Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Mencoba Tantangan Baru

Posted on

Kerjakanlah pekerjaan yang Anda kuasai, niscaya engkau akan ahli di bidang itu. Namun, jika Anda mengerjakan hal yang sama terus-menerus tanpa berani menghadapi tantangan yang lebih berat, Anda hanya akan ahli di satu level pekerjaan, alias tidak naik kelas.

Di masa kecil, saya pernah terkagum-kagum dengan “tukang stempel” kantor pos. Anda tahu, di era tahun 1980-an belum ada surat elektronik. Segala informasi antar-keluarga dan sahabat ditulis melalui surat. Setiap pucuk surat harus ditempel perangko. Artinya, sebelum dikirim oleh kantor pos, setiap surat harus distempel oleh tukang stempel.

Alat stempel dibuat seperti palu. Tukang stempel itu memukul meja yang di bawahnya diletakkan amplop surat. Tidak asal pukul tentunya, karena stempel itu harus tepat tercetak di atas perangko. Karena sehari ada ribuan surat, tentunya perlu keahlian tersendiri untuk menjadi tukang stempel.

“Saya sudah puluhan tahun mengerjakan ini setiap hari. Mungkin sampai masa pensiun,” kata tukang stempel saat saya tanya waktu itu.

Ia begitu ahli menjalankan tugas sebagai tukang stempel. Meskipun keahliannya mengagumkan, ia adalah pegawai rendah yang sulit naik jabatan menjadi kepala kantor pos. Mungkin memang ia tak pernah berpikir untuk naik jabatan. Ia nikmati saja keahliannya itu hingga masa pensiun. Jadi, meskipun ahli, tak banyak orang lain yang ingin mengikuti jejak karirnya.

Beberapa tahun lalu saya bertemu seorang teman yang keluar dari pekerjaan sebagai karyawan rumah sakit dan memilih profesi baru sebagai trainer manajemen freelance.

Ia adalah lulusan akademi kesehatan. Bekerja di rumah sakit sebagai petugas foto rontgen. Ketika mulai bekerja beberapa hari, ia berkenalan dengan seniornya yang hampir pensiun. Seniornya itu bilang bahwa ia telah bekerja lebih dari 20 tahun dengan tugas yang hampir sama, seputar dunia foto rontgen. Tentunya ia sangat ahli di bidang itu.

Saya bayangkan, keahlian petugas rontgen itu seperti tukang stempel di kantor pos yang saya kenal puluhan tahun lalu.

Melihat seniornya yang sudah sangat cekatan mengurus kegiatan rontgen, ia kagum, sekaligus berpikir, “Jika dirinya berkarir seperti itu, nasibnya puluhan tahun akan menjadi tukang foto rontgen”. Dari situlah ia berpikir soal masa depannya. Ia harus memilih apakah akan menjadi karyawan rumah sakit bagian foto rontgen, dengan alternatif karir yang sangat sempit, atau mencoba jalur karir lain. Ia mencari potensi lain yang ada di dalam dirinya untuk mengembangkan karir yang lain. Pilihannya adalah sebagai trainer kepemimpinan dan manajemen.

Bagaimana bisa seorang petuga rontgen berubah haluan menjadi trainer? Yang terpikir olehnya waktu itu adalah ia merasa punya kemampuan untuk mengajar. Selama di sekolah dan kuliah, ia suka dengan kegiatan pramuka dan ekstra kurikuler lain sehingga sering diminta untuk menjadi pembicara seminar dan trainer untuk anak-anak muda.

Kemampuan itulah yang ia nilai cukup sebagai bekal untuk menjalankan kegiatan yang lebih sulit dan menantang. Ia bukan lulusan jurusan manajemen, tetapi ia memberanikan diri untuk mencoba tantangan baru. Sejak itulah, ia bersemangat untuk mempelajari segala hal soal dunia training manajemen.

Sering ada pertanyaan, kenapa seorang yang bisa berhasil di sebuah pekerjaan yang berbeda jauh dengan ilmu yang mereka dalami di kampus. Salah satu jawabannya karena mereka yang terjun di dunia yang berbeda dengan ilmunya telah memiliki bekal pola pikir untuk mencoba tantangan baru. Mereka bersedia untuk belajar dan menghadapi ujian pekerjaan.

Pun dalam dunia bisnis. Mereka yang terjun berwirausaha dengan bidang yang sama sekali berbeda dengan pendidikannya juga telah siap mental dengan dunia barunya, yang ia nilai lebih prospektif.

Mencoba pekerjaan yang lebih berat adalah kegiatan yang menantang. Jika anda atlet lari, maka agar kecepatan lari semakin baik, pastinya harus ada latihan keras dan melakukan ujian atau lomba lari sesering mungkin dengan lokasi yang berbeda-beda.

Di berbagai bidang kegiatan, mengatasi soal yang lebih sulit adalah cara untuk naik kelas. Di sekolah, untuk bisa naik kelas harus melewati ujian. Dalam bisnis dan karir, setiap akan naik tingkat perlu melewati ujian berat. Seorang pengusaha yang beromset 1 miliar per bulan akan diuji untuk bisa naik kelas menjadi 2 miliar per bulan. Perlu melewati sejumlah kesulitan, baik tentang pemasaran, SDM, maupun finansial.

Setiap tingkat kesulitan yang kita hadapi pasti sudah berhasil dilewati orang lain. Itulah gunanya usaha untuk terus mencari informasi bagaimana memecahkan setiap tingkat kesulitan.

Jika seorang tukang stempel di kantor pos atau pegawai rontgen di rumah sakit bertahan dengan satu pekerjaan, seperti itulah yang ia kerjakan bertahun-tahun. Mereka ahli yang tidak naik kelas, karena tidak belajar mengatasi masalah yang lebih berat.

Seperti petuah yang pernah saya dengar, “Level kehebatan Anda setara dengan tingkat kesulitan yang Anda hadapi”.***

Post Terkait:

  • Kekuatan Kerjasama Tim Ketika saya sedang mengendarai motor hendak pergi ke supermarket, mata saya menoleh melihat bangunan megah yang sepertinya rumah hunian sedang dibangun. Dalam pikiran saya, hebat…
  • Kalimat Penting Para Pemimpin “Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?” Itulah keluhan yang sering kita dengan…
  • Berjalan Cepat Ketika Beban Berat Ketika memikul beban di pundak, manusia akan berjalan lebih cepat. Sekali-kali amatilah orang yang sedang berjalan dengan memikul beban. Apakah mereka berjalan lebih lambat disbanding…
  • Tiga Jurus Menang Bersaing (Bambang Suharno) Ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi dahsyat tahun 1998, saya sempat bertemu dengan pengusaha nyentrik Bob Sadino. Saya bertanya, bagaimana Om Bob menghadapi krisis. Ia, dengan…
  • Kesibukan yang Produktif Bekerjalah, maka kamu akan kuat. Berpangku tanganlah, maka kamu akan membusuk (Pepatah Moor) Seorang pakar perilaku pernah mengamati cara kerja regu pemadam kebakaran. Hasil pengamatannya…
  • Tujuan Yang Jelas   Salah satu kunci sukses yang disampaikan banyak motivator adalah memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas. Hampir semua orang ingin menjadi warga yang berguna bagi…
  • Beruntung dengan Ilmu Langit     Segala sesuatu di dunia ini terjadi karena keberuntungan “atas izin Tuhan” Jika kita bekerja keras dan berhasil meraih target, kita mengatakan bahwa kita…
  • Ketika Aku Bersyukur     Bambang Suharno   Ketika aku ingin hidup kaya Aku lupa bahwa hidup itu sebuah kekayaan Ketika aku takut memberi Aku lupa bahwa semua…
  • Efek Kupu-Kupu Satu kepakan  kupu-kupu di Brasil dapat menghasilkan angin tornado di Texas. (Edward Norton Lorenz)   Edward Norton Lorenz adalah seorang ahli matematika dan metereologi Amerika…
  • Coba Sekali Lagi!   Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time. Demikian yang dikatakan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Kekuatan Kerjasama Tim by Agribisnis Ketika saya sedang mengendarai motor hendak pergi ke supermarket, mata saya menoleh melihat bangunan megah yang sepertinya rumah hunian sedang dibangun. Dalam pikiran saya, hebat…
  • Kalimat Penting Para Pemimpin by Agribisnis “Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?” Itulah keluhan yang sering kita dengan…
  • Berjalan Cepat Ketika Beban Berat by Agribisnis Ketika memikul beban di pundak, manusia akan berjalan lebih cepat. Sekali-kali amatilah orang yang sedang berjalan dengan memikul beban. Apakah mereka berjalan lebih lambat disbanding…
  • Tiga Jurus Menang Bersaing (Bambang Suharno) by Agribisnis Ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi dahsyat tahun 1998, saya sempat bertemu dengan pengusaha nyentrik Bob Sadino. Saya bertanya, bagaimana Om Bob menghadapi krisis. Ia, dengan…
  • Kesibukan yang Produktif by Agribisnis Bekerjalah, maka kamu akan kuat. Berpangku tanganlah, maka kamu akan membusuk (Pepatah Moor) Seorang pakar perilaku pernah mengamati cara kerja regu pemadam kebakaran. Hasil pengamatannya…

  • 1,202,763
  • 606,607
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI