Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Di Balik Peluang Ada Peluang

Posted on

Di balik kesulitan ada kemudahan. Di balik kemudahan, mungkin saja ada kesulitan, dan bisa juga ada kemudahan yang lain. Jika bisnis  Anda terasa berat untuk melakukan pertumbuhan, mungkin saja anda tengah mendaki menuju puncak kesuksesan. Sebaliknya jika terasa berjalan ringan, hati-hatilah , siapa tahu di depan ada jurang.

Cerita tentang krisis melahirkan peluang baru, sudah sering kita dengar. Mereka yang  sukses di tengah krisis adalah yang percaya bahwa dalam situasi yang sulit mereka dapat melakukan langkah lompatan yang orang lain tidak bisa lakukan. Mereka punya cara berpikir sendiri; di balik kesulitan ada kemudahan.

Ada pula orang yang melihat di balik kemudahan ada kemudahan baru. Tatkala ada trend bisnis tertentu, yang hanya dinikmati masyarakat kelas tertentu, akan muncul orang mampu mengikuti perubahan dan memanfaatkannya meskipun bukan termasuk kelas tertentu tersebut.

Tahun 1800an, di California Amerika Serikat banyak orang ingin  masuk ke bisnis tambang emas karena potensinya sangat menjanjikan. Waktu itu banyak konglomerat, orang-orang pintar, dan pejabat menginvestasikan uangnya di bisnis tambang emas. Benar, bisnis tambang  emas saat itu sangat booming, dimana-mana orang memilih berbisnis tambang emas kalau ingin meraih potensi besar. Hanya saja yang bisa berbisnis tambang emas adalah mereka yang punya keahlian, dan sudah punya modal, atau mereka yang punya kenalan yang punya modal.

Namun sebagaimana bisnis pada umumnya, tidak  semua orang dapat meraih sukses di bisnis tambang emas. Sekitar 90% pebisnis gagal di 5 tahun pertama, dan 5 tahun berikutnya ada 90% lagi yang gagal. Yang tak terduga-duga adalah ada seorang bernama Sam Brannan yang menjadi milioner pertama di California saat itu tanpa menjadi penambang emas.

Dia adalah orang biasa (bukan orang kaya) yang menjual sekop dan alat-alat pertambangan emas. Usaha itu laku keras. Di era yang hampir bersamaan, ada orang lain yang bernama Levi Strauss, yang mencoba peruntungan dengan menjual tenda ke para penambang emas. Sayangnya ia kurang berhasil, karena ternyata sudah banyak yang jual tenda.

Levi Strauss tidak kehilangan akal. Ia percaya pasti ada peluang lain di tengah “kerumunan” penambang emas. Karena punya keahlian menjahit, maka ia mencoba membuat celana yang nyaman dan tahan lama untuk dipakai oleh para penambang emas. Rupanya dari sinilah aliran rejeki Levi Strauss mulai mengalir deras.

Ia akhirnya menjadi milioner juga dalam era pertambangan emas, karena menjual banyak sekali celana jeans ke para penambang emas saat itu. Bukan hanya itu, celana jeans dengan merk Levis itu kemudian berkembang menjadi celana untuk semua orang di manapun di dunia. Bisnisnya berkilau melebihi kilau bisnis tambang emas.

Pertanyaan yang kerap muncul, bagaimana mereka bisa sukses menangkap peluang, sementara yang lain hanya sebagai penonton saja? Mengapa yang lain bisa terus optimis di masa apapun, sebaliknya ada yang tetap mengeluh meski situasi ekonomi negara makin baik.

Jennie S. Bev seorang penulis Indonesia yang tinggal di AS mengatakan, yang penting bagi kita yang mau sukses dalam situasi apapun adalah mindset sukses. “Success is a mindset. It is not a journey, nor a destination. It is already within you,” katanya. Jadi sukses itu mindset, bukan perjalanan, bukan tujuan. Sukses itu sudah ada di dalam diri  kita, tinggal dibangunkan saja dari tidurnya.

Menurut American Heritage Dictionary, mindset adalah keyakinan teguh yang menjadi dasar bagi respons-respons dan interpretasi yang dimiliki oleh seseorang terhadap sesuatu kejadian. Terhadap kejadian yang sama, seseorang bermindset sukses mempunyai respons dan interpretasi yang berbeda dengan seseorang yang bermindset pecundang. Contoh mudahnya, apabila seseorang mengalami kesusahan hidup, seorang sukses selalu melihat kesulitan sebagai guru yang baik, karena ia bisa belajar bagaimana mengatasi kesusahan di masa depan. Sebaliknya seorang pecundang, menjadikan kesulitan hidup sebagai alasan mengapa ia sekarang bernasib seperti sekarang, yaitu “malang.” Ia mencari kambing hitam untuk menjelaskan mengapa ia mengalami kegagalan hidup dan hidup penuh kemalangan seperti sekarang ini.

Levi Strauss  tidak mampu ikut menjadi investor tambang emas karena tidak punya modal, namun ia terus mencari cara agar bisa ikut bergerak meraih pendapatan besar seiring booming tambang emas. Ia memiliki mindset sukses, sehingga tidak mencari-cari alasan bahwa rakyat biasa tak mungkin bisa menikmati dampak booming-nya tambang emas.***

Post Terkait:

  • NATIONAL MEETING PT TEKAD MANDIRI CITRA 2018 Dengan suasana alam yang indah dan sejuk, Jambuluwuk Hotel & Resort di kota Batu, Jawa Timur, terpilih sebagai tempat berlangsungannya acara National Meeting PT Tekad…
  • NASRULLAH, SANG NAHKODA BARU DIREKTORAT JENDERAL… Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melantik pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan kementerian pertanian. Sebanyak 9  pejabat pimpinan tinggi yang terdiri dari 1…
  • Virus AI Masih Menjadi Penyebab Penurunan…   Pangan merupakan kebutuhan yang keteraediaannya harus cukup, aman, bergizi dan beragam dengan harga yang terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat.…
  • KE-8 KALINYA REMBUK NASIONAL PERUNGGASAN DIGELAR Setelah beberapa kali harus tertunda akibat pandemi Covid-19, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR Indonesia) akhirnya sukses menyelenggarakan Rembuk Perunggasan…
  • Mengapa Brazil bisa Ekspor ayam ke Indonesia ? Ini… Masyarakat Brasil adalah pelahap daging sejati. Konsumsi daging ayam dan sapi per kapita di negeri samba adalah salah satu yang terbesar di dunia. Tak heran,…
  • Menteri Edhy Janji Atasi Transportasi Ikan Hias yang Mahal Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjanji akan mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi para pembudidaya ikan hias. Diantaranya terkait mahalnya biaya angkut dan…
  • Agro Primalab Indonesia  PT AGRO PRIMALAB INDONESIA berdiri tahun 2004 bergerak dalam bidang penjualan alat-alat kesehatan hewan dan Alat Inseminasi buatan untuk sapi, kambing, babi, kuda dan hewan…
  • Majalah Infovet Bertempat di Restoran Parsley Jl Kaliurang Km 5 Yogyakarta, Minggu 18 Nov 2018, ketua umum PB PDHI (Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) periode 2018-2022 Drh…
  • Bintang ArthaaTirtayasa Sakti bergerak dalam bidang peternakan sejak tahun 2010. Perusahaan membantu dalam : 1. Distributor alat-alat ternak berbagai jenis hewan seperti sapi, kambing, kuda, babi dan lain-lain.…
  • Medion Medion adalah pelopor industri obat hewan Indonesia yang telah menjadi pemain global. Mengekspor ke lebih dari 15 negara dengan variasi produk farmasetik, biologik dan premiks.…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • NATIONAL MEETING PT TEKAD MANDIRI CITRA 2018 by Agribisnis Dengan suasana alam yang indah dan sejuk, Jambuluwuk Hotel & Resort di kota Batu, Jawa Timur, terpilih sebagai tempat berlangsungannya acara National Meeting PT Tekad…
  • NASRULLAH, SANG NAHKODA BARU DIREKTORAT JENDERAL… by Agribisnis Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melantik pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan kementerian pertanian. Sebanyak 9  pejabat pimpinan tinggi yang terdiri dari 1…
  • Virus AI Masih Menjadi Penyebab Penurunan… by Agribisnis   Pangan merupakan kebutuhan yang keteraediaannya harus cukup, aman, bergizi dan beragam dengan harga yang terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat.…
  • KE-8 KALINYA REMBUK NASIONAL PERUNGGASAN DIGELAR by Agribisnis Setelah beberapa kali harus tertunda akibat pandemi Covid-19, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR Indonesia) akhirnya sukses menyelenggarakan Rembuk Perunggasan…
  • Mengapa Brazil bisa Ekspor ayam ke Indonesia ? Ini… by Agribisnis Masyarakat Brasil adalah pelahap daging sejati. Konsumsi daging ayam dan sapi per kapita di negeri samba adalah salah satu yang terbesar di dunia. Tak heran,…

  • 1,202,943
  • 606,787
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI