Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Maggot, Pakan Alternatif Ikan Berprotein Tinggi

Posted on

Biasa hidup di tempat-tempat kotor, bau, dan menjijikan, maggot atau belatung ternyata memiliki manfaat luar biasa sebagai pakan ternak. Kandungan proteinnya berkisar 40%!

AK13 Pakan 2 1Selain mengetahui seluk-beluk bibit ikan yang bagus, beternak ikan juga harus memahami kondisi fisik air kolam pemeliharaan. Begitu pula dengan kejelian dalam memilih pakan, sangat menunjang keberhasilan budidaya ikan.

Pakan berfungsi sebagai sumber energi dan materi kehidupan dalam budidaya ikan. Oleh karena itu, pakan berpengaruh penting terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan.

Selama ini, hampir sebagian besar peternak ikan masih mengandalkan pelet sebagai pakan ikan. Selain mudah diperoleh dan awet, proses pembuatannya pun relatif mudah. Oleh karena itu, peternak bisa memproduksinya sendiri. Sayang, pelet berbahan pengawet dan mengakibatkan rusaknya lingkungan perairan. Pelet yang tidak termakan oleh ikan pun akan meninggalkan limbah sehingga air menjadi keruh dan kotor. Untuk itu, diperlukan alternatif pakan ikan alami.

Salah satu pakan alami yang digunakan adalah maggot. Inilah yang mendorong Hartoyo dan Purnama Sukardi, peneliti dari Pusat Ahli Teknologi dan Kemitraan (Pattra) Lembaga Penelitian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, meneliti pakan alternatif untuk ikan peliharaan. Kedua peneliti tersebut ingin mencari pakan ikan alami yang ramah lingkungan.

Memproduksi pakan ikan alami memang tak mudah. Persoalannya terletak pada sarana dan prasarana yang tergolong cukup mahal untuk ukuran ekonomi masyarakat pedesaan secara umum. Selain itu, diperlukan keahlian khusus dalam pengoperasiannya.

Pakan sebagai makanan ikan yang baik harus mengandung nilai gizi tinggi dan seimbang. Gizi utama dalam pakan ikan setidaknya mengandung unsur protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air. Meskipun begitu, kebutuhan nutrisi ikan berubah-ubah karena dipengaruhi berbagai faktor, misalnya jenis, ukuran, dan aktivitas ikan serta macam pakan. Faktor lingkungan tempat ikan hidup pun berpengaruh, misalnya suhu air dan kadar oksigen terlarut dalam kolam.

Jumlah pakan harian yang dibutuhkan ikan terkait erat dengan bobot dan umurnya. Namun, persentase jumlahnya semakin berkurang dengan bertambahnya ukuran dan umur ikan. Rata-rata jumlah pakan harian yang dibutuhkan seekor ikan adalah 3—5% dari bobot total tubuhnya. Ikan berukuran kecil dan berumur muda membutuhkan jumlah pakan lebih banyak daripada ikan dewasa berukuran besar. Kebutuhan nutrisi ikan kecil juga lebih tinggi. Terlebih pada kebutuhan unsur proteinnya. Sebagai contoh, kebutuhan pakan harian ikan berbobot 250 gram sebanyak 1,7—5,8% dari biomassanya. Sementara kebutuhan pakan harian ikan berbobot 600 gram hanya 1,3—3% dari biomassanya.

Protein berfungsi membentuk dan memperbaiki jaringan dan organ tubuh yang rusak. Pada kondisi tertentu, protein digunakan sebagai sumber energi pada proses metabolisme. Oleh karena itu, kadar protein pakan yang rendah akan menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lambat. Daya tahan ikan juga menurun sehingga ikan akan mudah terserang penyakit.

Peluang maggot dan budidayanya

Dibandingkan pakan ikan buatan yang hanya mengandung protein sebesar 30—35%, kandungan protein pada maggot jauh lebih tinggi. Inilah yang menjadi pusat perhatian para pembudidaya untuk menjadikan maggot sebagai pakan alternatif berprotein tingi untuk ikan.

Maggot berpeluang cukup besar untuk dijadikan sebagai pakan alternatif berprotein tinggi bagi ikan, misalnya lele. Menurut pengalaman para pembudidaya, maggot sabagai pakan alternatif bagi lele memperlihatkan dampak positif dan memuaskan. Pasalnya, lele yang diberi pakan alternatif maggot mampu tumbuh dengan cepat dan menekan FCR (Feed Convertion Ratio) hingga 0,26%. Artinya, hasil yang dicapai lebih maksimal dan biaya lebih rendah.

Sejatinya, maggot adalah larva dari lalat Hermetia illucens atau black soldier yang bermetamorfosis menjadi belatung dan menjadi black soldier muda. Proses metamorfosis yang dilakukan larva lalat ini tidak begitu lama, sekitar 14 hari atau dua minggu.

Maggot berasal dari telur lalat yang mengalami metamorfosis pada fase kedua setelah fase telur, sebelum fase pupa yang kemudian berubah menjadi lalat dewasa. Larva itu hidup pada daging yang membusuk, terkadang juga pada luka hewan yang masih hidup dan manusia.

Hasil penelitian Hartoyo dan Purnama Sukardi menunjukkan bahwa maggot bisa dikembangbiakkan pada media tertentu, salah satunya limbah tahu. Dengan menambahkan ikan asin, ampas tahu cukup efektif menjadi media pembiakan maggot. Ikan asin berfungsi sebagai penarik lalat agar bertelur di media tersebut.

AK13 Pakan 2 2

Foto2. Black soldier flies atau lalat tentara  (Sumber foto: ecofattoriaterradimezzo.wordpress.com)

AK13 Pakan 2 3

Foto3. Maggot hasil budidaya (Sumber foto: pakanalternatiflele.wordpress.com)

Dalam prosesnya, penambahan ikan asin tidak boleh melebihi separuh atau 50% dari berat ampas tahu. Pembiakan paling efektif terjadi jika komposisi ikan asin 20% dari berat ampas tahu. Jika ampas tahu tidak ditambah dengan ikan asin atau jumlah ikan asin melebihi 50% jumlah ampas tahu akan percuma karena tidak dapat menghasilkan maggot. Artinya, hal tersebut mengindikasikan bahwa lalat membutuhkan perbandingan ampas tahu dan ikan asin atau rucah dengan komposisi perbandingan yang tepat.

Ikan asin atau ikan rucah berfungsi sebagai makanan maggot. Keberadaannya juga diperlukan sebagai daya tarik lalat untuk bertelur pada media tersebut. Walaupun demikian, perbandingan ampas tahu dan ikan asin tidak berpengaruh terhadap kandungan protein pada maggot. Mengapa ampas tahu? Salah satu alasannya, selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya perairan, tepung ampas tahu masih mengandung gizi, yaitu protein 23,55%; lemak 5,54%; karbohidrat 26,92%; abu 17,03%; serat kasar 16,53%; dan air 10,43%.

Pemilihan ampas tahu sebagai media diharapkan terjadi transfer energi dari ampas tahu pada maggot yang dihasilkan. Selain itu, sebagai limbah, ampas tahu mudah didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau. Dengan demikian, teknologi pembiakan maggot merupakan teknologi yang murah dan mudah diaplikasikan. Diharapkan, ada teknologi yang lebih aplikatif dan sederhana untuk memanfaatkan limbah ampas tahu sebagai pakan ikan sehingga masyarakat mudah melakukannya. (Althaf)

Post Terkait:

  • Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan. Pakan berkualitas memiliki tingkat palatabilitas yang tinggi. Secara cepat, ikan merespon pakan yang merangsang penciumannya akibat mekanisme kemoreseptor. Senyawanya…
  • Atur Jadwal Agar Panen Awal Sekilas, masalah pemberian pakan tampak sepele. Namun jangan salah, faktor pakan yang menyedot 60—80% biaya produksi ini menjadi faktor utama kesuksesan usaha budidaya. Tak hanya…
  • Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng. Untuk memperbaiki kondisi lingkungan di tambak udang, para petambak bisa mempraktikan cara pembuatan Probiotik. Probiotik adalah mikroba…
  • Budidaya Daphnia, Pemasok Protein Pakan Larva Dalam dunia perbenihan ikan, kutu air menjadi salah primadona pakan larva bernilai protein sangat tinggi, yaitu hampir 70%. Banyak jenis kutu air yang biasa digunakan…
  • Aplikasi Serbuk Arang Aktif dalam Pakan Budidaya Tak hanya berperan dalam filter air budidaya, penggunaan arang aktif dalam pakan meningkatkan kesehatan ikan dan udang. Sudah terbukti. Pemanfaatan arang telah dikenal sejak jaman…
  • Budidaya Alga, Untuk Tingkatkan Nutrisi Pakan Ikan Mikroalga, alga mikroskopis kaya nutrisi untuk kegiatan budidaya perikanan Mikroalga, di samping kehadirannya menjadi ancaman bagi kegiatan akuakultur, beberapa jenis di antaranya justru menjadi berkah…
  • Efisiensi dan Kinerja Pakan Fungsional Pakan, bagi sebagian besar pembudidaya ikan ditujukan untuk membesarkan ikan. Tak heran jika formulasi pakan awalnya berkembang untuk tujuan ini. Seiring semakin dalamnya pemahaman ahli…
  • Menteri Susi Tagih Janji Pengusaha Pakan Ikan (Info… Sektor perikanan budidaya air tawar menempati peran strategis dalam program ketahanan pangan dan gizi nasional. Pasalnya, dari total produksi ikan budidaya, 60% di antaranya merupakan…
  • Atur Asupan Nutrisi untuk Si ‘Dua Sahabat’ Ikan nila dan mas termasuk komoditas perikanan dengan tingat permintaan pasar yang tinggi. Dalam kegiatan budidaya, dua jenis ikan ini kerap dipelihara berbarengan karena saling…
  • Mengenal Ragam Pakan Ikan Jenis Pelet   Mahalnya biaya bahan baku pakan, merupakan salah satu yang mempengaruhi harga jual pakan ikan kepada para pembudidaya ikan. Tingginya biaya bahan baku ini tidak…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan by Agribisnis Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan. Pakan berkualitas memiliki tingkat palatabilitas yang tinggi. Secara cepat, ikan merespon pakan yang merangsang penciumannya akibat mekanisme kemoreseptor. Senyawanya…
  • Atur Jadwal Agar Panen Awal by Agribisnis Sekilas, masalah pemberian pakan tampak sepele. Namun jangan salah, faktor pakan yang menyedot 60—80% biaya produksi ini menjadi faktor utama kesuksesan usaha budidaya. Tak hanya…
  • Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng by Agribisnis Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng. Untuk memperbaiki kondisi lingkungan di tambak udang, para petambak bisa mempraktikan cara pembuatan Probiotik. Probiotik adalah mikroba…
  • Budidaya Daphnia, Pemasok Protein Pakan Larva by Agribisnis Dalam dunia perbenihan ikan, kutu air menjadi salah primadona pakan larva bernilai protein sangat tinggi, yaitu hampir 70%. Banyak jenis kutu air yang biasa digunakan…
  • Aplikasi Serbuk Arang Aktif dalam Pakan Budidaya by Agribisnis Tak hanya berperan dalam filter air budidaya, penggunaan arang aktif dalam pakan meningkatkan kesehatan ikan dan udang. Sudah terbukti. Pemanfaatan arang telah dikenal sejak jaman…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI