Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

KJA Buatan Indonesia, Go Internasional!

Posted on

Ada ada yang lebih bagus dari KJA buatan anak negeri? Yang lebih mahal banyak.

Melanjutkan peluncuran produk keramba jaring apung (KJA) offshore di ‘Offshore Mariculture Conference Asia 2018’ di Singapura, kini KJA asli buatan anak negeri meluncurkan produknya di ‘The 5th China International Aquatic Products Expo 2018’ (atau Aquatic Expo) di Zhanjiang pada tanggal 18-20 Juni 2018.

Pameran berskala internasional ini diprakarsai oleh kota Zhanjiang serta asosiasi-asosiasi perikanan China maupun Internasional, bertemakan “Better Aquatic Products, Better Life”, dan merupakan pameran perikanan terbesar ke-4 di dunia dan terbesar ke-2 di China. Aquatic Expo diadakan di Zhanjiang International Convention & Exhibition Center dan dihadiri oleh exhibitor dan peserta dari 20 negara Uni Eropa, ASEAN, Afrika, dan Amerika Serikat.

Aquatic Expo menampilkan produk seluruh rantai industri perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya, mulai dari bibit hingga produk jadi, sarana produksi hingga pengolahan, serta produk pendukung terkait.

Di antara produk-produk yang menawarkan sarana produksi dengan teknologi tinggi, perusahaan KJA dari Indonesia menjadi pusat perhatian dengan memamerkan KJA offshore submersible.

General Manager dari PT. Gani Arta Dwitunggal yang juga perusahaan produsen sarana kelautan perikanan, Andi Jayaprawira, mengatakan, China merupakan produsen ikan budidaya terbesar di dunia yang mencakup 53% produksi global, disusul oleh ASEAN yang mencakup 12% produksi global.

Sayangnya, kata Andi, China bagian selatan, juga Vietnam dan Filipina, sering dilanda oleh badai Taifun sehingga membatasi produksi ikan budidaya laut. Pembudidaya ikan membutuhkan KJA offshore yang bisa bertahan menghadapi badai Taifun.

Saat ini, satu-satunya KJA offshore yang bisa bertahan di badai Taifun adalah KJA offshore submersible, yaitu KJA offshore yang bisa ditenggelamkan ke dalam air ketika badai Taifun akan datang dan diapungkan kembali ke permukaan air setelah badai Taifun reda.

Melihat tantangan tersebut, Andi selaku anak bangsa Indonesia berhasil membuat dan menawarkan untuk marikultur dunia solusi berupa KJA offshore submersible yang mudah dan cepat dioperasikan, juga ekonomis.

Andi Jayaprawira Sunadim

KJA asli buatan Indonesia tersebut telah terbukti kualitasnya dan berhasil memasang KJA offshore submersible di Lingshui, provinsi Hainan, China pada bulan Juni 2017 dan April 2018 yang mampu bertahan menghadapi badai Taifun setinggi 9 meter. Lingshui merupakan sentra perikanan China selatan yang sering dilanda badai Taifun.

Menuju Aquatec.co.id. Saat ini, terdaftar 4.000 keramba lokal di Hainan, akan tetapi semuanya berhenti beroperasi saat musim badai Taifun. Dengan memakai KJA offshore submersible buatan Indonesia, pembudidaya kini dapat beroperasi sepanjang tahun tanpa khawatir akan badai Taifun.

Menindaklanjuti keberhasilan tersebut, Andi yang merupakan boss PT Gani Arta Dwitunggal produsen KJA, meluncurkan produknya di Aquatic Expo dan mendapat perhatian dari pengusaha dan asosiasi setempat.

“Jika dibandingkan dengan produk dari Eropa dan Amerika Serikat yang membutuhkan jutaan dolar, KJA offshore submersible buatan kita sangat murah. Itulah mengapa produk kita sangat diminati di sini,” pungkas Andi.

Selain KJA offshore submersible, Andi juga menawarkan KJA offshore non-submersible untuk laut yang tidak ber-Taifun.

“KJA offshore kita dengan diameter 25 meter memiliki spesifikasi yang jauh lebih tinggi dibanding Norwegia. Jikalau KJA offshore Norwegia hanya memakai pipa HDPE OD 315 mm dengan ketebalan 18,5 mm, KJA offshore kita sudah memakai pipa HDPE OD 355 mm dengan ketebalan 21 mm,” tutur Andi.

Selain itu, tambah Andi, teknologi KJA offshore buatan Indonesia juga memakai butt fusion extra dengan ketebalan sambungan dua kali lipat ketebalan pipa, dan ruang dalam pipa dibagi-bagi menjadi kompartemen-kompartemen terpisah untuk meminimalisir resiko.

Selain mampu bertahan di ombak setinggi 5 meter, net KJA offshore buatan Indonesia juga berbahan Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) yang setara dengan kawat baja. Dengan demikian, ketahanan KJA offshore buatan Indonesia jauh melebihi KJA offshore Norwegia.

Bersama dengan PT Jababeka Tbk dan Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) yang juga hadir di pameran tersebut sebagai delegasi resmi dari Indonesia, produk Indonesia kini bergaung di pasar internasional. (Adit)

KJA offshore submersible (dalam keadaan tenggelam)

Post Terkait:

  • Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung (KJA) Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung. Di era serba modern seperti saat ini, budidaya ikan tidak lagi membutuhkan tempat yang luas untuk dijadikan kolam pememeliharaan.…
  • Peran KJA Offshore Untuk Budidaya Laut Lepas Indonesia dengan panjang garis pantai 95.000 km dan luas lautan 7,9 juta km2 memiliki potensi budidaya ikan laut yang sangat besar. Diperlukan keramba jaring apung…
  • Teknologi Jaring UHMWPE Sekuat Baja Jaring UHMWPE Aquatec Budidaya ikan bebas predator dengan jaring UHMWPE tanpa simpul Budidaya ikan atau akuakultur adalah industri yang berkembang dengan cepat di Indonesia. Hingga…
  • Panen di Pangandaran, Aquatec dan UNPAD Bersinergi Setelah sempat terdengar kabar rusaknya KJA asal Norwegia di Pangandaran yang membuat pesimis pelaku usaha budidaya laut, kini harapan kembali bangkit untuk budidaya marikultur Indonesia…
  • Penerapan Keramba Jaring Apung dalam Budidaya Salah satu teknik budidaya dalam akuakultur yang berkembang saat ini adalah Keramba Jaring Apung (KJA). Tidak hanya budidaya ikan, KJA juga dapat diterapkan pada budidaya…
  • Screw Press, Solusi Murah Cetak Pelet Ikan Apung Mahalnya harga pelet ikan apung sudah bukan hal asing. Berbagai upaya menyediakan bahan baku di sekitar lahan budidaya pun ramai dilakukan. Namun, pembudidaya menginginkan pakan…
  • Kincir Modern di Tambak Udang Tradisional Lampung Timur Sebagai penyuplai oksigen di dalam perairan tambak, kincir memiliki peranan penting dalam urusan ketersediaan oksigen dan menjaga kualitas air dalam tambak udang. Menurut Direktur Manager…
  • Budidaya Krustasea, Lebih produktif dengan Apartemen Sektor perikanan budidaya merupakan andalan sector perikanan nasional. Hal ini mengingat, produksi akuakultur terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, di tahun 2014,…
  • Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau Ragam Peralatan dalam Pembenihan Kepiting Bakau: Sebuah Petualangan yang Menginspirasi. Dalam perjalanan hidup ini, saya telah diberi kesempatan untuk terlibat dalam dunia pembenihan kepiting bakau.…
  • Mengenal Ragam Alas Kolam dan Tambak Dalam pembuatan kolam atau tambak, pembudidaya ikan dan udang dihadapkan pada beberapa pilihan dalam menentukan alas dasar dan dinding kolam. Sebut saja geomembran, terpal, semen,…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung (KJA) by Agribisnis Mengenal Ragam Jenis Keramba Jaring Apung. Di era serba modern seperti saat ini, budidaya ikan tidak lagi membutuhkan tempat yang luas untuk dijadikan kolam pememeliharaan.…
  • Peran KJA Offshore Untuk Budidaya Laut Lepas by Agribisnis Indonesia dengan panjang garis pantai 95.000 km dan luas lautan 7,9 juta km2 memiliki potensi budidaya ikan laut yang sangat besar. Diperlukan keramba jaring apung…
  • Teknologi Jaring UHMWPE Sekuat Baja by Agribisnis Jaring UHMWPE Aquatec Budidaya ikan bebas predator dengan jaring UHMWPE tanpa simpul Budidaya ikan atau akuakultur adalah industri yang berkembang dengan cepat di Indonesia. Hingga…
  • Panen di Pangandaran, Aquatec dan UNPAD Bersinergi by Agribisnis Setelah sempat terdengar kabar rusaknya KJA asal Norwegia di Pangandaran yang membuat pesimis pelaku usaha budidaya laut, kini harapan kembali bangkit untuk budidaya marikultur Indonesia…
  • Penerapan Keramba Jaring Apung dalam Budidaya by Agribisnis Salah satu teknik budidaya dalam akuakultur yang berkembang saat ini adalah Keramba Jaring Apung (KJA). Tidak hanya budidaya ikan, KJA juga dapat diterapkan pada budidaya…

  • 1,202,827
  • 606,671
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI