Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Atasi Penyakit Moncong Putih pada Lele

Posted on

“Penyakit moncong putih sudah sangat familiar bagi para pembudidaya lele. Apabila penanganan dilakukan dengan cepat, akan dapat menyelamatkan 20% total kematian yang timbul akibat penyakit ini,” ungkap drh. Putu Eka Sudaryatma dari Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar.

 

Menurut Ir. Taukhid, M.Sc., Peneliti Madya Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT) Bogor, “Penyakit mulut putih pada benih ikan lele merupakan penyakit complex aetiological agents. Karena disebabkan oleh beberaba faktor (biotik dan abiotik) yang saling memperburuk status kesehatan ikan.”

 

“Taukhid menambahkan, “Kondisi yang paling sering menjadi faktor pemicu munculnya kasus penyakit moncong putih adalah perubahan kondisi lingkungan terutama suhu atau pH air yang berfluktuasi diluar ambang batas toleransi ikan.”

 

“Hal tersebut umumnya terjadi akibat proses transportasi yang kurang memperhatikan prosedur yang baik dan benar. Sehingga mengakibatkan penyakit sindrom pasca transportasi, atau perubahan kualitas air yang cukup singkat dan signifikan akibat kondisi iklim makro, seperti hujan,” ungkapnya.

 

Senada dengan hal tersebut Eka mengatakan, “Pada umunya penyakit moncong putih disebabkan karena adanya luka terbuka yang bisa disebabkan oleh parasit eksternal dan adanya trauma seperti benturan atau gesekan pada saat sortir dilakukan.”

 

Eka melanjutkan, “Kualitas air yang buruk dan pH air terlalu rendah pada saat musim hujan, dapat menyebabkan tumbuh subur beberapa golongan bakteri normal pada air dan mengakibatkan infeksi pada luka tersebut.”

 

Gejala penyakit ini tampak kemerahan pada sirip, bagian kepala dan mulut yang dilanjutkan dengan adanya infeksi sekunder oleh bakteri atau jamur. Sehingga menyebabkan jaringan nekrosa dan penumpukan hifa jamur  pada bagian infeksi tersebut.

 

Secara eko-biologis, ikan lele mampu hidup dan tumbuh relatif normal pada rentang suhu air yang cukup luas, demikian pula terhadap pH air. “Namun, mereka sangat peka terhadap perubahan nilai kedua parameter tersebut yang cukup besar dalam periode yang relatif pendek. Karena kondisi tersebut akan mengacaukan sistem homeostasi dan aktivitas fisiologi, bahkan proses-proses reaksi enzimatik dan bio-kimia yang terjadi di dalam tubuh lele,” jelas Taukhid.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur Edisi Mei 2016

Post Terkait:

  • Tangkal TiLV Pada Ikan Nila Sejak Dini Beberapa tahun belakangan, merebak penyakit virus pada ikan nila atau Tilapia Lake Virus (TiLV) yang diderita oleh beberapa negara produsen ikan tersebut membuat Indonesia menyetop…
  • Waspada dan Cegah Penyakit Udang Bercak Putih atau… Penyakit udang bercak putih dan myo sangat membuat petambak udang cemas. Pasalnya, akibat yang ditimbulkan tidak tanggung-tanggung, kematian massal pada udang. Meskipun akibat myo tidak…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
  • Vaksinasi Ikan, Efisien dan Penting Salah satu penghambat dalam budidaya perikanan adalah penyakit yang menyerang ikan. Cara penanganan ikan yang sakit bisa dilakukan dengan pencegahan maupun pengobatan, salah satunya dengan…
  • Cegah Myo pada Udang Vaname Anda tahu myo (mio)? Bukannya sebuah motor matic, sporty, keren, dan gaya; tapi myo yang dimaksud di sini adalah biang penyakit ganas yang bisa membuat…
  • Tangkal KHV dengan Immunostimulan, Efektifkah? Tak hanya menyerang ikan koi, koi herves virus (KHV) merupakan penyakit ganas yang menyerang jenis ikan konsumsi penting lainnya, yaitu ikan mas. Dalam waktu singkat,…
  • Diagnosa Cepat, Tepat dan Akurat Red Seabream… Indonesia merupakan ekspotir ikan kerapu terbesar di dunia, Negara tujuan ekspor: Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina dan Hongkong. Ikan kerapu merupakan…
  • KKP Berikan Benih Ke Pembudidaya Udang Windu Data mencatat bahwa hingga pertengahan bulan Mei 2020, BPBAP Takalar telah menggelontorkan total bantuan benih seperti Udang, Bandeng, Rajungan, Nila Salin dan Kakap Putih sebanyak…
  • Parasit dan Jamur pada Ikan Air Tawar Agar pertumbuhan ikan optimal, mengenali kondisi kesehatan budidaya itu penting! Hasil budidaya ikan memang menggiurkan, namun disisi lain para pembudidaya tentu ada kekhawatiran, seperti terserangnya…
  • Ramuan Herbal untuk Ikan Lele Banyak cara dilakukan pembudidaya lele untuk menangkal serangan penyakit pada kolam budidayanya. Di samping menggunakan obat-obatan kimia, tak sedikit yang menggunakan ramuan herbal sebagai obat.…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

November 2026
MTWTFSS
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Tangkal TiLV Pada Ikan Nila Sejak Dini by Agribisnis Beberapa tahun belakangan, merebak penyakit virus pada ikan nila atau Tilapia Lake Virus (TiLV) yang diderita oleh beberapa negara produsen ikan tersebut membuat Indonesia menyetop…
  • Waspada dan Cegah Penyakit Udang Bercak Putih atau… by Agribisnis Penyakit udang bercak putih dan myo sangat membuat petambak udang cemas. Pasalnya, akibat yang ditimbulkan tidak tanggung-tanggung, kematian massal pada udang. Meskipun akibat myo tidak…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang by Agribisnis Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
  • Vaksinasi Ikan, Efisien dan Penting by Agribisnis Salah satu penghambat dalam budidaya perikanan adalah penyakit yang menyerang ikan. Cara penanganan ikan yang sakit bisa dilakukan dengan pencegahan maupun pengobatan, salah satunya dengan…
  • Cegah Myo pada Udang Vaname by Agribisnis Anda tahu myo (mio)? Bukannya sebuah motor matic, sporty, keren, dan gaya; tapi myo yang dimaksud di sini adalah biang penyakit ganas yang bisa membuat…

  • 1,260,959
  • 656,598
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI