WUJUDKAN KEMANDIRIAN PROTEIN HEWANI DENGAN PANCA KRIDA KEMANDIRIAN PANGAN NUSANTARA
Home BlogPeristiwaWUJUDKAN KEMANDIRIAN PROTEIN HEWANI DENGAN PANCA KRIDA KEMANDIRIAN PANGAN NUSANTARA

WUJUDKAN KEMANDIRIAN PROTEIN HEWANI DENGAN PANCA KRIDA KEMANDIRIAN PANGAN NUSANTARA

Untuk menjaga terjaminnya pasokan sumber protein hewani bagi generasi penerus bangsa, pengembangan industri peternakan diantaranya unggas, sapi, kerbau, kambing dan domba, serta ternak lainnnya sebagai produsen utama protein harus dilakukan.

Terlebih asupan gizi protein hewani bagi sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prasyarat utama dalam membangun SDM Indonesia yang unggul dan kompetitif di era global saat ini. Sumber gizi protein hewani yang memiliki berbagai zat gizi esensial yang tidak bisa dipenuhi dari sumber pangan lain, berperan penting dalam pembentukan SDM dengan otak yang cerdas dan badan yang sehat.

Hal itu dibahas dalam Indonesia Livestock Club (ILC) #Edisi11 yang diselenggarakan Indonesia Livestock Alliance (ILA) dan Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI), bekerja sama dengan Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia (HPDKI), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) pada Sabtu (3/10/2020).

Hadir sebagai narasumber Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Prof Ali Agus, memaparkan tentang panca krida kemandirian pangan nusantara.

“Pertama, komitmen politik dan sinergisitas kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pelaku usaha. Kedua, optimalisasi pemanfaatan sumber daya lahan dan air untuk produksi protein hewani. Ketiga, kemandirian proses produksi protein hewani. Keempat, promosi dan pembudayaan pola konsumsi pangan protein hewani. Kelima, penguatan kelembagaan dan kualitas SDM,” ujar Ali Agus. 

Dalam skala global, terlebih di era pandemi COVID-19, masing-masing negara memiliki tekad dan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya, termasuk protein hewani untuk membangun SDM unggul bangsa. Maka, di masa pandemi ini dengan segala keterbatasan, masing-masing negara lebih memprioritaskan rakyatnya sendiri agar dapat terpenuhi kebutuhan protein hewaninya. Dalam kondisi seperti itu, suatu negara yang tidak memiliki sumber protein hewani yang cukup, akan melakukan impor.

“Masalahnya ketika negara-negara produsen tersebut lebih mementingkan rakyat di dalam negerinya dibanding menjualnya ke luar negeri, produk protein hewani berisiko menjadi langka di pasar dunia. Itulah sebabnya sangat penting bagi Indonesia untuk memilik)i kemandirian akan sumber-sumber protein hewani,” katanya.

Ali Agus juga menambahkan, “Menghadapi situasi itu, dalam rangka menyongsong Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-40 yang akan diperingati pada 16 Oktober 2020, sangat penting untuk kembali kita ingatkan para pemangku kepentingan baik di tingkat pemerintah, wakil rakyat, praktisi peternakan, akademisi, peneliti dan lainnya tentang pentingnya bersinergi dalam melakukan langkah bersama guna mewujudkan kemandirian protein hewani Bangsa Indonesia.”

ILC yang sudah digelar untuk yang kesebelas kalinya ini, juga menghadirkan narasumber Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak Ir Fini Murfiani yang membawakan tema seputar Kebijakan Pemerintah dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian Protein Hewani, Ketua Umum HPDKI Ir Yudi Guntara Noor yang membahas mengenai Tantangan Peternakan Ruminansia dalam Turut Mewujudkan Kemandirian Protein Hewani, serta Ketua Umum GOPAN Herry Dermawan yang membawakan materi tentang Tantangan Perunggasan dalam Turut Mewujudkan Kemandirian Protein Hewani.

Sumber : http://www.majalahinfovet.com/ (IN)

Similar Posts:

Baca Juga:   Peraturan Baru, Proses Perizinan Lebih Cepat

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.