Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Efisiensi dan Kinerja Pakan Fungsional

Posted on

Pakan, bagi sebagian besar pembudidaya ikan ditujukan untuk membesarkan ikan. Tak heran jika formulasi pakan awalnya berkembang untuk tujuan ini. Seiring semakin dalamnya pemahaman ahli nutrisi pakan ikan dan majunya riset nutrisi manusia, munculah istilah pakan fungsional.

AK12 Pakan 1 4Pakan fungsional memiliki fungsi tertentu di luar fungsi dasarnya. Istilah ini sering diusung oleh produsen pakan terkini. Dalam ilmu nutrisi manusia, makanan fungsional seringkali difokuskan untuk meningkatkan status kesehatan serta mengurangi risiko penyakit dan mengobatinya. Dalam akuakultur, sepertinya jangkauan ini menjadi lebih luas.

Antara idealitas dan realitas

Lingkungan yang paling dekat dengan ikan adalah pakan. Pakan digolongkan sebagai lingkungan sebelum ia menjadi bagian dari tubuh ikan. Mikroba patogen berada di luar tubuh dan jika pun masuk hanya berada pada bagian tubuh tertentu. Namun, pakan masuk ke dalam saluran pencernaan, dipecah, dan masuk ke seluruh tubuh ikan. Dengan demikian, pakan dapat menjadi teman baik atau justru menjadi musuh yang berbahaya.

Sebagai musuh, pakan adalah musuh dalam selimut yang melemahkan ikan dari dalam. Setelah serangan dari luar terdeteksi, seperti cuaca memburuk atau berkembangnya patogen, semua cara penyelamatan ternyata sudah terlambat. Tubuh ikan terlanjur keropos karena gizi yang rendah.

Ramuan pakan memperhitungkan kebutuhan energi ikan, protein untuk membentuk jaringan, serta vitamin dan mineral sebagai pengatur kerja tubuh ikan. Kebutuhan gizi sebagian ikan telah diteliti dengan seksama oleh para ilmuwan. Namun, kondisi ideal tidak selalu bisa diwujudkan. Sains nutrisi ikan tidak selalu mewujud menjadi teknologi pakan ikan. Seringkali, pakan di pasaran tidak selalu tepat memenuhi kebutuhan ikan, tetapi mengikuti proses pembuatan pakan yang dikuasai dan pertimbangan ekonomis bisnis budidaya.

Sebagai gambaran, pada praktiknya, kebutuhan nutrisi ikan harus berkompromi terhadap teknik pembuatan pakan. Ikan yang tidak membutuhkan zat pati dalam jumlah tertentu harus tetap mengonsumsinya saat memakan pakan apung. Proses ekstrusi membutuhkan pati untuk mengikat partikel pakan dan mengapungkannya. Ikan yang membutuhkan lemak dalam jumlah tinggi terpaksa tidak dapat memperolehnya karena pakan yang mengandung lemak tinggi mudah tengik. Apalagi asam lemak tak jenuh, tidak dapat disimpan lama. Pakan untuk komoditas ekonomis rendah selalu mengandung banyak karbohidrat karena unsur ini adalah yang paling murah. Sementara tepung ikan dan minyak ikan dibuat untuk ikan dengan nilai ekonomis tinggi.

Efisiensi pakan

Sebagian besar pakan ikan diproduksi untuk tujuan pembesaran dan diarahkan untuk mengejar pertumbuhan. Namun, menargetkan pesatnya pertumbuhan ikan hanya dengan formulasi pakan bukan tujuan yang masuk akal. Hal ini disebabkan pertumbuhan dibatasi faktor genetik.

Seandainya para ahli genetik berhasil membuat strain ikan dengan pertumbuhan sangat cepat, ini juga bukan menjadi jawaban jika nilai konversi pakan membengkak. Biaya pakan yang membesar membuat keunggulan genetik ini menjadi pepesan kosong belaka. Dengan demikian tujuan yang tepat adalah menghasilkan pakan dengan konversi pakan yang layak secara ekonomis dengan kecepatan pertumbuhan ikan yang normal. Oleh karena itu, nilai FCR pakan dan kecepatan pertumbuhan ikan adalah relatif per komoditas.

Kinerja pakan semakin efisien jika nilai konversi pakan untuk menjadi berat ikan semakin rendah.  Nilai konversi pakan dapat diturunkan dengan memperbaiki 5 hal, yaitu (1) daya tahan pakan, (2) daya terima, (3) daya cerna, (4) daya serap, dan (5) daya guna. Jadi, sangat tidak tepat jika strategi menurunkan FCR hanya fokus pada satu hal saja, misalnya meningkatkan daya cerna dengan memberikan enzim eksogen pada pakan.

Ketahanan pakan di air ditentukan oleh daya rekatnya. Sementara ukuran partikel penyusun pakan dan komposisi pakan merupakan hal yang paling menentukan. Ketertarikan ikan untuk mengonsumsi pakan dapat ditingkatkan dengan atraktan. Kemudian, pakan yang dikonsumsi akan mudah dicerna jika teksturnya cukup halus, partikel penyusunnya lembut, dan enzim pada saluran pencernaan terangsang dengan baik. Selanjutnya, pakan akan mudah diserap jika sudah dilumatkan oleh enzim.

Terlalu mudah diserap juga sama buruknya dengan sulit diserap. Pakan dengan kandungan asam amino bebas dan glukosa yang tinggi memang meningkatkan daya serap, tetapi menurunkan daya guna. Selain akan dimanfaatkan oleh mikroba usus, nutrisi siap serap ini juga membuat ikan kewalahan untuk menggunakannya dalam waktu singkat. Namun, kandungan nutrisi siap serap dalam jumlah sedikit juga penting untuk memberi rangsangan dan energi awal untuk persiapan pemanfaatan pakan.

Pakan yang sudah tercerna dengan baik tidak banyak berguna jika usus ikan luka atau tidak berkembang baik. Lipatan usus harus cukup lebar untuk menyerap pakan dengan efisien. Selain itu, lipatan usus yang berkembang baik juga menunjukkan kesehatan saluran pencernaan.

Nutrisi yang diserap akan menjadi bagian dari tubuh ikan jika komposisinya seimbang. Dua hal yang harus diperhatikan yaitu jumlah dan perbandingan. Keduanya sama-sama penting dan tidak layak dipertentangkan. Nilai energi pakan penting, tetapi kandungan nutrisi esensialnya juga tidak kalah penting. Seperti halnya kandungan protein pakan penting, perbandingan dan jumlah asam amino esensialnya juga penting. Kandungan karbohidrat penting, penyusun karbohidratnya juga sangat menentukan pemanfaatannya. Seperti halnya asam lemak esensial yang harus lebih diperhatikan selain total lemak.

Pakan fungsional

Jika formula pakan tersebut sudah layak untuk tumbuh kembang ikan, tugas berikutnya adalah mengoptimalkan kinerja pakan ikan. Pada saat tertentu, pakan ikan membutuhkan zat pakan atau non-pakan agar ikan menunjukkan hasil tertentu. Inilah yang disebut pakan fungsional.

Pakan fungsional bukanlah suplemen, tetapi pakan utuh yang diperkaya dengan bahan tambahan pakan dengan klaim fungsi tertentu. Dengan demikian, pemberian bahan tambahan pakan telah berinteraksi positif dengan komposisi pakan aslinya. Bisa jadi, penambahan suplemen tertentu justru tidak berfungsi pada formula pakan tertentu. Dengan demikian klaim pakan fungsional dalam bentuk pakan harus dapat dibuktikan secara ilmiah, bukan suplemen belaka.

Oleh: Ibnu Sahidhir

Post Terkait:

  • Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan. Pakan berkualitas memiliki tingkat palatabilitas yang tinggi. Secara cepat, ikan merespon pakan yang merangsang penciumannya akibat mekanisme kemoreseptor. Senyawanya…
  • Budidaya Alga, Untuk Tingkatkan Nutrisi Pakan Ikan Mikroalga, alga mikroskopis kaya nutrisi untuk kegiatan budidaya perikanan Mikroalga, di samping kehadirannya menjadi ancaman bagi kegiatan akuakultur, beberapa jenis di antaranya justru menjadi berkah…
  • Menteri Susi Tagih Janji Pengusaha Pakan Ikan (Info… Sektor perikanan budidaya air tawar menempati peran strategis dalam program ketahanan pangan dan gizi nasional. Pasalnya, dari total produksi ikan budidaya, 60% di antaranya merupakan…
  • Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng. Untuk memperbaiki kondisi lingkungan di tambak udang, para petambak bisa mempraktikan cara pembuatan Probiotik. Probiotik adalah mikroba…
  • Atur Asupan Nutrisi untuk Si ‘Dua Sahabat’ Ikan nila dan mas termasuk komoditas perikanan dengan tingat permintaan pasar yang tinggi. Dalam kegiatan budidaya, dua jenis ikan ini kerap dipelihara berbarengan karena saling…
  • Maggot, Pakan Alternatif Ikan Berprotein Tinggi Biasa hidup di tempat-tempat kotor, bau, dan menjijikan, maggot atau belatung ternyata memiliki manfaat luar biasa sebagai pakan ternak. Kandungan proteinnya berkisar 40%! Selain mengetahui…
  • Budidaya Daphnia, Pemasok Protein Pakan Larva Dalam dunia perbenihan ikan, kutu air menjadi salah primadona pakan larva bernilai protein sangat tinggi, yaitu hampir 70%. Banyak jenis kutu air yang biasa digunakan…
  • Budidaya Bawal Bintang, Lebih Efisien dengan Pakan Campuran Pakan ikan untuk budidaya laut dinilai masih cukup mahal dibandingkan pakan untuk ikan air tawar. Namun, pengujian yang dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam…
  • Atur Jadwal Agar Panen Awal Sekilas, masalah pemberian pakan tampak sepele. Namun jangan salah, faktor pakan yang menyedot 60—80% biaya produksi ini menjadi faktor utama kesuksesan usaha budidaya. Tak hanya…
  • Tekan Biaya Pakan Bandeng dengan Katalisator Enzimatik Tak selalu pakan tinggi protein akan memacu pertumbuhan dan menghasilkan keuntungan lebih besar. Faktanya, dengan katalisator enzimatik, pakan rendah protein pun bisa hasilkan efisiensi keuntungan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan by Agribisnis Tingkatkan Nafsu Makan Ikan dengan Atraktan. Pakan berkualitas memiliki tingkat palatabilitas yang tinggi. Secara cepat, ikan merespon pakan yang merangsang penciumannya akibat mekanisme kemoreseptor. Senyawanya…
  • Budidaya Alga, Untuk Tingkatkan Nutrisi Pakan Ikan by Agribisnis Mikroalga, alga mikroskopis kaya nutrisi untuk kegiatan budidaya perikanan Mikroalga, di samping kehadirannya menjadi ancaman bagi kegiatan akuakultur, beberapa jenis di antaranya justru menjadi berkah…
  • Menteri Susi Tagih Janji Pengusaha Pakan Ikan (Info… by Agribisnis Sektor perikanan budidaya air tawar menempati peran strategis dalam program ketahanan pangan dan gizi nasional. Pasalnya, dari total produksi ikan budidaya, 60% di antaranya merupakan…
  • Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng by Agribisnis Cara Pembuatan Probiotik yang Mudah Namun Hasilnya Cespleng. Untuk memperbaiki kondisi lingkungan di tambak udang, para petambak bisa mempraktikan cara pembuatan Probiotik. Probiotik adalah mikroba…
  • Atur Asupan Nutrisi untuk Si ‘Dua Sahabat’ by Agribisnis Ikan nila dan mas termasuk komoditas perikanan dengan tingat permintaan pasar yang tinggi. Dalam kegiatan budidaya, dua jenis ikan ini kerap dipelihara berbarengan karena saling…

  • 1,202,768
  • 606,612
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI