Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Atur Asupan Nutrisi untuk Si ‘Dua Sahabat’

Posted on
Irwan Dwi Susatyo (Sumber: Resti)

Ikan nila dan mas termasuk komoditas perikanan dengan tingat permintaan pasar yang tinggi. Dalam kegiatan budidaya, dua jenis ikan ini kerap dipelihara berbarengan karena saling melengkapi. Sehingga, dalam pola pemberian pakan pun, kedua ikan ini kerap disandingkan.

Dengan semakin meningkatnya populasi dunia, kebutuhan terhadap pangan pun semakin meningkat. Salah satunya adalah kebutuhan dunia terhadap protein hewani yang berasal dari ikan konsumsi.

Lebih jauh, peranan ikan sebagai pemasok protein hewani agar tercukupi menunjang kesehatan manusia. Pasalnya, seseorang yang mengalami defisiensi protein akan mengalami penurunan fungsi otak dan menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

Beberapa sumber protein hewani dari ikan dapat dipenuhi dari jenis ikan nila dan ikan mas. Mengingat tingginya permintaan terhadap dua jenis ikan air tawar tersebut, sektor budidaya pun semakin bergairah.

Berdasarkan tinjauan ekonomis, harga ikan mas terbilang tinggi. Apalagi jika terjadi kelangkaan pasokan, seperti terjadinya fluktuasi karena perubahan musim. Sama halnya, ikan nila, terutama jenis nila merah, akhir-akhir ini mengalami lonjakan.

Dalam aspek budidaya, ibaratnya dua sahabat, ikan mas dan nila sering dibudidayakan secara bersamaan, terutama pada media keramba jaring apung (KJA). Pada bagian atas dipelihara ikan mas, sementara ikan nila berada jaring bagian bawah.

Hal ini beralasan karena ikan nila diketahui sebagai pemakan detritus dan plankton. Di samping itu, ikan ini juga memakan sisa pakan mas dari jaring bagian atasnya. Dengan metode demikian, jumlah pakan yang tidak termanfaatkan dapat ditekan.

Contoh feeding program untuk pakan terapung (PT Matahari Sakti)

Tingkatkan efisiensi pakan pada ikan mas dan nila

Berdasarkan hasil wawancara dengan Irwan Dwi Susatyo, yang menjabat sebagai Laboratory  & Fish Technical Support PT Matahari Sakti, pengaturan pola pemberian pakan dapat dilakukan dengan feeding program atau progam pemberian pakan.

Caranya seperti yang tertera pada kemasan masing-masing produk pakan ikan yang sudah menyertakan feeding rate. Penjelasan ini dapat dijadikan acuan ketika memberi pakan. “Dari takaran tersebut, dapat diterapkan pemotongan 10 – 20% pada setiap kali pemberian pakan,” papar Irwan.

Alternatifnya, masih menurut Irwan, dapat juga dilakukan dengan takaran yang sudah dihitung pakan yang diberikan secara ad-libitum. Hanya saja, metode ini memerlukan waktu sedikit lebih lama karena proses pengamatan terhadap aktivitas ikan selama menyantap pakan dan kondisi pakan di permukaan perairan (habis atau sisa).

Pellet tenggelam atau terapung?

Menurut Irwan, pada dasarnya, pakan pellet baik jenis tenggelam maupun terapung dapat digunakan untuk kedua jenis ikan tersebut. Akan tetapi, para pembudidaya dua ikan tersebut lebih banyak menggunakan pakan jenis tenggelam dalam praktiknya.

Hal ini karena berkaitan dengan beberapa pertimbangan. Pertama, pakan pellet terapung rentan terbawa arus/gerakan air, baik akibat tiupan angin maupun karena aliran. Sehingga, pakan akan terbawa keluar dari KJA sehingga penggunaannya lebih boros. Di samping itu, pakan jenis tenggelam juga harganya lebih murah sehingga penggunaannya dapat mengurangi biaya.

Akan tetapi, penggunaan pellet tenggelam bukan berarti tanpa kelemahan. Dalam aplikasinya di KJA, pellet yang ditebarkan tidak semua disantap ikan budidaya. Ada sebagian pakan yang belum sempat termakan dan langsung bergerak ke dasar perairan.

Hal ini tentu saja dapat mengurangi efisiensi pakan karena pakan tersebut akan menjadi endapan di dasar perairan. Untuk mengurangi jumlah pakan yang langsung tenggelam tersebut, para pembudidaya menerapkan KJA berlapis di bagian bawah petak yang utama.

Biasanya, mereka memelihara ikan nila pada lapisan bawah, sementara KJA tingkat atas diisi ikan mas. Sehingga, pakan yang tak termanfaatkan di KJA lapis atas akan disantap oleh nila yang mengisi KJA lapisan di bawahnya.

Kandungan nutrisi pellet

Pakan buatan berupa pellet diracik berdasarkan peruntukannya. Artinya, kandungan nutrisi yang ada di dalamnya disesuaikan dengan karakteristik ikan yang dibidik. Sebagai contoh, pakan yang diproduksi untuk ikan pada awal-awal pertumbuhan mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan pakan untuk ikan dewasa.

Di samping itu, pellet untuk ikan herbivora (pemakan tumbuhan) berbeda kandungan nutrisinya dengan ikan yang bersifat karnivora (pemakan bahan hewani), omnivora (pemakan segala), dan lain sebagainya.

Terkait ikan nila dan mas, Irwan mengungkapkan, ikan nila dipandang lebih bersifat omnivora, sementara itu ikan mas lebih bersifat herbivora. “Dengan demikian, kebutuhan protein pakan ikan nila lebih tinggi daripada ikan mas,” ungkapnya. Selain protein juga membutuhkan lemak, mineral dan vitamin guna menyempurnakan komposisi pakan dalam mendukung perkembangan ikan nila dan mas.

Pentingnya suplemen pakan nila dan mas

Selain pakan, keberadaan suplemen sangat penting untuk menunjang pertumbuhan, baik ikan nila maupun ikan mas. Beberapa jenis suplemen yang penting adalah vitamin C. Suplemen ini bersifat immunostimulant.

Fungsinya untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. Di samping itu, beberapa suplemen yang bersifat imunostmulant lainnya yaitu β-glucan dan mineral. Penting diketahui, bahwa suplemen tidak harus berasal dari produk pabrik/ komersial.

Akan tetapi, pembudidaya dapat memanfaatkan herbal sebagai suplemen untuk ikan. lebih lanjut, Irwan memaparkan, bahan alami seperti bawang putih, kunyit dan temulawak merupakan beberapa dari sekian herbal yang dapat dimanfaatkan untuk suplemen pakan.

Bahan-bahan tersebut disamping sebagai bahan antibakteri alami juga bersifat bersifat sebagai antibiotika alami juga berfungsi sebagai atraktan dan imunostimulant. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian perikanan yang dilakukan salah satu universitas di Mesir, penggunaan bawang putih dalam campuran pakan dapat meningkatkan budidaya ikan nila.

Salah satunya adalah penambahan rasio berat badan, penigkatan perilaku hewan ke arah yang lebih baik. Lebih jauh lagi, allicin, kandungan senyawa dalam bawang putih terbukti sebagai zat anti-virus, anti-bakteri, anti-jamur, dan anti-protozoa, aktivitas yang sangat menguntungkan budidaya perikanan. Bawang putih pun kaya akan kandungan kalsium (Ca), karbohidrat, fosfor (P), zinc (Zn), dan zat besi (Fe), sejumlah mineral yang diperlukan di dalam tubuh ikan. (noerhidajat)

Post Terkait:

  • Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan. Pakan berkualitas memiliki tingkat palatabilitas yang tinggi. Secara cepat, ikan merespon pakan yang merangsang penciumannya akibat mekanisme kemoreseptor. Senyawanya…
  • Budidaya Alga, Untuk Tingkatkan Nutrisi Pakan Ikan Mikroalga, alga mikroskopis kaya nutrisi untuk kegiatan budidaya perikanan Mikroalga, di samping kehadirannya menjadi ancaman bagi kegiatan akuakultur, beberapa jenis di antaranya justru menjadi berkah…
  • Efisiensi dan Kinerja Pakan Fungsional Pakan, bagi sebagian besar pembudidaya ikan ditujukan untuk membesarkan ikan. Tak heran jika formulasi pakan awalnya berkembang untuk tujuan ini. Seiring semakin dalamnya pemahaman ahli…
  • Atur Jadwal Agar Panen Awal Sekilas, masalah pemberian pakan tampak sepele. Namun jangan salah, faktor pakan yang menyedot 60—80% biaya produksi ini menjadi faktor utama kesuksesan usaha budidaya. Tak hanya…
  • PRINSIP PEMBERIAN PAKAN SAPI PEDAGING   Ternak sapi pedaging (Sumber: Istimewa) Dalam penggemukan sapi, pakan yang diberikan harus memenuhi jumlah tertentu dengan kandungan energi dan protein yang cukup, sehingga menghasilkan…
  • Menteri Susi Tagih Janji Pengusaha Pakan Ikan (Info… Sektor perikanan budidaya air tawar menempati peran strategis dalam program ketahanan pangan dan gizi nasional. Pasalnya, dari total produksi ikan budidaya, 60% di antaranya merupakan…
  • Maggot, Pakan Alternatif Ikan Berprotein Tinggi Biasa hidup di tempat-tempat kotor, bau, dan menjijikan, maggot atau belatung ternyata memiliki manfaat luar biasa sebagai pakan ternak. Kandungan proteinnya berkisar 40%! Selain mengetahui…
  • Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng. Untuk memperbaiki kondisi lingkungan di tambak udang, para petambak bisa mempraktikan cara pembuatan Probiotik. Probiotik adalah mikroba…
  • Aplikasi Serbuk Arang Aktif dalam Pakan Budidaya Tak hanya berperan dalam filter air budidaya, penggunaan arang aktif dalam pakan meningkatkan kesehatan ikan dan udang. Sudah terbukti. Pemanfaatan arang telah dikenal sejak jaman…
  • KERAKAS SAWIT SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA KECIL Kerakas sawit yang sudah di parut. (Dok. pribadi)Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar dunia mempunyai luasan kebun sawit yang sangat besar. Dengan luasan kebun sawit,…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan by Agribisnis Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan. Pakan berkualitas memiliki tingkat palatabilitas yang tinggi. Secara cepat, ikan merespon pakan yang merangsang penciumannya akibat mekanisme kemoreseptor. Senyawanya…
  • Budidaya Alga, Untuk Tingkatkan Nutrisi Pakan Ikan by Agribisnis Mikroalga, alga mikroskopis kaya nutrisi untuk kegiatan budidaya perikanan Mikroalga, di samping kehadirannya menjadi ancaman bagi kegiatan akuakultur, beberapa jenis di antaranya justru menjadi berkah…
  • Efisiensi dan Kinerja Pakan Fungsional by Agribisnis Pakan, bagi sebagian besar pembudidaya ikan ditujukan untuk membesarkan ikan. Tak heran jika formulasi pakan awalnya berkembang untuk tujuan ini. Seiring semakin dalamnya pemahaman ahli…
  • Atur Jadwal Agar Panen Awal by Agribisnis Sekilas, masalah pemberian pakan tampak sepele. Namun jangan salah, faktor pakan yang menyedot 60—80% biaya produksi ini menjadi faktor utama kesuksesan usaha budidaya. Tak hanya…
  • PRINSIP PEMBERIAN PAKAN SAPI PEDAGING by Agribisnis   Ternak sapi pedaging (Sumber: Istimewa) Dalam penggemukan sapi, pakan yang diberikan harus memenuhi jumlah tertentu dengan kandungan energi dan protein yang cukup, sehingga menghasilkan…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI