Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Kesibukan yang Produktif

Posted on

Bekerjalah, maka kamu akan kuat. Berpangku tanganlah, maka kamu akan membusuk

(Pepatah Moor)

Seorang pakar perilaku pernah mengamati cara kerja regu pemadam kebakaran. Hasil pengamatannya menunjukkan , hanya 5% waktu kerjanya yang digunakan untuk memadamkan kebakaran, sedangkan sisanya yang 95% digunakan untuk siap siaga. Ini membuat para petugas pemadam kebakaran sering merasa bosan dengan pekerjaannya, sehingga mereka disarankan untuk melakukan pekerjaan lain untuk mengisi waktu, dengan tetap siaga menjalankan tugas memadamkan kebakaran.

Kesibukan dan waktu luang adalah dua hal yang sama pentingnya dan perlu disikapi dengan bijak. Orang yang sedang sibuk akan terus-menerus membayangkan nikmatnya bersantai di rumah. Ketika masa santai itu tiba, mereka mencari-cari kegiatan untuk mengisi waktu luang. Sudah banyak kita lihat para pensiunan tidak betah tinggal di rumah berlama-lama karena selama ini terbiasa memiliki gairah hidup dengan bekerja.

Pada umumnya orang yang tidak bekerja merasa hidupnya tidak bermakna, sebaliknya kesibukan akan meningkatkan gairah hidup. Maka bersyukurlah orang yang memiliki kesibukan bekerja. Kesibukan bekerja tidaklah akan membunuh siapa pun. Justru sebaliknya, waktu luang yang terlampau banyaklah yang dapat menyebabkan penyakit.

Ketika saya tulis artikel ini, saya sedang didera kesibukan yang lumayan padat. Setiap pagi setumpuk pekerjaan sudah siap menanti di meja, sementara jadwal pertemuan sudah harus disegerakan pelaksanaannya. Putaran jam sedemikian cepat. Begitu melihat kalender, tampaklah bahwa tahun ini sebentar lagi berakhir dan masih banyak PR yang belum terselesaikan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: bagaimana membuat waktu 24 jam ini menjadi efektif?

Kita semua memiliki sumber daya yang berbeda-beda. Namun, dalam hal waktu, kita punya aset yang sama. Semua orang memiliki aset waktu 24 jam sehari. Meski kesibukan begitu nyata, Tuhan tidak akan memberi waktu sehari lebih dari 24 jam. Oleh sebab itu, yang paling mungkin dilakukan adalah memecah kegiatan menjadi pekerjaan penting dan mendesak.

Stephen R. Covey menegaskan, waktu sejatinya tidak bisa diatur, namun kitalah yang harus diatur. Ia menciptakan matrik manajemen waktu yang sangat terkenal. Dalam matriks tersebut, kegiatan kita dipecah menjadi 4 kuadran. Pertama kegiatan yang penting dan mendesak. Kedua, kegiatan tidak penting dan mendesak. Ketiga, kegiatan penting tapi tidak mendesak. Keempat, kegiatan tidak penting sekaligus tidak mendesak. Nah, manakah kegiatan yang paling bagus di antara ke empat kuadran tersebut?

Sebagian mengira kegiatan penting dan mendesak adalah prioritas utama. Jika anda melihat seorang manajer terburu-buru melakukan kegiatan dan selalu bilang ke anak buahnya,”Harus lakukan sekarang, ini penting dan mendesak”, maka ia sedang berada dalam keadaan yang merepotkan. Manajer tadi sedang melakukan manajemen pemadam kebakaran. Maksudnya adalah, ia selalu berhadapan dengan masalah dan harus segera menyelesaikannya. Ia berhadapan komplain pelanggan yang tak pernah berhenti dan harus ditangani segera. Selesai satu masalah, datang masalah baru lagi dan harus ditangani saat itu juga. Ia hidup seperti dikejar-kejar masalah. Masalah muncul di ujung sana harus diselesaikan dan di bagian sini muncul masalah lain lagi. Ia terjebak pada kegiatan yang penting dan mendesak (urgent), sesuatu yang tidak bagus dalam manajemen waktu.

Apakah ia termasuk kategori orang yang sial? Tidak. Jika anda pernah mendengar istilah visioner, manajer tadi adalah contoh manajer yang tidak bersikap visioner. Ia tak mampu melihat perkiraan hari depan dan bagaimana mengatasinya.

Jika ada pelaku bisnis yang mampu memprediksi situasi tahun depan dan melakukan sejumlah tindakan untuk mengantisipasinya, dialah orang yang visioner. Prinsip kegiatan yang dilakukannya adalah melakukan pencegahan dan antisipasi. Pada matrik manajemen waktu, ia adalah orang yang memprioritaskan kegiatan yang penting meskipun tidak mendesak. Ia lebih dulu sibuk di depan agar di kemudian hari tidak menemukan masalah berat yang harus ditangani dengan energi besar. Ia lebih memilih membuat sistem dan prosedur kerja karyawan, daripada mendapatkan situasi kesalahpahaman kerja antar karyawan. Lebih memilih membuat prosedur ketat tentang teknik melayani pelanggan dan menangani komplain, daripada di kemudian hari ia sendiri harus berhadapan dengan pelanggan yang menuntut ganti rugi.

Pada akhirnya, kita harus paham bahwa sibuk itu penting. Namun, kesibukan itu semestinya produktif. Ingatlah, ketika anda sibuk, di luar sana banyak orang tengah bingung mengisi waktu luangnya agar produktif.***

 

 

 

 

 

 

 

Post Terkait:

  • Mencoba Tantangan Baru Kerjakanlah pekerjaan yang Anda kuasai, niscaya engkau akan ahli di bidang itu. Namun, jika Anda mengerjakan hal yang sama terus-menerus tanpa berani menghadapi tantangan yang…
  • Kalimat Penting Para Pemimpin “Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?” Itulah keluhan yang sering kita dengan…
  • Kekuatan Kerjasama Tim Ketika saya sedang mengendarai motor hendak pergi ke supermarket, mata saya menoleh melihat bangunan megah yang sepertinya rumah hunian sedang dibangun. Dalam pikiran saya, hebat…
  • Beruntung dengan Ilmu Langit     Segala sesuatu di dunia ini terjadi karena keberuntungan “atas izin Tuhan” Jika kita bekerja keras dan berhasil meraih target, kita mengatakan bahwa kita…
  • Ketika Aku Bersyukur     Bambang Suharno   Ketika aku ingin hidup kaya Aku lupa bahwa hidup itu sebuah kekayaan Ketika aku takut memberi Aku lupa bahwa semua…
  • Kesadaran Diri dalam Berdialog Bambang Suharno   Sebuah diskusi di stasiun televisi nasional berlangsung seru. Topiknya mengenai kinerja presiden Jokowi. Tiga orang narasumber proJokowi, di seberangnya 3 orang kontra…
  • Berjalan Cepat Ketika Beban Berat Ketika memikul beban di pundak, manusia akan berjalan lebih cepat. Sekali-kali amatilah orang yang sedang berjalan dengan memikul beban. Apakah mereka berjalan lebih lambat disbanding…
  • Tujuan Yang Jelas   Salah satu kunci sukses yang disampaikan banyak motivator adalah memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas. Hampir semua orang ingin menjadi warga yang berguna bagi…
  • Tiga Jurus Menang Bersaing (Bambang Suharno) Ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi dahsyat tahun 1998, saya sempat bertemu dengan pengusaha nyentrik Bob Sadino. Saya bertanya, bagaimana Om Bob menghadapi krisis. Ia, dengan…
  • Kelemahan Menjadi Kekuatan   Ciri pemimpin adalah mampu mengubah tantangan menjadi peluang, mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan mampu memberikan kejelasan tatkala orang lain bertanya-tanya tentang apa yang…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Mencoba Tantangan Baru by Agribisnis Kerjakanlah pekerjaan yang Anda kuasai, niscaya engkau akan ahli di bidang itu. Namun, jika Anda mengerjakan hal yang sama terus-menerus tanpa berani menghadapi tantangan yang…
  • Kalimat Penting Para Pemimpin by Agribisnis “Anak buah saya kok nggak bisa bekerja seperti waktu saya jadi bawahan ya. Apa generasi muda sekarang memang pemalas?” Itulah keluhan yang sering kita dengan…
  • Kekuatan Kerjasama Tim by Agribisnis Ketika saya sedang mengendarai motor hendak pergi ke supermarket, mata saya menoleh melihat bangunan megah yang sepertinya rumah hunian sedang dibangun. Dalam pikiran saya, hebat…
  • Beruntung dengan Ilmu Langit by Agribisnis     Segala sesuatu di dunia ini terjadi karena keberuntungan “atas izin Tuhan” Jika kita bekerja keras dan berhasil meraih target, kita mengatakan bahwa kita…
  • Ketika Aku Bersyukur by Agribisnis     Bambang Suharno   Ketika aku ingin hidup kaya Aku lupa bahwa hidup itu sebuah kekayaan Ketika aku takut memberi Aku lupa bahwa semua…

  • 1,202,763
  • 606,607
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI