Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Berjalan Cepat Ketika Beban Berat

Posted on

Ketika memikul beban di pundak, manusia akan berjalan lebih cepat.

Sekali-kali amatilah orang yang sedang berjalan dengan memikul beban. Apakah mereka berjalan lebih lambat disbanding orang lain yang berjalan tanpa membawa apa-apa? Pada umumnya, mereka yang memikul beban akan bergerak lebih cepat menuju tujuan. Sebaliknya orang yang tidak punya beban, besar kemungkinan akan berjalan dengan santainya, bahkan tak jelas ia mau pergi kemana, karena yang mereka lakukan hanya untuk mengisi waktu.

Demikian pula kita dalam kehidupan sehari-hari. Manakala kita menghadapi masalah-masalah yang berat, besar kemungkinan kita akan bergerak secepatnya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pada mulanya kita bias tertekan (stress) menghadapi beban hidup, namun lama-kelamaan kita terlatih untuk menyelesaikannya.

Apakah jika masalah terlalu berat dapat membuat kita tak mampu bergerak? Ya, sama seperti kita kita memikul beban, jika beban terlampau berat maka kita akan menyerah karena tidak mampu memikul dan membawanya.

Untunglah Tuhan berjanji tidak akan member ujian yang melampaui batas kemampuan umat manusia. Ini artinya apabila kita merasa masalah yang kita hadapi sedemikian berat, itu adalah karena kita belum banyak belajar menyelesaikan masalah kehidupan dengan baik.

Sama saja ketika kita menghadapi ujian sekolah, ada yang lulus dengan nilai bagus, ada yang lulus dengan nilai sedang, ada juga yang tidak lulus. Ini bukan karena soal ujiannya melampaui kemampuan siswa, melainkan siswa itu sendiri yang belum belajar secara optimal sehingga tidak dapat lulus ujian.

Jika Anda termasuk orang yang merasa saat ini beban hidup semakin berat, pikirkanlah bahwa itu adalah hasil dari cara Anda menangkap informasi dengan pikiran yang bernuansa negatif. Coba kalau Anda menangkapnya dengan pikiran positif, yang akan Anda temukan adalah rasa syukur bahwa hidup saat ini lebih mudah dibanding  30 tahun lalu.

Anda pikirkan saja bahwa 30 tahun lalu dunia belum mengenal internet. Biaya telepon mahal, telepon seluler belum ada, apalagi medsos. Mencari alamat demikian sulitnya karena belum ada aplikasi peta online. Untuk mendengarkan lagu bagus harus membeli kaset. Mencari informasi apapun harus membeli buku atau bertanya pada orang yang lebih senior.

 

 

Lantas kenapa banyak orang mengatakan hidup ini semakin sulit? Itu karena ia belum mampu menyesuaikan dengan perubahan dunia yang bergerak semakin cepat. Ingatlah hukum yang dikemukakan Charles Darwin bahwa “species” yang mampu bertahan hidup bukanlah yang paling kuat melainkan yang paling mampu menyesuaikan diri dengan perubahan.

Mari kita lihat perubahan yang sangat cepat akhir-akhir ini, yakni gelombang perubahan dari offline menjadi online di segala lini kehidupan. Saat tulisan ini disusun, diperoleh kabar bahwa delapan gerai toko Ramayana telah ditutup, dan akan disusul dua gerai Matahari di Blok M dan Manggarai, Jakarta Selatan. Sementara itu pasar Glodok yang dulu dikenal sebagai pusat perbelanjaan elektronik yang ramai, belakangan semakin sepi pengunjung karena masyarakat lebih suka berbelanja secara online.

 

Di Eropa sudah 48 ribu kantor bank ditutup Karena terpengaruh budaya online. Masyarakat sudah lelah bermacetria di jalan untuk sekedar ke bank, parkir yang mahal sampai antri di depan kasir. Lebih enak pencet-pencet gadget sambil santai di rumah dan transaksi pun berjalan mulus.

 

Beberapa took buku juga semakin sepi pembeli karena sebagian pembaca memilih mencari informasi melalui gadget. Beberapa penerbit buku mengeluh karena buku resep masakan dan kamus yang selama ini menjadi andalan mereka, kini semakin kurang laku. Penerbit harus memutar otak mencari ide buku baru yang lebih laku.

 

Sudah bias kita bayangkan situasi beberapa tahun mendatang, dimana Indonesia diprediksi akan masuk dalam5 negara pengguna handphone terbanyak di dunia.

 

Apakah perubahan ini merupakan masalah baru bagi dunia usaha?  Apakah ini pertanda beban hidup akan semakin berat?

 

Perubahan besar ini bias saja mengakibatkan pengangguran semakin banyak. Namun pada saat yang bersamaan peluang baru juga semakin banyak.

 

Jadi tidak perlu khawatir. Perubahan tidak perlu dilawan, justru harus disyukuri karena yang terjadi sekarang ini adalah perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih mudah, bukan perubahan karena perang atau bencana alam.

 

Kalau ini terasa menjadi beban,maka segeralah bergerak melakukan penyesuaian. Mau tidak mau, Anda akan dituntut bergerak cepat untuk mengatur strategi dan menyesuaikan diri dengan perubahan.***

Post Terkait:

  • Tujuan Yang Jelas   Salah satu kunci sukses yang disampaikan banyak motivator adalah memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas. Hampir semua orang ingin menjadi warga yang berguna bagi…
  • Kesibukan yang Produktif Bekerjalah, maka kamu akan kuat. Berpangku tanganlah, maka kamu akan membusuk (Pepatah Moor) Seorang pakar perilaku pernah mengamati cara kerja regu pemadam kebakaran. Hasil pengamatannya…
  • Kesadaran Diri dalam Berdialog Bambang Suharno   Sebuah diskusi di stasiun televisi nasional berlangsung seru. Topiknya mengenai kinerja presiden Jokowi. Tiga orang narasumber proJokowi, di seberangnya 3 orang kontra…
  • Selamat Jalan Sang Kreator ! (Mengenang Rudi E Alamsyah) Sore itu, Minggu 12 November 2017,  sepanjang jalan dari RSUD Bekasi menuju Pasar Minggu Jakarta Selatan diguyur hujan rintik. Seperti biasanya, lalu lintas menjadi tersendat.…
  • Coba Sekali Lagi!   Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time. Demikian yang dikatakan…
  • Beruntung dengan Ilmu Langit     Segala sesuatu di dunia ini terjadi karena keberuntungan “atas izin Tuhan” Jika kita bekerja keras dan berhasil meraih target, kita mengatakan bahwa kita…
  • Efek Kupu-Kupu Satu kepakan  kupu-kupu di Brasil dapat menghasilkan angin tornado di Texas. (Edward Norton Lorenz)   Edward Norton Lorenz adalah seorang ahli matematika dan metereologi Amerika…
  • Kalimat Penting Para Pemimpin “Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?” Itulah keluhan yang sering kita dengan…
  • Ketika Aku Bersyukur     Bambang Suharno   Ketika aku ingin hidup kaya Aku lupa bahwa hidup itu sebuah kekayaan Ketika aku takut memberi Aku lupa bahwa semua…
  • Memecahkan Kebuntuan Ketika menghadapi masalah terasa sangat rumit, pikiran terasa buntu. Sepertinya tak ada jalan keluar. Cobalah untuk berpikir secara lateral Dahulu kala, seorang saudagar di kota…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Tujuan Yang Jelas by Agribisnis   Salah satu kunci sukses yang disampaikan banyak motivator adalah memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas. Hampir semua orang ingin menjadi warga yang berguna bagi…
  • Kesibukan yang Produktif by Agribisnis Bekerjalah, maka kamu akan kuat. Berpangku tanganlah, maka kamu akan membusuk (Pepatah Moor) Seorang pakar perilaku pernah mengamati cara kerja regu pemadam kebakaran. Hasil pengamatannya…
  • Kesadaran Diri dalam Berdialog by Agribisnis Bambang Suharno   Sebuah diskusi di stasiun televisi nasional berlangsung seru. Topiknya mengenai kinerja presiden Jokowi. Tiga orang narasumber proJokowi, di seberangnya 3 orang kontra…
  • Selamat Jalan Sang Kreator ! (Mengenang Rudi E Alamsyah) by Agribisnis Sore itu, Minggu 12 November 2017,  sepanjang jalan dari RSUD Bekasi menuju Pasar Minggu Jakarta Selatan diguyur hujan rintik. Seperti biasanya, lalu lintas menjadi tersendat.…
  • Coba Sekali Lagi! by Agribisnis   Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time. Demikian yang dikatakan…

  • 1,202,709
  • 606,553
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI