Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Budidaya Udang Windu Tetap Untung Meskipun Skala Kecil

Posted on

Meskipun saat ini kontribusinya dianggap lebih kecil dibandingkan budidaya udang vaname, budidaya udang windu masih menjadi pilihan para petambak skala kecil.

AK13 Ekbs 2 1

Pernah menjadi salah satu komoditas unggulan sektor perikanan Indonesia, pamor udang bernama latin Panaeus monodon ini pudar akibat wabah penyakit bercak putih (white spot). Tak sedikit petambak gulung tikar. Pasalnya, tingkat kematian akibat infeksi penyakit ini bisa mencapai 100% dalam waktu 2 – 7 hari pasca-infeksi dengan tingkat patogenitas yang tinggi. Ganasnya serangan penyakit tersebut masih dapat dirasakan hingga sekarang dengan banyaknya tambak yang terbengkelai akibat petambak trauma dengan kegagalan usaha mereka.

Sebagai gantinya, udang vaname yang berasal dari Amerika Latin diintroduksi di tambak-tambak. Langkah ini pun menuai hasil dan hingga sekarang produksinya melampaui jenis udang lain.

Kondisi terpuruknya budidaya udang windu tidak membuat petambak surut langkah. Salah satunya, sebut saja Darto, yang sudah bertahun-tahun menggeluti budidaya udang windu di kawasan Pantura, Cirebon, Jawa Barat. Secara administratif, tambak Darto terletak di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dengan bermodal tambak seluas 3.000 m2, ia tetap berjuang untuk menghidupi keluarga, istri, dan dua anaknya.

Darto, salah satu petambak udang windu di Pantura

AK13 Ekbis 2 2Darto, tak seorang diri. Di daerahnya banyak dijumpai para petambak tradisional yang masih memelihara udang windu. Teknologi dan metode yang mereka gunakan pun sederhana., Layaknya tambak tradisional, tambak Darto tidak menggunakan kincir air untuk meningkatkan produktivitas. Untuk alas tambak, ia menggunakan alas plastik kedap air untuk menutupi seluruh permukaan tanahnya.

Dengan luasan 3.000 meter persegi, kontruksi tambak dibuat berbentuk persegi. Pengisian air dilakukan dengan cara tradisional. Dalam pola ini, pengisian dilakukan setelah seluruh persiapan dasar telah selesai. Air yang sudah mengalami proses penyaringan dialirkan masuk ke dalam tambak secara bertahap sampai ketinggian sekitar 1—1,5 meter. Selanjutnya air didiamkan hingga 2—3 minggu sampai kondisi air tambak betul-betul siap untuk ditebari benih udang. Untuk tambak dengan luas 3.000 meter persegi, Darto menebarkan benur dengan kepadatan berkisar antara 80—100 ekor per meter persegi dengan berat benur 0,001 gram setiap kali periode pemeliharaan. Total benur yang ditebarkan setiap periode pemeliharaan sebanyak 240.000 hingga 300.000 ekor.

Tambak udang windu Darto

Sebelum dilakukan penebaran benur, Darto melakukan beberapa tahap persiapan tambak, antara lain pengeringan tambak, penyesetan, dan pengapuran.

Pengeringan tanah dilakukan karena sebelumnya tanah disemprot air guna membersihkan lumpur endapan. Seperti diketahui, endapan ini berasal dari sisa-sisa pakan tak termakan dan tumpukan zat organik yang dihasilkan udang, antara lain feses. Selanjutnya, tanah biarkan terkena matahari selama beberapa hari, tujuannya untuk membunuh virus dan bakteri yang terdapat di dalam tanah dasar tambak tersebut.

Setelah proses pengeringan dilakukan, dasar tambak diberikan proses penyesetan. Penyesetan bertujuan meratakan tanah dasar tambak dengan menggunakan cangkul. Selanjutnya dilakukan proses pengapuran. Salah satu tujuan pengapuran adalah menaikkan pH tanah yang cenderung asam sehingga bersifat netral dan menyuburkan tanah.

Proses pembesaran udang

Kegiatan pembesaran atau pemeliharaan udang meliputi kontrol tinggi air secara rutin sebelum umur udang 60 hari, pengendalian hama, dan pemberian pakan yang teratur, yaitu 3—4 kali dalam sehari. Darto mengungkapkan, ia tidak hanya mengandalkan pakan alami berupa plankton dan zooplankton untuk udangnya. Meskipun skala kecil, ia juga menggunakan pakan udang jenis pelet. Selanjutnya, sebagai imbuhan pakan, Darto memberikan vitamin secara berkala. Zat ini berfungsi untuk mengoptimalkan pertumbuhan pada benur dan udang.

Darto tidak tidak mempunyai metode khusus. Ia merawat udangnya dengan cara yang sama seperti petambak-petambak lain. Hal terpenting adalah merawat dan memberikan makan udang tersebut dengan baik dan teratur.

Meskipun demikian, Darto pun tak lepas dari kendala ketika melakukan budidaya udang. Salah satunya pada awal tebar bibit banyak yang mati karena baru beradaptasi dan belum cocok dengan air media. Di samping itu, Darto mengeluhkan susahnya mendapat benih dari para nelayan karena di sekitar Losari banyak sekali yang berbudidaya udang. Seringkali pembudidaya mengalami kekurangan benur dan tokolan.

panen udang windu di tambak

Pemanenan dilakukan setelah umur pemeliharaan udang 120 hari. Pada saat itu, udang Darto mencapai bobot 50 ekor setiap kilogramnya. Udang yang telah dipanen biasanya dijual kepada pengepul. Selanjutnya, pengepul tersebut akan menjual kembali udangnya ke penjual yang ada di pasar. Dengan tingkat kelulusan hidup mencapai 60%, udang yang dipanen dengan ukuran 50 ekor/kg mencapai 3.600 kg.

Menurut pengakuan ayah dua anak ini, ia harus merogoh kocek untuk membeli benur, pakan, vitamin, dan perawatan lainya sebesar Rp 500.000—Rp 600.000. Sementara pemasukan kotor yang diperoleh setiap panen antara 1,5—2 juta.

Analisis ekonomi pembesaran udang windu skala kecil

Biaya Investasi
NoKomponen biaya Jumlah (Rp)
1Sewa tambak selama 1 tahun1500000
2Sewa peralatan dan sarana tambak 1 paket1000000
3Sewa pompa 2 unit @ 750.0001500000
AJumlah4000000
Biaya Operasional
1Persiapan dan perbaikan konstruksi1500000
2Benih udang windu (tokolan) 20.000 ekor @ 40800000
3Pakan buatan 300 kg @ 11.0003300000
4Pupuk Organik 3.000 Kg @ 50150000
5Pupuk Anorganik 150 kg @ 5.000750000
6Kapur pertanian (dolomit) 1.500 Kg @ 600900000
7Saponin 40 Kg @ Rp. 5.500220000
8Biofilter/bioscreen 1 paket375000
9Feed Additve 1 paket500000
10Bahan bakar 1 paket3000000
11Perawatan dan perbaikan sarana budidaya375000
12Biaya lainnya250000
13Tenaga operator 1 orang x 5 bulan @ 500.0002500000
14Biaya panen 1 paket600000
Jumlah15220000
BBiaya operasional selama 1 tahun30440000
Pemasukan
CPenjualan udang 2×370 kg @Rp. 70.000/kg51800000
Dkeuntungan17360000

Sebagai gambaran, berikut analisis ekonomi pembesaran udang windu dengan periode pembesaran 120 hari seperti yang dipaparkan V. Ap. Sapto Adi dari BBPBAP Jepara. Asumsi dalam satu tahun dilakukan dua kali siklus pembesaran. Luas lahan tambak dalam perhitungan ini adalah 1 hektar tanpa menggunakan kincir air dengan metode tradisional sehingga udang yang dipelihara tidak terlalu padat. Dalam perhitungan ini, padat tebar yang dihitung adalah 2 ekor per meter persegi. (Noerhidajat)

Post Terkait:

  • Fokus 2008 | Majalah Infovet I Majalah Peternakan… Pemimpin Umum/RedaksiIr. Bambang SuharnoWakil Pemimpin Umum/UsahaDrh. Rakhmat Nuriyanto MBARedaktur PelaksanaIr. Darmanung SiswantoroKoordinator PeliputanRidwan Bayu SetoNunung Dwi VerawatiRedaksiWawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek) Drh Untung Satriyo (Jogja &…
  • Fokus 2005 | Majalah Infovet I Majalah Peternakan… Pemimpin Umum/RedaksiIr. Bambang SuharnoWakil Pemimpin Umum/UsahaDrh. Rakhmat Nuriyanto MBARedaktur PelaksanaIr. Darmanung SiswantoroKoordinator PeliputanRidwan Bayu SetoNunung Dwi VerawatiRedaksiWawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek) Drh Untung Satriyo (Jogja &…
  • Tambak RtVe, Modal Kecil Untung Berlipat Selama ini, yang terbayang di benak masyarakat umum, budidaya udang identik dengan sistem bisnis padat modal, memerlukan lahan yang cukup luas, dan prosedur pemeliharaan yang…
  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
  • KKP Berikan Benih Ke Pembudidaya Udang Windu Data mencatat bahwa hingga pertengahan bulan Mei 2020, BPBAP Takalar telah menggelontorkan total bantuan benih seperti Udang, Bandeng, Rajungan, Nila Salin dan Kakap Putih sebanyak…
  • Lebih Produktif dengan Polikultur Rentan terhadap serangan penyakit, budidaya udang windu secara tradisional bisa mengantisipasi kegagalan produksi dengan sistem polikultur. Udang windu, ikan bandeng, dan rumput laut merupakan tiga…
  • Ikan Bandeng: Meraup Sisa Rejeki di Tambak Pantura Sempat mencicipi masa-masa kejayaan di era tahun1980-an hingga1990-an, Kawasan Pantura (Pantai Utara Jawa) ibarat tempat mendulang emas bagi para petambak. Bagaimana dengan kondisi saat ini?…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Fokus 2008 | Majalah Infovet I Majalah Peternakan… by Agribisnis Pemimpin Umum/RedaksiIr. Bambang SuharnoWakil Pemimpin Umum/UsahaDrh. Rakhmat Nuriyanto MBARedaktur PelaksanaIr. Darmanung SiswantoroKoordinator PeliputanRidwan Bayu SetoNunung Dwi VerawatiRedaksiWawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek) Drh Untung Satriyo (Jogja &…
  • Fokus 2005 | Majalah Infovet I Majalah Peternakan… by Agribisnis Pemimpin Umum/RedaksiIr. Bambang SuharnoWakil Pemimpin Umum/UsahaDrh. Rakhmat Nuriyanto MBARedaktur PelaksanaIr. Darmanung SiswantoroKoordinator PeliputanRidwan Bayu SetoNunung Dwi VerawatiRedaksiWawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek) Drh Untung Satriyo (Jogja &…
  • Tambak RtVe, Modal Kecil Untung Berlipat by Agribisnis Selama ini, yang terbayang di benak masyarakat umum, budidaya udang identik dengan sistem bisnis padat modal, memerlukan lahan yang cukup luas, dan prosedur pemeliharaan yang…
  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… by Agribisnis Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang by Agribisnis Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI