan keseimbangan mikroflora usus, memproteksi sistem pencernaan, mengopti-malkan penyerapan nutrisi, dan memperbaiki produktivitas ternak.

B- SAFE bekerja dengan menarik membran yang berpolar berkat adanya muatan positif pada komplek cooper-clay. Bakteri gram + dan gram – akan tertarik oleh B- SAFE karena terdapat perbedaan muatan elektrik antara sel membran dengan partikel cooper-clay. Saat bakteri tersebut tertarik, membran bakteri akan terganggu oleh adanya kontak dengan B- SAFE. Dengan demikian membran bakteri tidak akan mampu untuk bertukar lagi dengan lingkungannya.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wi¬sium secara in vitro, B- SAFE mampu untuk mengurangi populasi bakteri patogen. Menurut Yohann, populasi bakteri yang menurun di¬antaranya adalah Salmonella, Campylobacter, Clostridium, dan E.Coli.

Selain penelitian secara in vitro, Wisium juga melakukannya secara in vivo pada 70 ekor broiler (ayam pedaging) dari umur 1 hingga 21 hari. Hasilnya yaitu terdapat pengurangan jumlah relatif proteobacteria (E.Coli dan Salmonella) dari 9 % menjadi 1 % bila dibandingkan kontrol. Begitupun dengan jum¬lah actinobacteria, menurun dari 8 % menjadi 2 % jika dibandingkan kontrol. Sedangkan jumlah relatif firmicute (Lactobaillus) meningkat dari 82 % menjadi 97 % dibandingkan dengan kontrol.

Penggunaan B-SAFE juga mam¬pu meningkatkan diameter jejenum sebesar 47 % bila dibandingkan kon¬trol. Formulator Manager Neovia, Stefani, menambah¬kan bahwa apabila usus lebih besar, nutrisi yang akan diserap oleh tubuh ayam pun akan menjadi lebih besar pula. “Penggunaan B- SAFE juga akan memperbaiki kondisi mikroflora usus, sehingga akan mempengaruhi kondisi kesehatan saluran cerna,”ujarnya.

Clay yang digunakan pada B- SAFE meru¬pakan clay spesifik yang hanya diperuntukkan sebagai pembawa ion copper-nya. B- SAFE ini tidak hanya dapat diperuntukan bagi broiler saja namun bisa pula untuk digunakan pada layer (ayam petelur). Menurut Stefani, kunci pemberian pada layer adalah saat ayam berada pada masa pullet (ayam dara calon petelur). Ketika pada masa pullet bagus, maka pada fase laying hens pun akan bagus.

Baca Juga:   Zulkarnaen Ciptakan Inovasi Baru, Produksi Pakan Ternak Dari Daun Kering

Pada layer, B- SAFE dapat memperbaiki laying rate dan berat telur. Hasil penelitian yang dilakukan di Mexico 2008 menunjuk¬kan bahwa laying rate meningkat 2,3 % dan berat telur meningkat sebanyak 2,5 gram jika dibandingkan kontrol. Sedangkan jika dibandingkan penambahan 50 gram/T Zinc laying rate meningkat 1 % dan berat telur meningkat sebesar 1,2 gram.

Mikotoksin Deaktivator

Tak hanya B- SAFE saja, Wisium juga memiliki produk yang dapat digunakan untuk mengatasi mikotoksin yaitu T5X. Seperti sudah diketahui, mikotoksin seringkali mengkontaminasi raw material khususnya biji-bijian seperti jagung. Apabila mikotoksin ini dikonsumsi oleh ternak, dapat berbahaya dan menimbulkan penyakit.

Technical Sales Supervisor Wisium, Salman Fuadi mengatakan bahwa T5X SD bekerja dengan 3 mekanisme. Mekanisme pertama dengan cara mengikat toksin-toksin yang bersifat polar seperti aflatoksin. Aksi kedua adalah proses detoksifikasi enzimatik dan proses anti-oksidasi, dengan mendetoks toksin-toksin yang masuk ke dalam tubuh ternak ayam dan diperkuat dengan sistem antioksidasi di organ hati agar dapat bekerja secara maksimal. Terakhir dengan cara mem¬perkuat sistem kekebalan tubuh.

Salman juga mengatakan bahwa Wisium memberikan layanan berupa alat untuk scan¬ning mikotoksin dalam pakan atau bahan baku yang kemudian dapat dihitung jumlahnya. Apabila sudah diketahui jumlahnya, dapat dihitung menggunakan aplikasi mobile phone dari Wisium yang bernama Mycowatch® untuk mengetahui dosis T5X SD yang akan digunakan. lTROBOS/Adv

Similar Posts:

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.