Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Belajar dari Sang Nelayan | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan

Posted on

Alkisah seorang turis kaya asal Amerika Serikat liburan di sebuah pantai Meksiko yang terletak di dusun nelayan. Waktu makan siang, turis ini melihat para nelayan pulang dan menurunkan hasil tangkapan ikan mereka. Kemudian segera bersiap untuk pulang. Merasa penasaran, turis ini menghampiri nelayan dan bertanya, “Tuan, kalau tidak keberatan, bolehkah saya bertanya apa yang sedang kalian lakukan?”  Salah satu nelayan menjawab,” Saya baru pulang dari melaut, dan akan pulang ke rumah untuk makan siang dengan keluarga. Setelah itu saya akan tidur siang. Terus bermain dengan anak-anak. Nanti malam, saya akan ke warung, ngobrol santai bersama beberapa teman,” ucap sang nelayan.

Mendengar penjelasan nelayan, sang turis dalam merasa heran, betapa malasnya nelayan ini. Ia pun berkata, “Tuan, apabila tidak keberatan saya mau memberikan beberapa saran. Saya adalah profesor ahli bisnis di sebuah Universitas di Amerika. Saya bisa membantumu agar usaha berkembang lebih maju. Bagaimana kalau tuan pergi melaut lagi sehabis makan siang?”
Turis itu melanjutkan, “Dengan melaut lagi, Tuan bisa mendapat ikan lebih banyak. Mungkin dua kali lipat dari biasanya. Bisa mendapat lebih banyak uang. Dengan uang itu, bisa menggaji pegawai beberapa bulan ke depan dan bisa menambah sebuah perahu lagi. Sehingga jumlah ikan yang tuan tangkap bisa jadi berkali-kali lipat.”

Si turis ini meyakinkan bahwa apabila sang nelayan melakukannya, dia akan menjadi juragan pemilik armada berpuluh-puluh perahu nelayan hanya dalam kurun waktu 5 sampai 6 tahun saja. “Setelah itu tuan bisa memindahkan lokasi perusahaan ke sebuah kota besar dan mengembangkan usaha ke bidang-bidang bisnis lainnya. Tuan bisa jadi pengusaha yang punya banyak duit. Setelah itu bisa pensiun dengan nyaman,” terangnya.

Si turis yang profesor itu meyakinkan bahwa berdasarkan analisanya sang nelayan akan bisa jadi kaya raya dalam tempo waktu beberapa tahun ke depan.
Sang nelayan mendengarkan penjelasan profesor dengan penuh perhatian. Di akhir percakapan itu, sang nelayan bertanya, “Tapi tuan, apa yang akan saya lakukan dengan uang yang sangat banyak itu?” Profesor berpikir sejenak. Dia belum bisa menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu. Satu-satunya yang terlintas dalam pikirannya adalah bagaimana caranya bisa menghasilkan banyak uang.

Lantas profesor itu menjawab, “Dengan uang itu nanti tuan bisa pensiun dan bisa menikmati hidup dengan santai. Mungkin bisa liburan ke kampung nelayan yang tenang dan nyaman, seperti kampung ini. Bisa membeli perahu kecil dan pergi menangkap ikan untuk bersenang-senang di pagi hari dan pulang siang hari untuk makan siang bersama istrimu. Kemudian bisa tidur siang dan bermalas-malasan atau bermain dengan anak-anak. Petang harinya tuan bisa bebas menikmati hidup, pergi ke warung dan menghabiskan waktu dengan teman-teman,” jelasnya.
Tapi sang nelayan itu dengan cepat menjawab, “Bukankah semua momen menyenangkan yang tuan ceritakan itu sama seperti yang aku jalani saat ini?”
Sang professor pun terdiam dan tak mampu berkata-kata lagi.

*****
Begitulah jika tujuan hidup sukses itu semata-mata untuk mendapatkan harta berlimpah. Ujung-ujungnya ketika semua kemewahan didapatkan, yang dicari kemudian adalah kesederhanaan hidup. Cerita di atas oleh beberapa penulis dipakai untuk memberikan saran bahwa hidup itu tidak perlu muluk-muluk karena pada akhirnya yang dicari adalah hidup damai dengan kesederhanaan. Nikmatilah hidup dengan sederhana saja.

Kali ini saya mencoba mengambil hikmah dari persepektif yang berbeda. Mengembangkan usaha skala kecil menjadi besar adalah sebuah cita-cita yang baik. Membuat usaha yang menciptakan lapangan kerja untuk orang banyak adalah sebuah kemuliaan. Kesibukan menjalankan bisnis untuk mengembangkan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar adalah sebuah ibadah.
Jadi bukan sebuah kesalahan jika Anda memiliki harta berlimpah. Yang perlu dicermati adalah untuk apa semua itu. Kalau bekerja keras hanya untuk terlihat keren dengan mobil dan rumah mewah, ketahuilah Anda akan terjerat pada keinginan untuk tetap terlihat mewah hingga hidup selalu dikejar-kejar urusan dunia semata. Ibarat semut yang ingin menikmati lebih banyak madu, ia mati karena menceburkan diri ke dalam cairan madu. Padahal yang dibutuhkan hanyalah menikmati sedikit madu saja, lainnya bisa digunakan untuk semut yang lain.

Jika Anda punya usaha kecil, dimana Anda sudah bisa bersantai bersama keluarga setiap hari, pikirkanlah juga kemungkinan-kemungkinan untuk membuat usaha Anda berperan lebih banyak untuk lingkungan Anda. Pikirkanlah kemungkinan untuk menambah karyawan setiap tahun dengan memperbesar skala usaha atau membuat cabang baru. Pikirkanlah untuk menerapkan teknologi yang lebih efisien dan sejumlah kemungkinan lain yang berpotensi memajukan usaha.
Itu semua perlu pengorbanan waktu untuk belajar mengelola usaha skala yang lebih besar,mencari tambahan modal, bahkan mungkin juga pada tahap tertentu perlu mengencangkan ikat pinggang, mendahulukan usaha dibanding merenovasi rumah.

Manakala seorang nelayan yang punya banyak waktu luang, kemudian mengembangkan usaha sebagaimana saran profesor sebagaimana cerita di atas, kehidupan menjadi penuh dengan tantangan. Mungkin di tengah jalan bisa terbelit hutang, ada kasus kredit macet, ditinggalkan karyawan dan sebagainya. Namun jika semua itu diniatkan untuk ibadah, semuanya akan terasa indah.

Dan ketika sampai pada titik kesuksesan dunia, ia tetap menikmati hidup, tanpa rasa sesal telah menghabiskan banyak energi hanya untuk bisa kembali hidup dengan sederhana di pinggir pantai.

Selamat menjalankan ibadah puasa. ***

Refleksi Majalah Infovet Edisi 287-Juni 2018

Post Terkait:

  • Mengenang Drh Abadi Soetisna MSi ; Membimbing dengan Canda Pesan-pesannya selalu sederhana, disertai canda,  tapi lebih mengena Kamis, 26 April 2017, Drh Abadi Soetisna menghubungi  saya melalui sambungan telepon. Ia mengabarkan sedang berada di…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Zulkarnaen Ciptakan Inovasi Baru, Produksi Pakan… Zulkarnaen menciptakan Inovasi baru, Produksi pakan ternak dari daun kering di masa musim kemarau panjang. Daun kering menjadi salah satu faktor berternak kambing  bisa dijadikan…
  • JOKOWI BELAJAR KIAT JITU DARI PETERNAK Presiden Jokowi berdialog dengan peternak saat Jambore Peternakan Nasional 2017 di Buperta Cibubur, (24/9).  Mungkin tak banyak yang tahu kalau Presiden Joko Widodo ternyata mulai…
  • REFLEKSI HARI LAHIR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN… Tanggal 26 Agustus merupakan hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Tanggal ditetapkan karena berdasarkan penelusuran sejarah pada tanggal tersebut tepatnya ditahun 1836 pemerintah Hindia-Belanda…
  • BIOSEKURITI TIGA ZONA, ALTERNATIF AMPUH NAIKKAN PERFORMA Biosekuriti, aspek yang penting diaplikasikan dalam peternakan namun kurang dimaksimalkan oleh para peternak di Indonesia. Sejak beberapa tahun silam, FAO ECTAD giat mengkampanyekan sistem biosekuriti…
  • Mengenang Dr. Drh. Soehadji ; Butir-Butir Pasir… Buku karya Soehadji terbitan Gita Pustaka Hari Minggu, 25 September 2016, sekitar jam 15 kami menerima kabar duka cita yang mengejutkan; Innalilahi wainnailaihi Rojiun. Telah…
  • LUAR BIASA, NILAI EKSPOR OBAT HEWAN INDONESIA CAPAI… JAKARTA, 5 April 2017. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, yaitu tahun 2015 dan 2016 Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah…
  • MENYOROTI PERMENTAN 32/2017, DICABUT ATAU DIREVISI? Pusat Kajian Pertanian Pangan & Advokasi (PATAKA) bersama beberapa asosiasi di bidang peternakan bersama melakukan Webinar via daring. Seminar tersebut membahas Permentan No. 32 tahun…
  • CEGAH PENYEBARAN ANTHRAX, DITJEN PKH KEMENTAN GERAK… JAKARTA, Dalam rangka membantu upaya pencegahan dan pengendalian kasus penyakit Anthrax di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istemewa Yogyakarta, terutama terkait adanya kematian ternak akibat Anthrax…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Mengenang Drh Abadi Soetisna MSi ; Membimbing dengan Canda by Agribisnis Pesan-pesannya selalu sederhana, disertai canda,  tapi lebih mengena Kamis, 26 April 2017, Drh Abadi Soetisna menghubungi  saya melalui sambungan telepon. Ia mengabarkan sedang berada di…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP by Agribisnis Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Zulkarnaen Ciptakan Inovasi Baru, Produksi Pakan… by Agribisnis Zulkarnaen menciptakan Inovasi baru, Produksi pakan ternak dari daun kering di masa musim kemarau panjang. Daun kering menjadi salah satu faktor berternak kambing  bisa dijadikan…
  • JOKOWI BELAJAR KIAT JITU DARI PETERNAK by Agribisnis Presiden Jokowi berdialog dengan peternak saat Jambore Peternakan Nasional 2017 di Buperta Cibubur, (24/9).  Mungkin tak banyak yang tahu kalau Presiden Joko Widodo ternyata mulai…
  • REFLEKSI HARI LAHIR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN… by Agribisnis Tanggal 26 Agustus merupakan hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Tanggal ditetapkan karena berdasarkan penelusuran sejarah pada tanggal tersebut tepatnya ditahun 1836 pemerintah Hindia-Belanda…

  • 1,202,943
  • 606,787
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI