Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Memecahkan Kebuntuan

Posted on

Ketika menghadapi masalah terasa sangat rumit, pikiran terasa buntu. Sepertinya tak ada jalan keluar. Cobalah untuk berpikir secara lateral

Dahulu kala, seorang saudagar di kota London menghadapi masalah keuangan yang sangat berat, sehingga ia terpaksa berhutang dalam jumlah yang cukup besar kepada lintah darat. Sang lintah darat yang sudah tua itu, ternyata jatuh hati kepada gadis remaja anak sang saudagar. Itu sebabnya ia menjanjikan pembebasan hutang, asal boleh menikah dengan gadis tersebut. Tentu saja sang saudagar maupun anak gadisnya itu, merasa dalam keadaan terjepit.

 

Lintah darat yang dikenal licik itu mengajukan usulan, ia akan menaruh dua buah kerikil ke dalam kantong uang yang kosong, yang satu berwarna hitam dan yang satunya lagi berwarna putih. Anak gadis tersebut harus mengambil salah satu kerikil di dalam kantung. Bila dia mendapat kerikil yang hitam, maka ia harus bersedia menjadi istrinya dan hutang ayahnya dibebaskan. Sedangkan apabila ia mendapat yang putih, maka sang gadis dan utang ayahnya akan dibebaskan. Namun seandainya ia menolak tawaran tersebut maka ayahnya akan dijebloskan kedalam penjara. Apa boleh buat sang saudagar itu terpaksa menyetujui tawaran tersebut.

 

Mereka berjalan di atas jalanan berkerikil di taman milik sang lintah darat itu. Sambil berbincang-bincang, sang lintah darat berhenti sejenak dan mengambil dua buah kerikil. Saat itu, mata sang gadis itu melihat bahwa ternyata lintah darat itu mengambil dua buah kerikil yang berwarna hitam semua dan segera memasukkannya ke dalam kantung. Ia segera meminta gadis itu untuk memilih kerikil tersebut guna menentukan peruntungan bagi dirinya dan juga bagi ayahnya sendiri.

 

Sekarang bayangkanlah seandainya Anda yang berada di dalam situasi tersebut, apa yang akan Anda lakukan? Mungkin pikiran Anda akan buntu, menyerah pada keadaan.

Untunglah, si gadis mendadak punya ide yang luar biasa. Ia memasukkan tangannya kedalam kantung uang dan mengambil salah satu kerikilnya. Tanpa membuka tangannya ia berpura-pura terjatuh dan membiarkan kerikil tersebut segera berbaur dengan kerikil-kerikil lain yang ada di lintasan tersebut, tanpa dapat dikenali lagi. “Ohh… betapa cerobohnya saya,” katanya.

Karena kerikil yang tersisa dalam kantung itu tentu saja berwarna hitam, maka dapat diasumsikan bahwa gadis itu mengambil kerikil berwarna putih, karena tentu saja sang lintah darat itu tidak mau ketahuan bahwa ia telah berbuat licik.

Dengan cara ini, sang gadis telah berhasil mengubah situasi yang seolah-olah tanpa harapan menjadi sesuatu yang justru menguntungkan. Sudah tentu gadis ini mendapat keuntungan daripada seandainya si lintah darat benar-benar jujur, karena dalam situasi itu peluang si gadis hanya 50%.

Cara berpikir sang gadis adalah salah satu contoh cara berpikir lateral yang belakangan sangat populer setelah dikaji dan dikembangkan oleh Edward De Bono.

De Bono mendefinisikan berpikir lateral sebagai suatu metoda berpikir yang lebih menitik beratkan kepada perubahan konsep dan persepsi. Berpikir lateral dapat menghasilkan ide yang tidak dapat dihasilkan dengan metoda berpikir tradisional (berpikir vertical).

Menurut De Bono, pola pikir laterallah yang dapat menemukani ide baru yang kreatif dan sulit diduga. Untuk melatih pola pikir lateral, dapat dilakukan dengan 4 tahap. Pertama,  kita perlu memilih fokus apa yang ingin dilakukan. Misalkan ingin mencari ide pengembangan produk mentega, maka fokusnya pada produk mentega. Anda ingin memodifikasi proses baru dalam service blueprinting maka fokusnya adalah suatu proses spesifik dalam blueprint Anda.

Setelah fokus kita dapat, ambil satu kata yang paling cepat muncul di benak Anda. Ambil contoh, mentega. Kata paling cepat muncul di benak kita adalah, dioles pake pisau. Kita lanjut ke tahap ke 3 yaitu mencari kata apa saja yang tidak berhubungan. Misalkan, dioles pakai rexona. Nah kita tertawa membayangkan mentega apaan dioles pakai rexona. Muncullah gap antara fokus yang kita pilih dengan kata lateral yang terambil.

Tahap berikutnya adalah mencari hubungan dengan otak kiri rasional kita. Kalau begitu, apakah mungkin mengoles mentega pakai rexona? Jawabannya mungkin saja. Dan ini yang membawa seorang penemu jepang menemukan ide mengoles mentega dengan alat roll on seperti “rexona”. Praktis dan merata.

Sekali kita menemukan kata yang lateral dengan fokus kita, akan muncul banyak pertanyaan yang memaksa otak logis untuk menjawab. Elaborasi jawaban dari berbagai pertanyaan logis akan membawa kita pada sebuah ide kreatif.***

Post Terkait:

  • Berjalan Cepat Ketika Beban Berat Ketika memikul beban di pundak, manusia akan berjalan lebih cepat. Sekali-kali amatilah orang yang sedang berjalan dengan memikul beban. Apakah mereka berjalan lebih lambat disbanding…
  • Pantang Patah Arang Rochim Armando “Ibu, apakah hidup sesulit ini?” Remaja berkaos kuning yang tengah beranjak dewasa itu terlihat sedih. Dengan sendu, ia menelpon ibunya dan menumpahkan segala…
  • Kesadaran Diri dalam Berdialog Bambang Suharno   Sebuah diskusi di stasiun televisi nasional berlangsung seru. Topiknya mengenai kinerja presiden Jokowi. Tiga orang narasumber proJokowi, di seberangnya 3 orang kontra…
  • Tujuan Yang Jelas   Salah satu kunci sukses yang disampaikan banyak motivator adalah memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas. Hampir semua orang ingin menjadi warga yang berguna bagi…
  • Selamat Jalan Sang Kreator ! (Mengenang Rudi E Alamsyah) Sore itu, Minggu 12 November 2017,  sepanjang jalan dari RSUD Bekasi menuju Pasar Minggu Jakarta Selatan diguyur hujan rintik. Seperti biasanya, lalu lintas menjadi tersendat.…
  • Mencoba Tantangan Baru Kerjakanlah pekerjaan yang Anda kuasai, niscaya engkau akan ahli di bidang itu. Namun, jika Anda mengerjakan hal yang sama terus-menerus tanpa berani menghadapi tantangan yang…
  • Kelemahan Menjadi Kekuatan   Ciri pemimpin adalah mampu mengubah tantangan menjadi peluang, mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan mampu memberikan kejelasan tatkala orang lain bertanya-tanya tentang apa yang…
  • Kekuatan Kerjasama Tim Ketika saya sedang mengendarai motor hendak pergi ke supermarket, mata saya menoleh melihat bangunan megah yang sepertinya rumah hunian sedang dibangun. Dalam pikiran saya, hebat…
  • Kesibukan yang Produktif Bekerjalah, maka kamu akan kuat. Berpangku tanganlah, maka kamu akan membusuk (Pepatah Moor) Seorang pakar perilaku pernah mengamati cara kerja regu pemadam kebakaran. Hasil pengamatannya…
  • Coba Sekali Lagi!   Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time. Demikian yang dikatakan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Berjalan Cepat Ketika Beban Berat by Agribisnis Ketika memikul beban di pundak, manusia akan berjalan lebih cepat. Sekali-kali amatilah orang yang sedang berjalan dengan memikul beban. Apakah mereka berjalan lebih lambat disbanding…
  • Pantang Patah Arang by Agribisnis Rochim Armando “Ibu, apakah hidup sesulit ini?” Remaja berkaos kuning yang tengah beranjak dewasa itu terlihat sedih. Dengan sendu, ia menelpon ibunya dan menumpahkan segala…
  • Kesadaran Diri dalam Berdialog by Agribisnis Bambang Suharno   Sebuah diskusi di stasiun televisi nasional berlangsung seru. Topiknya mengenai kinerja presiden Jokowi. Tiga orang narasumber proJokowi, di seberangnya 3 orang kontra…
  • Tujuan Yang Jelas by Agribisnis   Salah satu kunci sukses yang disampaikan banyak motivator adalah memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas. Hampir semua orang ingin menjadi warga yang berguna bagi…
  • Selamat Jalan Sang Kreator ! (Mengenang Rudi E Alamsyah) by Agribisnis Sore itu, Minggu 12 November 2017,  sepanjang jalan dari RSUD Bekasi menuju Pasar Minggu Jakarta Selatan diguyur hujan rintik. Seperti biasanya, lalu lintas menjadi tersendat.…

  • 1,202,763
  • 606,607
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI