Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Beruntung dengan Ilmu Langit

Posted on

 

 

Segala sesuatu di dunia ini terjadi karena keberuntungan “atas izin Tuhan”

Jika kita bekerja keras dan berhasil meraih target, kita mengatakan bahwa kita berhasil alias sukses. Jika kita bekerja biasa saja tapi mendapatkan suatu prestasi yang luar biasa, kita mengatakan itu faktor keberuntungan. Jika kita lahir keluarga kaya raya, itu disebut keberuntungan.

Apakah yang anda capai hari itu sebuah keberhasilan atau keberuntungan? Percayakah Anda pada faktor keberuntungan? Arvan Pradhiansyah , penulis buku The 7 Law of Happiness, baru-baru ini mendiskusikan perihal keberuntungan dan kesuksesan di radio Smart FM Jakarta, dengan kajian yang cukup menarik.

Ia mengatakan, ada tiga cara pandang (paradigma) manusia  mengenai keberuntungan. Ketiga paradigma ini dapat menggambarkan evolusi pemikiran manusia mengenai keberuntungan itu sendiri.

Paradigma tingkat pertama mengatakan, semua terjadi karena keberuntungan. Orang yang menganut paradigma ini percaya bahwa yang membuat sukses bukanlah usaha tetapi keberuntungan. Bukankah ada banyak sekali orang yang yang mendapatkan kekayaan karena terlahir sebagai anak orang kaya? Bukankah banyak orang yang sukses karena mereka cantik, tampan, pandai, terkenal dan termasyhur? Bukankah kepopuleran seringkali membuat orang lupa pada kualitas individu yang sesungguhnya?

Intinya adalah semua hal di dunia ini terjadi karena keberuntungan. “Paradigma ini tidak sepenuhnya salah, namun mengandung bahaya yang cukup besar. Orang yang percaya pada paradigma ini pasti tidak suka bekerja keras. Ini pada gilirannya hanya akan memperburuk pencapaian mereka,” kata Arvan.

Paradigma kedua adalah paradigma yang tidak percaya pada keberuntungan. Ini terbalik dari paradigma pertama. Penganut paradigma ini percaya bahwa keberuntungan itu berada di tangan mereka sendiri dan bisa diciptakan dengan usaha dan kerja keras.

Paradigma kedua percaya bahwa di dunia ini berlaku hukum sebab akibat.  Mereka yang rajin dan bekerja keras akan beroleh kesuksesan, sebaliknya orang-orang yang malas akan menemui kegagalan. Orang Amerika mengatakan, jika Anda miskin, itu salah Anda sendiri, pasti Anda malas bekerja. Ini pertanda bahwa mereka menganut paradigma kedua. Kepercayaan ini tentu saja membuat orang-orang ini berjuang keras untuk mencapai keberhasilan. Tak heran kalau mereka benar-benar mencapai apa yang mereka perjuangkan. Mereka percaya keberuntungan sepenuhnya ada di tangan mereka sendiri.

Apakah ini adalah paradigma yang terbaik yang dapat membuat kita benar-benar sukses? Sukses sejati, menurut Arvan, bukanlah karena paradigma ini. Ada paradigma yang lebih tinggi dan lebih indah lagi daripada ini. Yaitu paradigma ketiga yang berbunyi: segala sesuatu di dunia ini terjadi karena keberuntungan “atas izin Tuhan”. Saya sengaja pakai tanda kutip karena kalimat aslinya yang disusun Arvan sama persis dengan paradigma yang pertama.

Saya menyebut paradigma ketiga ini sebagai evolusi pemikiran dari paradigma pertama.Mereka yang menganut paradigma ketiga adalah orang-orang yang berusaha dan bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Tetapi mereka juga percaya bahwa “sebab” tidak selalu berkorelasi langsung dengan “akibat”. Antara sebab dan akibat ada satu kekuatan yang sungguh dahsyat. Kekuatan inilah yang disebut dengan: izin Tuhan.

Bukankah segala sesuatu di dunia ini terjadi karena izin Tuhan? Bukankah banyak upaya yang keras mengalami kegagalan – bukan karena kurangnya usaha – tetapi karena Tuhan memang belum mengizinkannya? Bukankah bahkan tidak ada jaminan bahwa kue yang sedang kita pegang bisa masuk ke dalam mulut kita dengan selamat tanpa izin Tuhan?

Orang yang memiliki cara pandang kelompok ketiga inilah yang terbaik dalam menyikapi kehidupan. Bekerja dan berusaha sebaik mungkin adalah kewajiban manusia, jika sudah berhasil namun Tuhan mengambilnya, itu kehendakNya yang mungkin menjadi rahasia yang akan terbuka di kemudian hari.

Dengan paradigma ketiga ini kita akan terus bekerja keras untuk mencapai keberhasilan, tetapi kita terhindar dari rasa angkuh, sombong dan membanggakan diri. Kita akan sadar bahwa segala sesuatu terjadi karena rahmat Tuhan .

Sebagaimana pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan Kemerdekaan Republik Indonesia itu “Atas Berkat Rakhmat Allah yang Maha Kuasa”. Ini menunjukkan bahwa para pendiri negeri ini tidak angkuh dengan mengatakan kemerdekaan hanya semata-mata karena kerja keras para pejuang kemerdekaan.

Jadi, paradigma ketiga ini adalah paradigma keberuntungan yang benar, yang tidak hanya berdasar pada ilmu logika, tapi juga berdasarkan pada “ilmu langit”. Dengan cara berpikir seperti ini maka hidup manusia akan menjadi lebih bahagia. Sementara paradigma kedua bisa membuat orang sukses sekaligus mudah membuat orang frustasi, karena mereka memandang segala hal adalah semata-mata karena manusia.

Bekerja keras adalah kewajiban kita , hasilnya adalah atas izin Tuhan. Apapun keputusan Tuhan, itulah yang terbaik.***

Post Terkait:

  • Kalimat Penting Para Pemimpin “Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?” Itulah keluhan yang sering kita dengan…
  • Tujuan Yang Jelas   Salah satu kunci sukses yang disampaikan banyak motivator adalah memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas. Hampir semua orang ingin menjadi warga yang berguna bagi…
  • Kelemahan Menjadi Kekuatan   Ciri pemimpin adalah mampu mengubah tantangan menjadi peluang, mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan mampu memberikan kejelasan tatkala orang lain bertanya-tanya tentang apa yang…
  • Ketika Aku Bersyukur     Bambang Suharno   Ketika aku ingin hidup kaya Aku lupa bahwa hidup itu sebuah kekayaan Ketika aku takut memberi Aku lupa bahwa semua…
  • Berjalan Cepat Ketika Beban Berat Ketika memikul beban di pundak, manusia akan berjalan lebih cepat. Sekali-kali amatilah orang yang sedang berjalan dengan memikul beban. Apakah mereka berjalan lebih lambat disbanding…
  • Kekuatan Kerjasama Tim Ketika saya sedang mengendarai motor hendak pergi ke supermarket, mata saya menoleh melihat bangunan megah yang sepertinya rumah hunian sedang dibangun. Dalam pikiran saya, hebat…
  • GRATIS, BUKU MOTIVASI "MENGGALI BERLIAN" KARYA… Kabar gembira untuk Anda. Dalam rangka Ulang Tahun Majalah Infovet yang ke-31 bulan Mei 2023 , penerbit buku GITA Pustaka memberikan Gratis kepada Anda buku…
  • Mencoba Tantangan Baru Kerjakanlah pekerjaan yang Anda kuasai, niscaya engkau akan ahli di bidang itu. Namun, jika Anda mengerjakan hal yang sama terus-menerus tanpa berani menghadapi tantangan yang…
  • Coba Sekali Lagi!   Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time. Demikian yang dikatakan…
  • Kesadaran Diri dalam Berdialog Bambang Suharno   Sebuah diskusi di stasiun televisi nasional berlangsung seru. Topiknya mengenai kinerja presiden Jokowi. Tiga orang narasumber proJokowi, di seberangnya 3 orang kontra…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Kalimat Penting Para Pemimpin by Agribisnis “Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?” Itulah keluhan yang sering kita dengan…
  • Tujuan Yang Jelas by Agribisnis   Salah satu kunci sukses yang disampaikan banyak motivator adalah memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas. Hampir semua orang ingin menjadi warga yang berguna bagi…
  • Kelemahan Menjadi Kekuatan by Agribisnis   Ciri pemimpin adalah mampu mengubah tantangan menjadi peluang, mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan mampu memberikan kejelasan tatkala orang lain bertanya-tanya tentang apa yang…
  • Ketika Aku Bersyukur by Agribisnis     Bambang Suharno   Ketika aku ingin hidup kaya Aku lupa bahwa hidup itu sebuah kekayaan Ketika aku takut memberi Aku lupa bahwa semua…
  • Berjalan Cepat Ketika Beban Berat by Agribisnis Ketika memikul beban di pundak, manusia akan berjalan lebih cepat. Sekali-kali amatilah orang yang sedang berjalan dengan memikul beban. Apakah mereka berjalan lebih lambat disbanding…

  • 1,202,709
  • 606,553
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI