Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Kesadaran Diri dalam Berdialog

Posted on

Bambang Suharno

 

Sebuah diskusi di stasiun televisi nasional berlangsung seru. Topiknya mengenai kinerja presiden Jokowi. Tiga orang narasumber proJokowi, di seberangnya 3 orang kontra jokowi. Di antara kedua pihak, seorang wanita sebagai host acara yang hampir kewalahan menghentikan perdebatan. Sejak awal kedua belah pihak berseberangan dalam menilai pemerintah. Kadang kedua belah pihak berebutan bicara, yang membuat saya sebagai penonton merasa tidak nyaman melihat tontonan ini. Namun saya tetap tertarik melihat acara ini. Hingga akhir acara, keduanya tetap pada pendirian mereka masing-masing, yaitu “saya pasti yang benar, dan kalian yang berbeda dengan saya adalah pihak yang salah dan bodoh”.

 

Bisa jadi penonton ikut larut dalam posisinya masing-masing, pro Jokowi atau sebaliknya. Pandangan saya, ini adalah tontonan yang dampaknya mempertajam perbedaan. Bukan sebuah dialog sebagaimana disebutkan oleh pemandu di awal acara. Sebagai sebuah tontonan yang bertujuan untuk meningkatkan rating TV, acara ini bisa dibilang sukses, namun dilihat sebagai acara dialog, acara ini gagal membentuk kesadaran para narasumber untuk membuka pikiran mereka. Kedua pihak sudah tertutup terhadap opini yang berseberangan.

 

Saya jadi ingat sebuah sebuah penelitian yang menyebutkan, kebanyakan manusia dalam berdiskusi tidak membuka pikiran, melainkan mencari-cari argumen agar sesuai dengan opini yang sudah terbentuk di benaknya. Padahal, pikiran itu seperti parasut, ia bisa berfungsi dengan baik apabila terbuka. Jika tertutup, maka ketika pikiran itu dipakai, justru dapat mencelakakan diri sendiri.

 

Banyak masalah dalam hidup ini menjadi semakin ruwet karena tidak adanya sikap dialog yang baik.  Orang mengira pendapatnya sendiri sebagai benar, dan pendapat orang lain dianggap pasti salah. Ketika berdiskusi, mereka tidak mau mendengar orang lain sehingga sering menimbulkan salah paham. Ketika pihak lain berbicara, ia tidak menyimak, tapi menyiapkan kalimat untuk menyerang. Akibatnya, banyak masalah tak selesai, sementara masalah baru datang bermunculan.

 

Dialog adalah upaya untuk memahami maksud dan cara berpikir seseorang dengan cara berbicara langsung dengan pihak lain. Ia adalah landasan utama  untuk suksesnya penyelesaian masalah. Konflik antar etnis, antar golongan, antar negara dan berbagai macam masalah lainnya bisa selesai secara tuntas jika diselesaikan dengan dialog yang baik. Namun jika penyelesaiannya dengan kekuatan fisik, maka satu pihak akan bersiap-siap meningkatkan kekuatan dan suatu saat akan berkonflik lagi.

 

Peter Senge di dalam bukunya The Fifth Discipline dan Chade Meng Tan di dalam bukunya Search Inside Yourself sepakat, bahwa dasar terpenting dari dialog adalah Mindfulness.  Menurut Marsha Lucas, Ph.D penulis buku Rewire Your Brain For Love, sebagaimana dikutip beritagar.id, Mindfulness adalah memusatkan perhatian sedemikian rupa, dan menghayati apa yang sedang Anda lakukan, tanpa melakukan penilaian.

 

Banyak kejadian dimana orang melakukan sesuatu tanpa kesadaran diri karena banyaknya masalah yang harus dipikirkan. Bangun pagi karena alarm, bergegas ke kamar mandi. Satu tangan menyikat gigi, tangan lain pegang ponsel. Pikiran pun melayang ke email, padahal tubuh belum sepenuhnya bangun. Selesai bersiap, lantas sarapan, tanpa benar-benar merasakannya. Saat seperti ini ia bisa mencari-cari kacamata atau ponsel yang sebenarnya sedang dipegang sendiri.

 

Sebuah dialog bisa berjalan baik jika pesertanya memiliki sikap mindfulness. Ini membuatnya tetap tenang dan jernih, sehingga bisa menyampaikan maksudnya secara jelas dan sopan. Inilah yang disebut berbicara dengan kesadaran (mindful speaking). Tanpa pola ini, orang akan cenderung berbicara dengan emosi dan menimbulkan kesalahpahaman dari pihak lain. Ini bisa dilihat dari tontonan acara televisi yang saya uraikan di atas. Masing-masing pihak sangat emosional dalam menyampaikan pandangannya, tanpa menyadari apa yang sedang terjadi di dalam dirinya dan apa yang keluar dari mulutnya.

 

Untuk bisa berbicara dengan penuh kesadaran, orang juga harus belajar mendengar dengan kesadaran. Orang perlu menyimak sepenuhnya pembicaraan orang lain, tanpa menghakimi atau melakukan penilaian atau analisis apapun. Inilah yang disebut dengan mindful hearing (kesadaran mendengar). Jika tidak jelas, orang boleh bertanya kepada orang tersebut. Itu pun dilakukan dengan penuh kesadaran.

 

Dasar dari mendengar dan berbicara dengan kesadaran adalah hidup yang berkesadaran (mindful living). Hidup yang berkesadaran berarti hidup yang penuh perhatian pada setiap gejolak di dalam tubuh yang terjadi saat ke saat. Ini berarti memperhatikan semua perasaan, emosi, pikiran dan sensasi panca indera yang muncul di sini dan saat ini.

 

Kesadaran diri bukan hanya penting dalam berdialog namun juga untuk semua kegiatan kita sehari-hari. Penelitian mengungkap, mindfulness secara efektif dapat mengurangi gejala gangguan sakit kronis, depresi, gangguan kecemasan, penyalahgunaan obat, gangggun makan dan gangguan kesehatan lain. ***

Post Terkait:

  • Mesin Cetak Uang Pesta olah raga dunia Olimpiade merupakan kegiatan bergengsi bagi negara manapun yang dipercaya sebagai tuan rumah. Itu sebabnya berbagai negara berlomba-lomba untuk menjadi tuan rumah…
  • Kalimat Penting Para Pemimpin “Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?” Itulah keluhan yang sering kita dengan…
  • Tiga Jurus Menang Bersaing (Bambang Suharno) Ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi dahsyat tahun 1998, saya sempat bertemu dengan pengusaha nyentrik Bob Sadino. Saya bertanya, bagaimana Om Bob menghadapi krisis. Ia, dengan…
  • Beruntung dengan Ilmu Langit     Segala sesuatu di dunia ini terjadi karena keberuntungan “atas izin Tuhan” Jika kita bekerja keras dan berhasil meraih target, kita mengatakan bahwa kita…
  • Ketika Aku Bersyukur     Bambang Suharno   Ketika aku ingin hidup kaya Aku lupa bahwa hidup itu sebuah kekayaan Ketika aku takut memberi Aku lupa bahwa semua…
  • Coba Sekali Lagi!   Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time. Demikian yang dikatakan…
  • Mencoba Tantangan Baru Kerjakanlah pekerjaan yang Anda kuasai, niscaya engkau akan ahli di bidang itu. Namun, jika Anda mengerjakan hal yang sama terus-menerus tanpa berani menghadapi tantangan yang…
  • Kesibukan yang Produktif Bekerjalah, maka kamu akan kuat. Berpangku tanganlah, maka kamu akan membusuk (Pepatah Moor) Seorang pakar perilaku pernah mengamati cara kerja regu pemadam kebakaran. Hasil pengamatannya…
  • Tujuan Yang Jelas   Salah satu kunci sukses yang disampaikan banyak motivator adalah memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas. Hampir semua orang ingin menjadi warga yang berguna bagi…
  • Berjalan Cepat Ketika Beban Berat Ketika memikul beban di pundak, manusia akan berjalan lebih cepat. Sekali-kali amatilah orang yang sedang berjalan dengan memikul beban. Apakah mereka berjalan lebih lambat disbanding…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Mesin Cetak Uang by Agribisnis Pesta olah raga dunia Olimpiade merupakan kegiatan bergengsi bagi negara manapun yang dipercaya sebagai tuan rumah. Itu sebabnya berbagai negara berlomba-lomba untuk menjadi tuan rumah…
  • Kalimat Penting Para Pemimpin by Agribisnis “Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?” Itulah keluhan yang sering kita dengan…
  • Tiga Jurus Menang Bersaing (Bambang Suharno) by Agribisnis Ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi dahsyat tahun 1998, saya sempat bertemu dengan pengusaha nyentrik Bob Sadino. Saya bertanya, bagaimana Om Bob menghadapi krisis. Ia, dengan…
  • Beruntung dengan Ilmu Langit by Agribisnis     Segala sesuatu di dunia ini terjadi karena keberuntungan “atas izin Tuhan” Jika kita bekerja keras dan berhasil meraih target, kita mengatakan bahwa kita…
  • Ketika Aku Bersyukur by Agribisnis     Bambang Suharno   Ketika aku ingin hidup kaya Aku lupa bahwa hidup itu sebuah kekayaan Ketika aku takut memberi Aku lupa bahwa semua…

  • 1,202,709
  • 606,553
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI