Cara Pembuatan Probiotik

Oleh: Muhammad
Fiqi Zulendra, S.S.T.Pi

Untuk memperbaiki kondisi lingkungan di tambak udang, para petambak bisa
mempraktikan cara pembuatan Probiotik

Probiotik adalah
mikroba yang diberikan melalui makanan maupun lingkungan yang memiliki sifat
menguntungkan bagi udang yang dipelihara. Probiotik dapat diberikan melalui
mulut dengan cara dicampurkan dengan pakan yang akan diberikan dan dapat juga
diberikan melalui lingkungan yaitu probiotik ditebar secara merata pada air
kolam pemeliharaan.

Probiotik
yang digunakan adalah jenis bakteri Lactobacillus
casei
yang berfungsi menguraikan bahan organik dan menurunkan gas toksik
dalam tambak. Jenis bakteri tersebut sangat mudah untuk didapatkan. Bakteri Lactobacillus casei dapat ditemukan pada
produk susu fermentasi. Harganya pun masih terjangkau bagi para pembudidaya
udang di tambak.  

Bakteri Lactobacillus casei difermentasi selama 3-4 hari dalam kondisi tertutup rapat dengan aerasi. Fermentasi tersebut ditambahkan dengan molase. Pemberian molase berfungsi sebagai makanan bakteri. Alat yang digunakan untuk membuat probiotik adalah aerator, selang aerator, batu aerator, timbangan dan ember. Sementara itu, bahan yang digunakan untuk membuat probitoik adalah bakteri Lactobacillus casei, molase, pernipan (ragi roti), garam, tepung ikan, dedak dan air tawar yang sudah dimasak. 

Baca Juga:   Pakan Fungsional dalam Akuakultur

Cara pembuatan
probiotik adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan
    peralatan dan bahan yang akan digunakan
  2. Pasangkan
    batu aerator pada selang aerator
  3. Pasangkan
    selang aerator yang sudah dilengkapi batu aerator pada aerator yang akan
    digunakan
  4. Bolongkan
    tutup ember untuk memasukan selang aerator ke dalam ember yang akan digunakan
  5. Timbang masing-masing bahan yang akan
    digunakan

Air Tawar                             :        10 Liter

Tepung ikan                         :        500 gr

Tepung dedak                       :        500 gr

Bakteri Lactobacillus casei      :        195 ml

Molase                                 :        250 gr

Garam                                 :        250 gr

Pernipan (ragi roti)               :        11
gr

  • Rebus air tawar sampai mendidih kemudian didinginkan. Perebusan bertujuan untuk membunuh bakteri yang terdapat dalam air.
  • Masukkan air yang telah direbus kedalam wadah/ember yang akan digunakan
  • Masukkan tepung ikan dan dedak, aduk sampai melarut.  
  • Masukkan garam dan aduk sampai melarut.
  • Masukkan pernipan (ragi roti) dan molase, serta bakteri Lactobacillus casei dan aduk sampai melarut
  • Aduk sampai melarut
  • Pasang aerasi pada ember yang digunakan
  • Tunggu 3-4 hari, biasanya populasi bakteri akan tumbuh dengan pesat dan bakteri probiotiknya sudah siap untuk diaplikasikan ke tambak pemeliharaan.

Baca Juga:   Protein Hidrolisat dan Taurin, Bahan Alternatif untuk Peningkatan Produksi

Jika tepung ikan dan dedak susah untuk ditemukan, pembuatan probiotik juga dapat dilakukan dengan cara mencampurkan bahan air yang sudah direbus dengan bakteri Lactobacillus casei, molase, pernipan (ragi roti). Aduk sampai semuanya melarut dan pasang aerasi. Biarkan selama 3-4 hari.

Setelah itu, probiotik hasil fermentasi ditebar secara merata ke seluruh tambak dengan tetap menghidupkan kincir/blower agar selama penebaran probiotik terjadi juga produksi hydrogen preoksida untuk melawan vibrio. Pengaplikasian probiotik dapat juga dilakukan dengan cara mencampurkan pakan dengan probiotik yang bertujuan agar pakan udang yang telah dicampur dapat membantu proses pencernaan dan sebagai imunostimulant udang.

Probiotik ini dapat berfungsi
untuk meningkatkan kualitas air yang merupakan habitat udang. Air yang berkualitas
baik, akan membuat udang lebih sehat dan sulit terkena serangan penyakit yang
biasa menyerang pada udang.  Selain bisa
untuk memperbaiki kualitas air, probiotik juga bermanfaat untuk membantu
percepatan pertumbuhan udang dan meningkatkan produktivitas udang serta
berfungsi menghambat munculnya bakteri patogen yang biasa tumbuh di dalam air.*

Baca Juga:   Budidaya Daphnia, Pemasok Protein Pakan Larva

*Penulis adalah Instruktur Pertama Budidaya Perikanan Balai Pelatihan dan Penyuluhan
Perikanan (BPPP) Bitung.

Similar Posts:

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.