Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Struktur dan Bagian Tambak Ramah Lingkungan

Posted on

Kegagalan utama produksi udang di tambak umumnya disebabkan serangan penyakit dan kualitas air yang buruk akibat pencemaran. Persiapan lahan yang benar serta upaya menjaga mutu air pasokan akan sangat membantu peningkatan produktivitas tambak.

Sistem tertutup adalah sistem pengelolaan air tambak, di mana penggantian air dilakukan seminimal mungkin. Caranya, dengan memanfaatan kembali air buangan. Untuk sistem ini pembuatan tandon sangat diperlukan.

Tandon dibuat sebagai wadah untuk menampung air dan pengontrol kualitas air dari sumber pemasukan seperti air laut dan air tawar. Setelah melalui proses filtrasi, air dapat dimanfaatkan kembali dengan syarat memenuhi parameter kualitas air yang optimal. Filtrasi air dapat dilakukan dengan proses secara fisika, kimia, dan biologis pada setiap tahapan tandon air.

Menurut Pakar Farmakologi Veteriner dan Dewan Pakar ASOHI, sekaligus Anggota Komisi Kesehatan Lingkungan DKP Pusat dan Mantan Anggota KLH Spesialisasi DAS (Daerah Aliran Sungai), Drh. Abadi Soetisna, M.Si., air buangan dari tambak, saat pergantian air atau pemanenan, tidak boleh langsung dibuang ke laut atau sungai agar tidak mengotori lingkungan dan menularkan penyakit. Oleh karena itu, diperlukan filter yang diletakkan pada inlet maupun outlet di petak tandon. “Filternya berupa batu kapur, ijuk, dan arang. Kemudian di setiap petak tandon harus ditempatkan aerator, bisa menggunakan kincir atau blower, untuk menambah oksigen terlarut dalam air,” terangnya.

IMG-20151229-WA0001[1] Drh. Abadi Soetisna, M.Si.,  Anggota Komisi Kesehatan Lingkungan DKP Pusat  (Sumber foto: dok. Info Akuakultur)

Petak karantina

Petak karantina berfungsi sebagai tempat penampungan air yang mempunyai standar baku mutu air, di mana nantinya digunakan sebagai suplai air pada saat penggantian air baru ke petak pembesaran atau petak tandon lainnya. Letak dan posisi petakan ditempatkan sebelum air disalurkan ke petak pembesaran atau petak distribusi air suplai. Luas  petakan yang optimal dapat menampung air baru pada kondisi kritis, yaitu antara 30—50%, tergantung tingkat teknologi yang diterapkan.

Saluran distribusi air

Saluran distribusi air merupakan saluran pembagi air untuk mensuplai air harian ke petak pembesaran. Petak ini ditempatkan pada tempat yang strategis untuk mensuplai air ke petak pembesaran dengan pertimbangan efisiensi penggunaan sarana dan fasilitas tambak. Volume air yang optimal untuk petak distribusi air antara 30—50% luas petak pembesaran. Petak ini juga dapat berfungsi sebagai petak karantina dengan tujuan untuk menghemat lahan.

Petak pembesaran

Petak pembesaran udang biasanya berada di tengah unit tambak sistem resirkulasi. Luas petak pembesaran yang optimal untuk tambak udang teknologi intensif dan super-intensif pada sistem resirkulasi tertutup antara 2.000—4.000 meter persegi. Sementara untuk tambak udang teknologi sederhana dan semi-intensif, luas antara 5.000—8.000 meter persegi. Bentuk tambak yang ideal adalah sama sisi dengan sudut tumpul. Tujuan bentuk petakan seperti ini diharapkan dapat memudahkan proses pengelolaan air dan lumpur di dasar tambak secara fisik.

Petak endapan lumpur

Petak endapan lumpur merupakan tempat penampungan buangan dari petak pembesaran. Peran petak ini sebagai petak pengendapan lumpur. Posisi petakan ini berada dekat dengan bagian ujung pintu monik dan PVC sentral drain pembuangan air. Luas petak pembuangan air pada dasarnya dapat menampung air yang dibuang dari petak pembesaran.

Petak tandon biofilter

Petak tambak ini biasanya ditebari organisme jenis ikan predator multispecies, untuk memangsa hama penular penyakit udang. Letak petakan ditempatkan setelah petak pengendapan. Luas petakan ini sama dengan petak distribusi air suplai dengan bentuk memanjang. Persentase petak tandon untuk teknologi intensif dan super-intensif antara 50—100%. Dengan kata lain, volume tandon mampu untuk mengganti air pada kondisi kritis dalam petak pembesaran minimal 50%, sedangkan untuk semi-intensif berkisar 30—50 %.

Air buangan di dalam tandon diendapkan dan didalamnya diberi tanaman rumput laut sebagai biofilter yang menyerap gas-gas terlarut bersifat racun seperti NH3, CO2, dan nitrit. Organisme lain dalam tandon biofilter seperti kerang bakau, tiram, dan vegetasi bakau. Kerang bakau dengan ukuran cangkang 4—5 cm ditebar dengan kepadatan 6—8 ekor per meter persegi. Sementara tiram dengan ukuran cangkang 5—7 cm ditebar dengan kepadatan 0,75 kg atau 28 ekor per meter per segi. Tiram ditempatkan pada rak bambu dengan kedalaman 10 cm.

Petak pengolah limbah

Petak pengolahan limbah berfungsi sebagai petak penampungan air buangan kotoran udang, terutama air buangan limbah tambak yang bermasalah seperti terserang virus. Pada petak ini, air di-treatment terlebih dulu, baik secara kimia maupun secara biologis. Setelah steril, air dibuang ke laut atau saluran umum.

Posisi petak pengolah limbah berada dekat dengan petak pembuangan air. Petak ini dapat ditanami pohon bakau sekitar 10—15% dari luas petakan untuk menyerap limbah anorganik secara biologis. Selain itu, treatment lain yang bisa diterapkan yaitu pemberian disinfektan, misalnya kaporit atau sejenisnya.

Elevasi dasar tambak terhadap saluran pembuangan

Elevasi dasar tambak sesuai standar dapat mempermudah pengelolaan air dan pembuangan lumpur, baik harian maupun insidental. Selain itu, elevasi tambak yang ideal akan mempermudah proses pemanenan dan persiapan lahan. Elevasi dasar tambak yang standar dan optimal dicirikan dengan kemiringan dasar tambak yang lebih tinggi dari saluran pembuangan air, berkisar antara 30—40 cm.

Central drain

Central drain merupakan sistem pembuangan air yang diletakan di bagian tengah petak pembesaran udang dan terbuat dari pasangan cor semen berbentuk bulat dengan diameter tergantung kebutuhan, umumnya 2—3 m. Untuk mengalirkan air ke arah saluran pembuangan, pada bagian tengah lingkaran cor semen tersebut dipasang PVC berukuran 8—12 inchi, buis beton berdiameter 20—30 cm, atau disesuaikan kebutuhan dan teknologi yang diterapkan.

Pintu monik

Pintu monik merupakan pintu pembuangan air yang terbuat dari cor semen serta buis beton. Pintu pengatur berada pada pematang bagian sisi dalam, sedangkan buis beton pembuangan air menghadap ke saluran pembuangan air. Ukuran pintu monik tergantung luas petakan dan konstruksi pematang tambak yang dioperasionalkan. Ukuran pintu monik yang sering digunakan pada tambak udang intensif umumnya memiliki lebar bukaan pintu antara    60—100 cm, tinggi 1,6—2,0 m,  panjang 80—120 cm, diameter buis beton 60—80 cm, dan  panjang buis beton tergantung lebar pematang bagian bawah. Pada tambak dengan teknologi sederhana dan semi-intensif, pintu pembuangan air dapat terbuat dari pintu kayu atau PVC dengan ukuran sesuai kebutuhan. (Resti Setiawati)

Post Terkait:

  • Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau: Sebuah Petualangan yang Menginspirasi. Dalam perjalanan hidup ini, saya telah diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pembenihan kepiting bakau.…
  • Mengenal Ragam Alas Kolam dan Tambak Dalam pembuatan kolam atau tambak, pembudidaya ikan dan udang dihadapkan pada beberapa pilihan dalam menentukan alas dasar dan dinding kolam. Sebut saja geomembran, terpal, semen,…
  • Budidaya Udang Vaname Lebih Untung Pakai Ecoshrimp Busmetik Selain risiko kegagalan budidaya rendah, waktu setting persiapan lahan budidaya dengan Busmetik pun sangat singkat. Hanya 7—10 hari! Dimulai sejak Tahun 2010 di tambak latih…
  • Kincir Modern di Tambak Udang Tradisional Lampung Timur Sebagai penyuplai oksigen di dalam perairan tambak, kincir memiliki peranan penting dalam urusan ketersediaan oksigen dan menjaga kualitas air dalam tambak udang. Menurut Direktur Manager…
  • Peralatan kolam ikan sistem resirkulasi Kolam ikan sistem resirkulasi atau lebih dikenal resirculation aquaculture system (RAS) tengah naik daun. Pasalnya, kolam sistem ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya adalah faktor…
  • Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung (KJA) Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung. Di era serba modern seperti saat ini, budidaya ikan tidak lagi membutuhkan tempat yang luas untuk dijadikan kolam pememeliharaan.…
  • Peran KJA Offshore Untuk Budidaya Laut Lepas Indonesia dengan panjang garis pantai 95.000 km dan luas lautan 7,9 juta km2 memiliki potensi budidaya ikan laut yang sangat besar. Diperlukan keramba jaring apung…
  • Tips Pilih Pompa Air untuk Kolam dan Tambak   Kebutuhan pompa air tidak dapat dihindari dalam budidaya ikan maupun udang intensif. Terlebih dalam budidaya ikan dan udang, di mana letak sumber lebih rendah…
  • Teknologi Jaring UHMWPE Sekuat Baja Jaring UHMWPE Aquatec Budidaya ikan bebas predator dengan jaring UHMWPE tanpa simpul Budidaya ikan atau akuakultur adalah industri yang berkembang dengan cepat di Indonesia. Hingga…
  • Budidaya Krustasea, Lebih produktif dengan Apartemen Sektor perikanan budidaya merupakan andalan sector perikanan nasional. Hal ini mengingat, produksi akuakultur terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, di tahun 2014,…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau by Agribisnis Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau: Sebuah Petualangan yang Menginspirasi. Dalam perjalanan hidup ini, saya telah diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pembenihan kepiting bakau.…
  • Mengenal Ragam Alas Kolam dan Tambak by Agribisnis Dalam pembuatan kolam atau tambak, pembudidaya ikan dan udang dihadapkan pada beberapa pilihan dalam menentukan alas dasar dan dinding kolam. Sebut saja geomembran, terpal, semen,…
  • Budidaya Udang Vaname Lebih Untung Pakai Ecoshrimp Busmetik by Agribisnis Selain risiko kegagalan budidaya rendah, waktu setting persiapan lahan budidaya dengan Busmetik pun sangat singkat. Hanya 7—10 hari! Dimulai sejak Tahun 2010 di tambak latih…
  • Kincir Modern di Tambak Udang Tradisional Lampung Timur by Agribisnis Sebagai penyuplai oksigen di dalam perairan tambak, kincir memiliki peranan penting dalam urusan ketersediaan oksigen dan menjaga kualitas air dalam tambak udang. Menurut Direktur Manager…
  • Peralatan kolam ikan sistem resirkulasi by Agribisnis Kolam ikan sistem resirkulasi atau lebih dikenal resirculation aquaculture system (RAS) tengah naik daun. Pasalnya, kolam sistem ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya adalah faktor…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI